ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Kecewa Soal Beasiswa, Puluhan Mahasiswa OAP Datangi Disdik Mimika, Pegawai Diusir Keluar Kantor, Ini Tanggapan Lemasko

1 Oktober 2025
0
Kecewa Soal Beasiswa, Puluhan Mahasiswa OAP Datangi Disdik Mimika, Pegawai Diusir Keluar Kantor, Ini Tanggapan Lemasko

Mahasiswa putra-putri asli Papua saat mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Mimika, Rabu 1 Oktober 2025. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Mimika ke salah satu media, bahwa Dinas Pendidikan telah memberikan bantuan studi kepada mahasiswa OAP, tidak sesuai fakta.

TIMIKA, Koranpapua.id- Puluhan mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) dari sejumlah kota studi di Indonesia, mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) di Jalan Poros SP5 Timika, Rabu 1 Oktober 2025.

Kedatangan para mahasiswa ke kantor yang dipimpin Jenny Usmani itu, untuk mempertanyakan perkembangan penanganan beasiswa yang menjadi hak mereka.

Namun dikarenakan tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan, para mahasiswa ‘mengamuk’ dan mengusir pegawai di dinas tersebut untuk keluar dari gedung kantor.

Dalam rekaman video yang diterima koranpapua.id, malam ini, para mahasiswa marah, karena tidak mendapatkan penjelasan seutuhnya mengenai beasiswa.

Baca Juga

Rumah Sayur GPDP Jemaat Semua Umat Dorong Kemandirian Ekonomi di Mimika

GERMAS Mimika Tak Bisa Jalan Sendiri, Lintas Sektor Diminta Ambil Peran

Sementara itu, salah satu pegawai tersebut sempat menyampaikan bahwa, petugas yang mengurus beasiswa saat itu sedang tidak berada di kantor.

“Kamu kerja apa disini. Ibu orang dari mana, ibu kerja apa disini. Panggil orangnya bertanggungjawab. Kami minta tanggungjawab,” kata salah satu mahasiswa dengan suara lantang.  

“Palang kantor, tutup tutup dan pegawai keluar dari kantor. Disini tidak ada kegiatan,” timpal mahasiswa lainnya.

Terkait dengan demo tersebut, Marianus Maknaipeku, Wakil Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko), angkat bicara.

Melalui sambungan telepon, malam ini Rabu 1 Oktober 2025, Marianus menyampaikan rasa prihatin terhadap kinerja Dinas Pendidikan Mimika.

Menurutnya, beasiswa tersebut adalah kewajiban pemerintah daerah dan hak para mahasiswa Amungme dan Kamoro serta suku kekerabatan lainnya.

Karena itu dalam penanganan beasiswa harus dilakukan secara transparan, sehingga apa yang menjadi kendalanya dapat diketahui.

“Mereka (Pegawai-Red) yang menangani beasiswa juga harus yang punya hati dan benar-benar peduli dengan pendidikan dan masa depan putra-putri Papua, secara khusus anak-anak Amor,” tegas Marianus.

Mantan anggota DPRD Mimika ini juga menyampaikan, peristiwa yang terjadi di kantor Disdik ini, menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, secara khusus Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong.

“Ini menjadi PR Bupati dan Wakil Bupati untuk mengkaderkan putra-putri Amor untuk menjadi tuan di negerinya sendiri dan bisa melayani sendiri masyarakat sendiri,” pungkasnya.

Dikatakan, mahasiswa OAP yang mendatangi Dinas Pendidikan, bukan mengemis tetapi meminta beasiswa yang merupakan hak mereka. Karena itu seharusnya lembaga Dinas Pendidikan perlu melayani dengan baik.

“Tapi yang terjadi malah dilayani oleh orang lain. Seolah-olah kami ada ada di luar Timika. Itu merupakan kesalahan masa lalu. Kita mengkaderkan orang lain dan tidak ada orang Amor yang duduk dan mengurus sistem ini,” tandas Marianus.

