ADVERTISEMENT
Kamis, Juni 25, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Papua Perlu Contoh dari Batam

Penetapan area perdagangan bebas di lokasi strategis Papua dinilai mampu menarik investor di sektor manufaktur, logistik, energi bersih, hingga ekonomi digital.

18 Januari 2026
0
Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Papua Perlu Contoh dari Batam

Pemerintah Pusat mendorong untuk membentuk area perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) di wilayah Papua (foto: istimewa/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

SORONG, Koranpapua.id- Mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang berdampak positif terhadap kesejahtaraan masyarakat, pemerintah daerah di Papua perlu mengambil contoh dari Batam.

Salah satunya perlu mendorong Pemerintah Pusat untuk membentuk area perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) di wilayah Papua.

ADVERTISEMENT

Hal itu disampaikan Deputi Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis dalam Seminar Nasional Pembangunan Indonesia yang berlangsung di Sorong, Papua Barat Daya, Jumat 16 Januari 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dalam seminar itu mengangkat tema “Transformasi Investasi untuk Pembangunan Papua yang Inklusif dan Berkelanjutan”.

Baca Juga

Kapolres Mimika: Tidak Ada Lagi Negosiasi Jika Perang Suku Terulang, Pelaku Dikirim ke Nusakambangan

Agustinus Anggaibak dan Yohanes Kemong: Kwamki Lama Harus Jadi Zona Damai, Tidak Boleh Ada Perang Lagi

Usulan ke pemerintah pusat tersebut, Fary sampaikan dengan mencontohkan keberhasilan Batam dalam menarik investasi dan memacu pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, tanpa keberadaan FTZ, realisasi investasi di Papua Barat Daya masih relatif rendah.

Mengutip data terbaru BPS, jumlah penduduk Papua Barat Daya mencapai sekitar 636.434 jiwa pada 2025 dengan luas wilayah sekitar 39.122,95 km².

“Provinsi ini merupakan salah satu daerah dengan jumlah penduduk paling sedikit di Indonesia, sehingga tantangannya dalam menarik investor sangat besar,” ujarnya.

Sebaliknya, Batam yang merupakan kawasan perdagangan bebas mencatat realisasi investasi lebih dari Rp60 triliun hingga akhir Desember 2025.

Nilai itu jauh melampaui Papua Barat Daya yang hanya membukukan sekitar Rp2,4 triliun tanpa dukungan kebijakan FTZ.

“Ini bukti nyata bahwa FTZ mampu menjadi katalis kuat untuk investasi dan pertumbuhan ekonomi,” kata Fary.

Fary memaparkan lima langkah strategis untuk memperkuat iklim investasi dan mengakselerasi pembangunan ekonomi di Tanah Papua:

  1. Penyederhanaan regulasi dan insentif pajak.

Pemerintah perlu menyiapkan kebijakan yang lebih kompetitif, termasuk insentif fiskal dan non-fiskal, guna memangkas hambatan birokrasi serta mempercepat proses perizinan.

  1. Pengembangan infrastruktur konektivitas.

Akselerasi pembangunan transportasi, logistik, dan infrastruktur digital penting untuk menurunkan biaya operasional dan membuka akses pasar, mulai dari pelabuhan, Bandara, jalan, hingga jaringan telekomunikasi.

  1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Penguatan pendidikan vokasi dan pelatihan kerja diperlukan untuk menghasilkan tenaga terampil sesuai kebutuhan industri dan calon investor.

  1. Fasilitasi pembiayaan dan kemitraan.

Pemerintah diminta menyediakan akses kredit serta mendorong kemitraan strategis antara pemerintah, swasta, dan komunitas lokal agar pertumbuhan UMKM hingga usaha besar semakin inklusif.

  1. Pembentukan FTZ dan kawasan industri terintegrasi.

Penetapan area perdagangan bebas di lokasi strategis Papua dinilai mampu menarik investor di sektor manufaktur, logistik, energi bersih, hingga ekonomi digital dengan dukungan kemudahan regulasi dan fasilitas tarif.

