ADVERTISEMENT
Rabu, Mei 20, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Luka Kwamki Narama yang Tak Kunjung Berakhir

Konflik Kwamki Narama bukan takdir. Ia adalah hasil dari serangkaian kelalaian, pembiaran, dan ketidakseriusan. Karena itu, ia juga bisa diakhiri dengan keseriusan yang setara.

5 Desember 2025
0
Pesparani Timika: Perpaduan Iman, Budaya, dan Toleransi yang Menoreh Sejarah

Gabriel Zezo, Ketua Flobamora Mimika (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Oleh: Gabriel Zezo, Ketua Flobamora Mimika

KONFLIK saudara di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, sudah berlangsung dua bulan setelah pecah awal Oktober 2025 lalu.

Konflik ini bukan sekadar peristiwa baku panah yang berulang, tetapi bisa menjadi tragedi kemanusiaan yang terus menggerus masa depan generasi Papua.

ADVERTISEMENT

Ketika yang saling melukai adalah saudara sendiri, maka setiap panah yang dilepaskan sebenarnya menancap di tubuh sebuah komunitas yang sama.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Melukai identitas kolektif, merobek jaringan sosial, dan menyisakan dendam panjang yang tak kunjung menemukan ujung.

Baca Juga

Tokoh Masyarakat Kadun Jaya Minta Pemkab Mimika Tindaklanjuti Rencana Pemekaran Kampung

Wakil Ketua Lemasko Hadiri Pembukaan Pleno XIX Dewan Adat Papua di Teluk Wondama

Pertanyaannya: bisakah konflik ini berakhir?

Jawabannya ya, tetapi tidak dengan cara yang selama ini ditempuh. Pengamanan sesaat tanpa pemulihan sosial hanya memadamkan api di permukaan, sementara bara dendam tetap menyala di bawah.

Konflik tidak lahir dari ruang hampa, ia tumbuh dari absennya keadilan, ketimpangan sosial, minimnya kehadiran negara, dan runtuhnya mekanisme adat yang dulu menjadi ruang mediasi paling efektif.

Selama akar masalah ini tidak disentuh, maka baku panah akan kembali menjadi “ritual” kekerasan yang terus direproduksi.

Lalu, apakah setiap nyawa bisa dibayar dengan uang?

Mengganti korban dengan sejumlah uang, sebagaimana sering terjadi dalam praktik penyelesaian sementara, bukan hanya mereduksi nilai kemanusiaan, tetapi juga menormalisasi kekerasan sebagai sebuah transaksi.

Uang mungkin bisa meredam kemarahan seketika, tetapi tidak dapat memulihkan trauma, tidak dapat menghidupkan kembali orang yang meninggal, dan tidak dapat membangun budaya damai.

Restitusi materi tanpa rekonsiliasi sosial ibarat menutup luka dalam dengan plester tipis pasti akan terbuka kembali.

Dimana hukum positif?

Pertanyaan ini keras sekaligus menyakitkan. Hukum hadir, tetapi sering kali tidak bekerja.

Atau bekerja secara prosedural tanpa menyentuh konteks sosial budaya masyarakat setempat.

Negara tidak cukup hanya mengirim aparat keamanan, negara harus hadir dengan pendekatan yang adil, konsisten, dan menghormati struktur adat.

Hukum negara dan hukum adat seharusnya tidak saling meniadakan, tetapi saling menguatkan.

Ketika pelaku kekerasan dibiarkan, ketika senjata tradisional digunakan untuk saling menghabisi tanpa konsekuensi hukum yang jelas, maka negara tidak hanya absen ia kehilangan wibawa.

Solusi tidak boleh lagi setengah hati

  1. Mediasi adat yang diperkuat negara, bukan sekadar seremonial setelah konflik terjadi.
  2. Pemulihan sosial berbasis komunitas terapi trauma, dialog lintas kelompok, dan rekonstruksi kepercayaan.
  3. Penegakan hukum yang tegas dan transparan, tanpa pandang bulu, tanpa kompromi politik lokal.
  4. Penyelesaian akar struktural: ketimpangan ekonomi, akses pendidikan, marginalisasi politik.

Konflik Kwamki Narama bukan takdir. Ia adalah hasil dari serangkaian kelalaian, pembiaran, dan ketidakseriusan. Karena itu, ia juga bisa diakhiri dengan keseriusan yang setara.

Yang dipertaruhkan bukan hanya nyawa hari ini, tetapi masa depan sebuah generasi. Dan tidak ada harga yang pantas untuk itu. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tokoh Masyarakat Kadun Jaya Minta Pemkab Mimika Tindaklanjuti Rencana Pemekaran Kampung

Tokoh Masyarakat Kadun Jaya Minta Pemkab Mimika Tindaklanjuti Rencana Pemekaran Kampung

19 Mei 2026
Wakil Ketua Lemasko Hadiri Pembukaan Pleno XIX Dewan Adat Papua di Teluk Wondama

Wakil Ketua Lemasko Hadiri Pembukaan Pleno XIX Dewan Adat Papua di Teluk Wondama

19 Mei 2026
Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

Kapolda Papua Tengah Berkunjung ke TK Kemala Bhayangkari Mimika, Tekankan Kualitas Guru

19 Mei 2026
Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

19 Mei 2026
Serapan Anggaran Rendah, Bappeda Mimika Dorong OPD Percepat Input Realisasi Kegiatan di Si-Monev

Serapan Anggaran Rendah, Bappeda Mimika Dorong OPD Percepat Input Realisasi Kegiatan di Si-Monev

19 Mei 2026
Pengisian Jabatan: ASN OAP Harus Mampu Bersaing Jangan Bergantung Afirmasi Otsus

Pengisian Jabatan: ASN OAP Harus Mampu Bersaing Jangan Bergantung Afirmasi Otsus

19 Mei 2026

POPULER

  • Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Pdt. Anton Wamang Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Tembagapura: ‘TNI Tidak Terlibat Kematian Putri Saya’

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Gubernur Matius Fakhiri: Tiga Penyakit Ini Pembunuh Terbesar Orang Asli Papua

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Nobar Film Pesta Babi di Purworejo, Karang Taruna Galang Dana untuk Pengungsi Papua

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Rolling Jabatan Belum Dilakukan, Bupati Johannes Rettob Minta ASN Fokus Bekerja

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • SMI-KP Kota Studi Nabire Gelar Mimbar Bebas, Tolak Rencana Pemekaran DOB di Wilayah Paniai

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Cegah Stunting Sejak Dini, Dinkes Mimika Edukasi Ibu Hamil Lewat Gerakan Bumil Sehat

Cegah Stunting Sejak Dini, Dinkes Mimika Edukasi Ibu Hamil Lewat Gerakan Bumil Sehat

Antisipasi Pasca Rangkaian Pembunuhan, Polisi Amankan 20 Anak Panah di Bandara Mozes Kilangin Timika

Antisipasi Pasca Rangkaian Pembunuhan, Polisi Amankan 20 Anak Panah di Bandara Mozes Kilangin Timika

Satu Pekan Tersesat di Kampung Yabamaru- Merauke, Ibu Maria Mencari Keluarganya

Satu Pekan Tersesat di Kampung Yabamaru- Merauke, Ibu Maria Mencari Keluarganya

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id