TIMIKA, Koranpapua.id- Sehubungan dengan selesainya pemulihan link backup Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) ruas Dobo-Tual sehingga saat ini layanan TelkomGroup mendapatkan link backup tambahan.
Yasrinaldi, General Manager Region Network Operations and Productivity Telkomsel Maluku and Papua mengatakan, dengan selesainya pemulihan link backup SKKL Ruas Dobo- Tual, maka layanan broadband 4G Telkomsel kini secara perlahan telah bisa melayani pelanggan secara normal.
Adapun beberapa wilayah yang mengalami gangguan internet sejak tanggal 16 Agustus 2025 yakni, Kabupaten Mimika, Asmat, Mappi, Dogiyai, Paniai, Deiyai, Waropen, Nabire dan Kepulauan Aru.
Saat ini tim teknis dari PT Telkom juga telah menyelesaikan proses penyiapan peralatan dan perizinan pelayaran dari pihak otoritas pelabuhan di Dobo.
Kapal sedang menuju lokasi gangguan di ruas Timika- Merauke yang ditargetkan telah tiba pada 27 Agustus 2025 untuk melakukan tahap awal perbaikan (temporary recovery) SKKL SMPCS.
Dengan adanya perbaikan ini layanan broadband 4G Telkomsel di wilayah Kabupaten Merauke, Boven Digoel, dan Kaimana serta layanan IndiHome di seluruh daerah terdampak dapat kembali normal.
Perbaikan ditargetkan selesai selambat lambatnya pada minggu pertama September 2025.
Kompensasi Telkomsel untuk Pelanggan
Telkomsel akan terus berkomitmen memberikan kompensasi berupa:
- Penggantian kuota internet kepada pelanggan Telkomsel Prabayar yang kuota internetnya hangus karena tidak bisa dipakai selama masa gangguan sesuai dengan ketentuan dan syarat yang berlaku.
- Bagi pelanggan IndiHome dan Kartu HALO, kompensasi selama penurunan kualitas layanan akan diberikan dalam bentuk diskon tagihan prorata sesuai dengan durasi penurunan kualitas layanan dengan syarat dan ketentuan berlaku.
- Bagi daerah yang masih mengalami penurunan kualitas layanan, masih akan tersedia bantuan komunikasi berupa kuota 1000 SMS dan Telfon 60 Menit hanya dengan Rp 1,- melalui UMB *888*20#
“Kami terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dan akan memberikan pembaruan informasi secara berkala terkait perkembangan penanganan gangguan ini,” tutup Yasrinadli. (Redaksi)