“Kemana anak-anak dua suku besar ini yang bisa duduk di gedung bagus dengan peralatan kantor yang mewah serta mengusai sistem di Dinas Pendidikan,” tanya Marianus.

Melihat dari kasus ini, Marianus memberikan catatan khusus untuk Bupati dan Wakil Bupati Mimika, agar penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), PPPK dan honorer harus memprioritaskan putra-putri asli Papua.

“Penerimaan pegawai mulai tahun ini dan seterusnya harus OAP dan tidak boleh terima yang datang dengan KTP dari luar Mimika. Kedepan penerimaan pegawai harus libatkan Lemasko dan Lemasa,” timpalnya.

“Saya melihat video itu air mata jatuh, sedih melihatnya. Itu mereka demo karena menuntut hak mereka”.

Kepada pemerintah provinsi dan kabupaten, DPRK Mimika, DPRP dan MRP Papua Tengah perlu segera mengambil langkah-langkah nyata untuk melindungi masa depan anak-anak asli Papua.

“Jangan duduk diam, tetapi perlu memikirkan membahas regulasi untuk melindungi OAP dalam sektor pendidikan serta penerimaan pegawai,” pesannya.

“Karena saat ini hampir 95 persen sudah dikusai dan sudah tidak ada cela untuk anak-anak Papua. Dua suku besar di Mimika kecolongan,” tambah Marianus.

Marianus juga menambahkan bahwa, pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Mimika ke salah satu media, bahwa Dinas Pendidikan telah memberikan bantuan studi kepada mahasiswa OAP, tidak sesuai fakta.

“Katanya Amungme Rp20 juta, Kamoro Rp20 juta, lima suku kerabat Rp14 juta. Ternyata faktanya Amungme Rp10 juta, Kamoro Rp10 juta dan lima suku kerabat Rp7 juta,” beber Marianus. (*)

Penulis; Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Rumah Sayur GPDP Jemaat Semua Umat Dorong Kemandirian Ekonomi di Mimika

Rumah Sayur GPDP Jemaat Semua Umat Dorong Kemandirian Ekonomi di Mimika

7 Oktober 2026
Penerima Manfaat YPMAK Buka KSW Laundry Coin, Tawarkan Laundry Mandiri di Timika

Penerima Manfaat YPMAK Buka KSW Laundry Coin, Tawarkan Laundry Mandiri di Timika

7 Oktober 2026
GERMAS Mimika Tak Bisa Jalan Sendiri, Lintas Sektor Diminta Ambil Peran

GERMAS Mimika Tak Bisa Jalan Sendiri, Lintas Sektor Diminta Ambil Peran

7 Oktober 2026
GERMAS Mimika Butuh Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Dorong Aksi Nyata

GERMAS Mimika Butuh Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Dorong Aksi Nyata

7 Oktober 2026
200 Butir Amunisi Digagalkan di Perairan Jayapura, Polisi Telusuri Asalnya

200 Butir Amunisi Digagalkan di Perairan Jayapura, Polisi Telusuri Asalnya

7 Oktober 2026
Konflik Fanamo-Omawita, Guru dan Nakes Dievakuasi ke Timika

Konflik Fanamo-Omawita, Guru dan Nakes Dievakuasi ke Timika

7 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    720 shares
    Bagikan 288 Tweet 180
  • Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

    592 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
  • Pemkab Mimika Tunjuk Pimpinan Sementara Dinkes dan BPBD

    573 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Dalam Honda Brio di Kuala Kencana

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    584 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Pemkab Mimika Segera Isi Sejumlah Jabatan Kosong, SK Pejabat Diserahkan

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post

Masih Menjadi Persoalan Utama, Wamendagri Minta Enam Provinsi di Tanah Papua Percepat Eliminasi Malaria

Satgas Korpasgat Bersama Polri dan Pemerintah Daerah Cegah Penyakit Sosial di Pegunungan Bintang

Efisiensi Pemerintah Pusat, APBD Mimika 2026 Diproyeksi Turun Rp1,5 Triliun

Efisiensi Pemerintah Pusat, APBD Mimika 2026 Diproyeksi Turun Rp1,5 Triliun

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id