ADVERTISEMENT
Senin, Oktober 26, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Luka Kwamki Narama yang Tak Kunjung Berakhir

Konflik Kwamki Narama bukan takdir. Ia adalah hasil dari serangkaian kelalaian, pembiaran, dan ketidakseriusan. Karena itu, ia juga bisa diakhiri dengan keseriusan yang setara.

5 Desember 2025
0
Pesparani Timika: Perpaduan Iman, Budaya, dan Toleransi yang Menoreh Sejarah

Gabriel Zezo, Ketua Flobamora Mimika (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Oleh: Gabriel Zezo, Ketua Flobamora Mimika

KONFLIK saudara di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, sudah berlangsung dua bulan setelah pecah awal Oktober 2025 lalu.

Konflik ini bukan sekadar peristiwa baku panah yang berulang, tetapi bisa menjadi tragedi kemanusiaan yang terus menggerus masa depan generasi Papua.

Ketika yang saling melukai adalah saudara sendiri, maka setiap panah yang dilepaskan sebenarnya menancap di tubuh sebuah komunitas yang sama.

Melukai identitas kolektif, merobek jaringan sosial, dan menyisakan dendam panjang yang tak kunjung menemukan ujung.

Baca Juga

Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

Monev Malam Hari di Puskesmas Ipaya, Dinkes Mimika Tekankan Inovasi dan Disiplin Pelayanan

Pertanyaannya: bisakah konflik ini berakhir?

Jawabannya ya, tetapi tidak dengan cara yang selama ini ditempuh. Pengamanan sesaat tanpa pemulihan sosial hanya memadamkan api di permukaan, sementara bara dendam tetap menyala di bawah.

Konflik tidak lahir dari ruang hampa, ia tumbuh dari absennya keadilan, ketimpangan sosial, minimnya kehadiran negara, dan runtuhnya mekanisme adat yang dulu menjadi ruang mediasi paling efektif.

Selama akar masalah ini tidak disentuh, maka baku panah akan kembali menjadi “ritual” kekerasan yang terus direproduksi.

Lalu, apakah setiap nyawa bisa dibayar dengan uang?

Mengganti korban dengan sejumlah uang, sebagaimana sering terjadi dalam praktik penyelesaian sementara, bukan hanya mereduksi nilai kemanusiaan, tetapi juga menormalisasi kekerasan sebagai sebuah transaksi.

Uang mungkin bisa meredam kemarahan seketika, tetapi tidak dapat memulihkan trauma, tidak dapat menghidupkan kembali orang yang meninggal, dan tidak dapat membangun budaya damai.

Restitusi materi tanpa rekonsiliasi sosial ibarat menutup luka dalam dengan plester tipis pasti akan terbuka kembali.

Dimana hukum positif?

Pertanyaan ini keras sekaligus menyakitkan. Hukum hadir, tetapi sering kali tidak bekerja.

Atau bekerja secara prosedural tanpa menyentuh konteks sosial budaya masyarakat setempat.

Negara tidak cukup hanya mengirim aparat keamanan, negara harus hadir dengan pendekatan yang adil, konsisten, dan menghormati struktur adat.

Hukum negara dan hukum adat seharusnya tidak saling meniadakan, tetapi saling menguatkan.

Ketika pelaku kekerasan dibiarkan, ketika senjata tradisional digunakan untuk saling menghabisi tanpa konsekuensi hukum yang jelas, maka negara tidak hanya absen ia kehilangan wibawa.

Solusi tidak boleh lagi setengah hati

  1. Mediasi adat yang diperkuat negara, bukan sekadar seremonial setelah konflik terjadi.
  2. Pemulihan sosial berbasis komunitas terapi trauma, dialog lintas kelompok, dan rekonstruksi kepercayaan.
  3. Penegakan hukum yang tegas dan transparan, tanpa pandang bulu, tanpa kompromi politik lokal.
  4. Penyelesaian akar struktural: ketimpangan ekonomi, akses pendidikan, marginalisasi politik.

Konflik Kwamki Narama bukan takdir. Ia adalah hasil dari serangkaian kelalaian, pembiaran, dan ketidakseriusan. Karena itu, ia juga bisa diakhiri dengan keseriusan yang setara.

Yang dipertaruhkan bukan hanya nyawa hari ini, tetapi masa depan sebuah generasi. Dan tidak ada harga yang pantas untuk itu. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

PMI Mimika Bagikan Masker untuk Cegah Dampak Kabut Asap

PMI Mimika Bagikan Masker untuk Cegah Dampak Kabut Asap

24 Oktober 2026
Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

24 Oktober 2026
Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

24 Oktober 2026
Cegah Stunting, PKK Mimika Sasar 48 Anak Lewat Gerakan Orang Tua Asuh

Cegah Stunting, PKK Mimika Sasar 48 Anak Lewat Gerakan Orang Tua Asuh

24 Oktober 2026
IDI Timika Gelar Bakti Sosial, Dekatkan Layanan Kesehatan ke Warga Mapurujaya

IDI Timika Gelar Bakti Sosial, Dekatkan Layanan Kesehatan ke Warga Mapurujaya

24 Oktober 2026
Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

24 Oktober 2026

POPULER

  • Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    628 shares
    Bagikan 251 Tweet 157
  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Kajian Dokumen Lemasa Belum Tuntas, Sem Bukaleng Minta Kepastian

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • DPMK Mimika Dorong 133 Kampung Susun Program Prioritas 2027

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    650 shares
    Bagikan 260 Tweet 163
  • Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
Next Post
Cegah Stunting Sejak Dini, Dinkes Mimika Edukasi Ibu Hamil Lewat Gerakan Bumil Sehat

Cegah Stunting Sejak Dini, Dinkes Mimika Edukasi Ibu Hamil Lewat Gerakan Bumil Sehat

Antisipasi Pasca Rangkaian Pembunuhan, Polisi Amankan 20 Anak Panah di Bandara Mozes Kilangin Timika

Antisipasi Pasca Rangkaian Pembunuhan, Polisi Amankan 20 Anak Panah di Bandara Mozes Kilangin Timika

Satu Pekan Tersesat di Kampung Yabamaru- Merauke, Ibu Maria Mencari Keluarganya

Satu Pekan Tersesat di Kampung Yabamaru- Merauke, Ibu Maria Mencari Keluarganya

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id