ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 15, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Kunjungan Layanan Pengobatan ODGJ di Mimika Sangat Tinggi, 75 Pasien Dapat Pelayanan Kesehatan Jiwa

Pelayanan skrining Narkoba juga dilakukan, karena berdasarkan hasil diagnosa dokter tahun 2023 dan tahun 2024, penyebab ODGJ 30 persennya adalah pernah konsumsi Narkoba.

19 Oktober 2024
0
Kunjungan Layanan Pengobatan ODGJ di Mimika Sangat Tinggi, 75 Pasien Dapat Pelayanan Kesehatan Jiwa

Feika Rande Ratu, Kasie Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Mimika. (foto : redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Papua Tengah selama dua hari membuka pelayanan kesehatan jiwa untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Kegiatan yang berlangsung di Puskesmas Timika, Distrik Mimika Baru mendapatkan antusias masyarakat. Ini bisa dilihat dari jumlah pasien yang datang cukup tinggi.

Pada hari pertama, Jumat 18 Oktober 2024 pasien yang datang melakukan konsultasi pelayanan jiwa sebanyak 40 orang dan pada hari kedua, Sabtu 19 Oktober 2024 sebanyak 35 orang.

Dengan demikian total pasien yang mendapat pengobatan dan konsultasi psikologis sebanyak 75 orang.

Baca Juga

Dinkes Mimika Evaluasi Pelayanan Puskesmas Atuka, Dorong Peningkatan Mutu Layanan

Polisi Amankan Dua Pria, Satu Tersangka Kasus Amunisi Ilegal di Jayapura

Untuk diketahui pelayanan kesehatan jiwa untuk ODGJ ini, Dinas Kesehatan Mimika bekerjasama dengan dr. Manoe Bernd Paul, SpKJ.AR(K)., M.Kes dan dr. Liza Otaviani R dari Rumah Sakit Jiwa Abepura Jayapura.

Reynold Ubra, Kadinkes Mimika melalui Feika Rande Ratu, Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa menjelaskan, masyarakat yang datang membawa anggota keluarganya hampir semua yang tinggal di dalam kota.

Feika mengungkapkan ada salah satu keluarga pasien menyampaikan sangat bersyukur dengan adanya pelayanan pengobatan ODGJ dan konsultasi Psikologis yang dibuat Dinkes.

Selain tempatnya mudah dijangkau, melalui kegiatan ini sangat membantu keluarga dalam mengantarkan pasien untuk berobat.

Keluarga pasien ini sebelumnya sudah membawa anaknya berobat di Puskesmas Pasar Sentral.

“Namun karena anaknya sempat gelisah maka anaknya dibawa kesini. Dan ini baru pertama kali anaknya periksa di Puskesmas Timika,” ujar Feika kepada koranpapua.id disela-sela pelayanan di Puskesmas Timika, Sabtu 19 Oktober 2024.

Berdasarkan pengakuan orang tua, setelah mendapatkan pelayanan di Puskesmas Timika, kini anaknya sudah bisa diajak bicara dan membantu mamanya di rumah.

Dikatakan, anaknya sempat terputus konsumsi obat yang dikarenakan minimnya informasi pelayanan.

Kepada orang tua pasien, Feika menyampaikan untuk obat-obatan sekarang bisa diakses di poli jiwa yang ada di 26 Puskesmas di Timika maupun pesisir maupun pegunungan.

Dalam pelayanan ini petugas kesehatan di Puskesmas dalam penanganan awal atau emergensi sebelum memberikan pengobatan, terlebih dahulu berkonsultasi lewat telepon dengan dokter Manoe Bernd Paul.

Berdasarkan hasil konsultasi dan rekomendasi baru diberikan obat. Karena sekarang Dinas Kesehatan Mimika sudah memprogramkan dan kerjasama dengan dr. Manoe Bernd Paul.

Dalam kerjasama itu, dalam setahun dr. Manoe melakukan kunjungan ke Mimika sebanyak empat kali untuk memberikan konsultasi.

“Dengan adanya kerjasama ini petugas di Puskesmas ketika ada kunjungan pasien berkonsultasi dengan dokter jiwa,” jelasnya.

Sesuai indikator pelayanan kesehatan jiwa, setiap pasien berusia 15 tahun yang datang dilakukan screening.

Dan pasien yang sudah didiagnosa ODGJ harus dipantau minum obat secara teratur.

Termasuk pelayanan skrining Narkoba, karena berdasarkan hasil diagnosa dokter tahun 2023 dan tahun 2024, penyebab ODGJ 30 persennya adalah pernah konsumsi Narkoba.

“Pengobatan untuk pemulihan memang agak susah, karena sarafnya sudah rusak. Kita berikan obat hanya sebatas penenang,” katanya.

Pasien yang kesehatan jiwanya terganggu rentan waktu konsumsi obat paling lama dua tahun secara rutin.

“Namun itu semua tergantung hasil diagnosa dokter seperti apa. Sebab berkaitan dengan pemberian dosisnya. Ada yang konsumsi dosis dua kali satu atau satu kali satu,” jelasnya.

Ia menambahkan pasien dengan kondisi berat selain mendapat penanganan emergensi akan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Abepura Jayapura. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Polisi Amankan Dua Pria, Satu Tersangka Kasus Amunisi Ilegal di Jayapura

Polisi Amankan Dua Pria, Satu Tersangka Kasus Amunisi Ilegal di Jayapura

15 Oktober 2026
Sempat Hilang, 10 Pejabat dan Legislator Fakfak Selamat usai Speedboat Bocor di Laut Sorong

Sempat Hilang, 10 Pejabat dan Legislator Fakfak Selamat usai Speedboat Bocor di Laut Sorong

15 Oktober 2026
BRIN Petakan Komoditas Unggulan Mimika untuk Kembangkan Ekonomi di Luar Tambang

BRIN Petakan Komoditas Unggulan Mimika untuk Kembangkan Ekonomi di Luar Tambang

15 Oktober 2026
BRIDA Mimika Petakan Komoditas Unggulan di Tiga Distrik untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

BRIDA Mimika Petakan Komoditas Unggulan di Tiga Distrik untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

15 Oktober 2026
Pangkogabwilhan III Kunjungi Sekolah Rakyat Mimika, Motivasi Siswa Raih Cita-cita

Pangkogabwilhan III Kunjungi Sekolah Rakyat Mimika, Motivasi Siswa Raih Cita-cita

15 Oktober 2026
Dua Koperasi Merah Putih di Mimika Rampung, Operasional Menunggu Sarana

Dua Koperasi Merah Putih di Mimika Rampung, Operasional Menunggu Sarana

15 Oktober 2026

POPULER

  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    566 shares
    Bagikan 226 Tweet 142
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    799 shares
    Bagikan 320 Tweet 200
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
  • Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Satgas Banops Operasi Mantap Praja Cartenz II 2024 Pengecekan Ketat Jelang Debat Gubernur Papua Tengah

Satgas Banops Operasi Mantap Praja Cartenz II 2024 Pengecekan Ketat Jelang Debat Gubernur Papua Tengah

Polisi Limpahkan Kasus Pengeroyokan yang Menewaskan Yopi ke Kejari Mimika

Polisi Limpahkan Kasus Pengeroyokan yang Menewaskan Yopi ke Kejari Mimika

Perpendek Pelayanan Dasar Kesehatan, Dinkes Rencanakan Bangun Puskesmas di Kelurahan Perintis dan Kampung Tsinga

Perpendek Pelayanan Dasar Kesehatan, Dinkes Rencanakan Bangun Puskesmas di Kelurahan Perintis dan Kampung Tsinga

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id