ADVERTISEMENT
Sabtu, Mei 16, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Bentrok Warga di Kwamki Narama Kembali Telan Korban, Total Meninggal Dunia 10 Orang

Dengan jumlah korban yang sama, berbagai pihak kembali mendesak agar pertikaian segera dihentikan melalui prosesi adat ‘patah panah’ sebagai simbol berakhirnya konflik.

4 Januari 2026
0
Bentrok Warga di Kwamki Narama Kembali Telan Korban, Total Meninggal Dunia 10 Orang

Seorang warga tewas tertancap puluhan anak panah. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Bentrok antarkelompok warga kembali terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Minggu 4 Januari 2026.

Bentrok terbaru ini menambah daftar korban jiwa dalam konflik berkepanjangan tersebut, dengan total warga yang meninggal dunia kini mencapai 10 orang.

ADVERTISEMENT

Korban terbaru diketahui bernama Jori Murib, seorang warga yang dilaporkan meninggal dunia setelah terkena anak panah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kwamki Narama, Yusak Sawaki, membenarkan adanya penambahan korban tersebut.

Baca Juga

Polres Mimika Panen Jagung Satu Hektare, Wujud Dukungan Ketahanan Pangan Nasional

MRP Papua Tengah Serap Aspirasi Masyarakat Mimika Soal Dana Otsus dan Keamanan

“Iya, benar. Korban dalam kondisi dipengaruhi minuman keras dan berada di dekat wilayah kelompok lawan, sehingga terjadi penyerangan menggunakan panah,” ujar Yusak saat dikonfirmasi koranpapua.id.

Gambar korban yang beredar luas di berbagai grup WhatsApp dan media sosial memperlihatkan kondisi tubuh korban dengan puluhan anak panah yang masih tertancap.

Konflik antarkelompok warga di Distrik Kwamki Narama diketahui telah berlangsung sejak 30 September 2025.

Konflik berdarah ini awalnya dipicu oleh dugaan kasus perselingkuhan di Kabupaten Puncak, namun kemudian merembet hingga ke wilayah Kabupaten Mimika.

Sejak saat itu, ketegangan terus berulang meski berbagai upaya perdamaian telah dilakukan oleh pihak terkait.

Komposisi Seimbang 5:5, Desak Perang Dihentikan

Dengan bertambahnya satu korban pada Minggu, 4 Januari 2026, konflik di Distrik Kwamki Narama kini telah merenggut 10 nyawa.

Komposisi korban jiwa saat ini seimbang, dari pihak Dang dan lima korban lainnya dari pihak Newengalem.

Dengan jumlah korban yang sama, berbagai pihak kembali mendesak agar pertikaian segera dihentikan melalui prosesi adat ‘patah panah’ sebagai simbol berakhirnya konflik.

“Sudah cukup. Jangan tambah perang lagi. Baku balas sudah selesai. Segera stop dan lakukan patah panah,” tulis Yohanes Kemong, tokoh masyarakat Mimika yang juga sebagai Anggota DPR Provinsi Papua Tengah dalam dalam grup WhatsApp.

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Polres Mimika Panen Jagung Satu Hektare, Wujud Dukungan Ketahanan Pangan Nasional

Polres Mimika Panen Jagung Satu Hektare, Wujud Dukungan Ketahanan Pangan Nasional

16 Mei 2026
MRP Papua Tengah Serap Aspirasi Masyarakat Mimika Soal Dana Otsus dan Keamanan

MRP Papua Tengah Serap Aspirasi Masyarakat Mimika Soal Dana Otsus dan Keamanan

16 Mei 2026
Fakfak Berbenah Sambut Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua

Fakfak Berbenah Sambut Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua

16 Mei 2026
Bentrok Antarsuku di Wamena: Dua Tewas Belasan Terluka, Tiga SSK Brimob Diterjunkan Antisipasi Bentrok Susulan

Bentrok Antarsuku di Wamena: Dua Tewas Belasan Terluka, Tiga SSK Brimob Diterjunkan Antisipasi Bentrok Susulan

16 Mei 2026
Pangkogabwilhan III: Dua Ribu Tanaman Ganja Ditemukan, OPM Paksa Warga Budidaya di Pekarangan Rumah

Pangkogabwilhan III: Dua Ribu Tanaman Ganja Ditemukan, OPM Paksa Warga Budidaya di Pekarangan Rumah

16 Mei 2026
Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

16 Mei 2026

POPULER

  • Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    965 shares
    Bagikan 386 Tweet 241
  • Enam Gubernur dan 42 Bupati se-Papua Raya Kumpul di Timika, Ini yang Dibahas

    578 shares
    Bagikan 231 Tweet 145
  • Dana Desa 133 Kampung di Mimika Belum Cair, Bakri Athoriq: Tunggu Pengukuhan Kepala Kampung

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Anggota KKB Nopison Ditembak Mati, Ini Perjelasan Kapolda Papua Tengah Brigjen Jermias Rontini

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Panik Saat Belok, Pikap Angkut Puluhan Galon Terjun ke Parit di Timika

    684 shares
    Bagikan 274 Tweet 171
  • Polisi di Timika Lakukan Penyelidikan Misteri Kematian Pria di Bawah Truk

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
Next Post
Sepuluh Nyawa Melayang di Kwamki Narama, Bupati Mimika: Persoalan Serius yang Harus Ditangani

Sepuluh Nyawa Melayang di Kwamki Narama, Bupati Mimika: Persoalan Serius yang Harus Ditangani

Bupati Mimika Dorong Perda Konflik Internal, Hukum Negara Tidak Boleh Kalah oleh Adat

Bupati Mimika Dorong Perda Konflik Internal, Hukum Negara Tidak Boleh Kalah oleh Adat

Kapolda Papua Tengah Ingatkan Pejabat Kepolisian Jangan Ada Masyarakat yang Merasa Diperlakukan Tidak Adil

Kapolda Papua Tengah Sebut KKB Sudah Masuk ke Kota Nabire, Aparat Keamanan Lakukan Antisipasi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id