Fary menegaskan inisiatif pembentukan FTZ telah ia sampaikan kepada Anggota Komite Eksekutif Presiden RI, Billy Mambrasar.

Usulan itu kemudian diteruskan kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk dipertimbangkan dalam agenda nasional penguatan investasi dan pembangunan berkelanjutan di Papua. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kapolres Mimika: Tidak Ada Lagi Negosiasi Jika Perang Suku Terulang, Pelaku Dikirim ke Nusakambangan

Kapolres Mimika: Tidak Ada Lagi Negosiasi Jika Perang Suku Terulang, Pelaku Dikirim ke Nusakambangan

24 Juni 2026
Agustinus Anggaibak dan Yohanes Kemong: Kwamki Lama Harus Jadi Zona Damai, Tidak Boleh Ada Perang Lagi

Agustinus Anggaibak dan Yohanes Kemong: Kwamki Lama Harus Jadi Zona Damai, Tidak Boleh Ada Perang Lagi

24 Juni 2026
Ketika Kebun Rakyat Jadi Lumbung Logistik, Satgas Pasgat Dekai Dukung Ekonomi Warga

Patah Panah di Kwamki Narama, Dang dan Newegalen Akhiri Konflik Berdarah Setelah Korbankan 17 Jiwa

24 Juni 2026
Ketika Kebun Rakyat Jadi Lumbung Logistik, Satgas Pasgat Dekai Dukung Ekonomi Warga

Ketika Kebun Rakyat Jadi Lumbung Logistik, Satgas Pasgat Dekai Dukung Ekonomi Warga

24 Juni 2026
Kenaikan BBM Berdampak Terhadap Harga Semen dan Cat di Timika

Kenaikan BBM Berdampak Terhadap Harga Semen dan Cat di Timika

24 Juni 2026
Manfaatkan Buah Merah Papua sebagai Potensi Lokal, Mahasiswa UNAIR Gagas Alternatif Terapi Radang Sendi

Manfaatkan Buah Merah Papua sebagai Potensi Lokal, Mahasiswa UNAIR Gagas Alternatif Terapi Radang Sendi

24 Juni 2026

POPULER

  • SLB-SMP-SMA/SMK di Papua Tengah Gratis, Hubungi 0812-4154-7765 Jika Ada yang Pungut Biaya

    SLB-SMP-SMA/SMK di Papua Tengah Gratis, Hubungi 0812-4154-7765 Jika Ada yang Pungut Biaya

    670 shares
    Bagikan 268 Tweet 168
  • Komandan Operasi KKB Kodap XVI Yahukimo Dilaporkan Tewas Ditembak Aparat

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Kasus Dugaan Korupsi Beras Rp8,9 Miliar, Kejati Papua Tahan Empat Tersangka

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Ledakan yang Tewaskan Tiga Warga Sipil, Koops TNI Habema Tegaskan Tidak Ada Patroli di Danggoa

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Ananias Faot: Kadistrik Berwenang Awasi Dana Kampung, Jangan Habis untuk Bayar Utang

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • 160 ASN Pensiun di Tahun 2026, Pemkab Mimika Usulkan 274 Formasi CPNS

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
  • 12 Hari Berjuang, Remaja Putri Akhirnya Meninggal Usai Diduga Dibakar Ibu Kandung

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Satgas Wirakasa Korpasgat TNI AU Jaga Kelancaran Penerbangan Pedalaman Papua

Satgas Wirakasa Korpasgat TNI AU Jaga Kelancaran Penerbangan Pedalaman Papua

Hendak Beribadah, Ibu Rumah Tangga Ditikam dan Tewas di Depan Gerbang Gereja

Hendak Beribadah, Ibu Rumah Tangga Ditikam dan Tewas di Depan Gerbang Gereja

Tim Percepatan Papua Bukan Kebutuhan Mendesak, Timbulkan Tumpang Tindih Kewenangan dan Bebani APBD

Tim Percepatan Papua Bukan Kebutuhan Mendesak, Timbulkan Tumpang Tindih Kewenangan dan Bebani APBD

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id