ADVERTISEMENT
Rabu, Mei 27, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Bentrok Warga di Kwamki Narama Kembali Telan Korban, Total Meninggal Dunia 10 Orang

Dengan jumlah korban yang sama, berbagai pihak kembali mendesak agar pertikaian segera dihentikan melalui prosesi adat ‘patah panah’ sebagai simbol berakhirnya konflik.

4 Januari 2026
0
Bentrok Warga di Kwamki Narama Kembali Telan Korban, Total Meninggal Dunia 10 Orang

Seorang warga tewas tertancap puluhan anak panah. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Bentrok antarkelompok warga kembali terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Minggu 4 Januari 2026.

Bentrok terbaru ini menambah daftar korban jiwa dalam konflik berkepanjangan tersebut, dengan total warga yang meninggal dunia kini mencapai 10 orang.

ADVERTISEMENT

Korban terbaru diketahui bernama Jori Murib, seorang warga yang dilaporkan meninggal dunia setelah terkena anak panah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kwamki Narama, Yusak Sawaki, membenarkan adanya penambahan korban tersebut.

Baca Juga

Iduladha 1447 H: 668 Hewan Kurban Masuk ke Mimika, Barantina Pastikan Sehat dan Aman Dikonsumsi

Dramatis! 44 Pendulang Emas Berhasil Dievakuasi dari Awimbon ke Boven Digoel

“Iya, benar. Korban dalam kondisi dipengaruhi minuman keras dan berada di dekat wilayah kelompok lawan, sehingga terjadi penyerangan menggunakan panah,” ujar Yusak saat dikonfirmasi koranpapua.id.

Gambar korban yang beredar luas di berbagai grup WhatsApp dan media sosial memperlihatkan kondisi tubuh korban dengan puluhan anak panah yang masih tertancap.

Konflik antarkelompok warga di Distrik Kwamki Narama diketahui telah berlangsung sejak 30 September 2025.

Konflik berdarah ini awalnya dipicu oleh dugaan kasus perselingkuhan di Kabupaten Puncak, namun kemudian merembet hingga ke wilayah Kabupaten Mimika.

Sejak saat itu, ketegangan terus berulang meski berbagai upaya perdamaian telah dilakukan oleh pihak terkait.

Komposisi Seimbang 5:5, Desak Perang Dihentikan

Dengan bertambahnya satu korban pada Minggu, 4 Januari 2026, konflik di Distrik Kwamki Narama kini telah merenggut 10 nyawa.

Komposisi korban jiwa saat ini seimbang, dari pihak Dang dan lima korban lainnya dari pihak Newengalem.

Dengan jumlah korban yang sama, berbagai pihak kembali mendesak agar pertikaian segera dihentikan melalui prosesi adat ‘patah panah’ sebagai simbol berakhirnya konflik.

“Sudah cukup. Jangan tambah perang lagi. Baku balas sudah selesai. Segera stop dan lakukan patah panah,” tulis Yohanes Kemong, tokoh masyarakat Mimika yang juga sebagai Anggota DPR Provinsi Papua Tengah dalam dalam grup WhatsApp.

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Iduladha 1447 H: 668 Hewan Kurban Masuk ke Mimika, Barantina Pastikan Sehat dan Aman Dikonsumsi

Iduladha 1447 H: 668 Hewan Kurban Masuk ke Mimika, Barantina Pastikan Sehat dan Aman Dikonsumsi

26 Mei 2026
Disdik Mimika Tekankan Pentingnya TK Sebelum SD, Terapkan Ketentuan Usia dan Fleksibilitas di Lapangan

Disdik Mimika Tekankan Pentingnya TK Sebelum SD, Terapkan Ketentuan Usia dan Fleksibilitas di Lapangan

26 Mei 2026
Program BAUWA SD Sentra Pendidikan Timika Angkat Cerita Rakyat Kamoro untuk Tingkatkan Literasi

Program BAUWA SD Sentra Pendidikan Timika Angkat Cerita Rakyat Kamoro untuk Tingkatkan Literasi

26 Mei 2026
Nobar Pesta Babi Tutup HUT Ke-132 Misi Katolik di Tanah Papua

Nobar Pesta Babi Tutup HUT Ke-132 Misi Katolik di Tanah Papua

26 Mei 2026
Tadi Pagi Wilayah Nduga Diguncang Gempa 4.4 Magnitudo

Kaimana Diguncang Gempa Magnitudo 5,1, Belum Ada Laporan Dampak Kerusakan

26 Mei 2026
Satu Korban Ledakan Granat di Gereja Santo Paulus Nabuni Meninggal Dunia di RSUD Mimika

Satu Korban Ledakan Granat di Gereja Santo Paulus Nabuni Meninggal Dunia di RSUD Mimika

26 Mei 2026

POPULER

  • Sebelum Eksekusi Pendulang Emas, Pelaku Minta Makan dan Dibuatkan Kopi

    Sebelum Eksekusi Pendulang Emas, Pelaku Minta Makan dan Dibuatkan Kopi

    716 shares
    Bagikan 286 Tweet 179
  • Perkelahian Dua Pria di Timika Berujung Korban Dilarikan ke RSMM, Pelaku Masuk Tahanan Polisi

    630 shares
    Bagikan 252 Tweet 158
  • Disaksikan Istri, Pencari Karaka di Timika Diterkam Buaya, SAR Lakukan Pencarian

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Peringatan! Kawasan Wisata Kali Wania-Timika Rawan Pemerkosaan dan Perampokan

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Dari Kampung ke Jawa, Tiga Taruna Papua Binaan YPMAK Kejar Mimpi di Bidang Kelautan

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Pengerusakan Pagar Tanah Keuskupan Timika Diduga Dibeking Oknum Aparat Keamanan

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
Next Post
Sepuluh Nyawa Melayang di Kwamki Narama, Bupati Mimika: Persoalan Serius yang Harus Ditangani

Sepuluh Nyawa Melayang di Kwamki Narama, Bupati Mimika: Persoalan Serius yang Harus Ditangani

Bupati Mimika Dorong Perda Konflik Internal, Hukum Negara Tidak Boleh Kalah oleh Adat

Bupati Mimika Dorong Perda Konflik Internal, Hukum Negara Tidak Boleh Kalah oleh Adat

Kapolda Papua Tengah Ingatkan Pejabat Kepolisian Jangan Ada Masyarakat yang Merasa Diperlakukan Tidak Adil

Kapolda Papua Tengah Sebut KKB Sudah Masuk ke Kota Nabire, Aparat Keamanan Lakukan Antisipasi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id