ADVERTISEMENT
Jumat, Mei 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

FKDM Sayangkan Pilot Helikopter Tewas Ditembak dan Tenaga Kesehatan Disandera

"Apapun alasannya kasus ini tidak bisa dibenarkan. Pelayanan transportasi dan kesehatan sangat vital karena berhubungan langsung dengan masyarakat, dengan tujuan untuk membangun peradaban”.

6 Agustus 2024
0
Kapus Alama: Ada Empat Nakes dan Dua Balita di Helikopter yang Ditembak

Empat tenaga kesehatan yang ikut dalam penerbangan helikopter yang ditembak di Distrik Alama, Senin 5 Agustus 2024. (foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Peristiwa penembakan yang menewaskan Mr. Glen Malcolm Conning, pilot helikopter milik PT. Intan Angkasa Air Service dan penyenderaan terhadap empat tenaga kesehatan di Distrik Alama, Mimika, Papua Tengah, Senin 5 Agustus 2024, seharusnya tidak boleh terjadi.

Pasalnya mereka yang bekerja di dua sektor ini menjalani profesi mulia, apalagi bersedia melayani masyarakat Papua yang sangat jauh dan terisolir.

ADVERTISEMENT

“Jujur mendengar berita ini hati terasa teriris, apalagi perlakuan itu ditujukan kepada pilot dan tenaga medis,” ujar Luky Mahakena, S.Sos. M.Si, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Mimika kepada koranpapua.id, Selasa 6 Agustus 2024.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dikatakan Luky, pilot dan tenaga kesehatan yang bertugas sampai ke wilayah pedalaman Mimika, tidak semata-mata karena mendapatkan upah, tetapi juga dikarenakan panggilan hati untuk melayani masyarakat.

Baca Juga

Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

Dua Ladang Ganja Siap Panen Ditemukan di Distrik Oksibil, Pangkogabwilhan III: Diduga Milik OPM

“Tugas mereka sangat mulia, karena melayani masyarakat yang jauh dari kota. Mereka harus rela tinggalkan keluarga hanya karena sebuah pengabdian. Harap hargai dan jangan sakiti mereka,” ungkap Luky.

Dikatakan, kasus penembakan pilot dan penyanderaan tenaga medis perlu mendapatkan perhatian serius oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Aparat keamanan diminta untuk bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap para pelaku demi penegakan hukum.

Ini bertujuan agar kedepannya kasus seperti ini tidak terulang lagi, dan tidak menjadi catatan buruk yang bisa berdampak terhadap pelayanan pada dua sektor tersebut.

“Kejadian ini pasti membuat trauma para tenaga kesehatan dan pilot. Mereka bisa berpikir dua kali untuk melayani masyarakat di wilayah pedalaman Mimika. Jadi perlu ditangkap pelakunya,” pinta Luky.

Dikatakan, tindakan para pelaku merupakan pelanggaran hukum dan atensi masuk HAM Internasional.

“Apapun alasannya kasus ini tidak bisa dibenarkan. Pelayanan transportasi dan kesehatan sangat vital karena berhubungan langsung dengan masyarakat, dengan tujuan untuk membangun peradaban,” tegas Luky.

Aksi teror yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kata Luky, akan sangat berdampak terhadap mengganggunya penyelenggaraan pembangunan.

“Pemerintah daerah, TNI-Polri perlu lebih tanggap dan selalu waspada terhadap pergerakan semua kelompok kriminal yang sengaja menghambat aspek pembangunan dalam NKRI,” tandasnya.

Seperti diberitakan media ini kemarin, dalam kasus tersebut, selain pilot tewas ditembak, KKB juga membakar helikopter serta sempat menyandera empat empat tenaga medis dan dua Balita yang ikut dalam penerbangan itu.

Keempat tenaga medis yang hendak kembali bertugas di Puskesmas Alama itu yaitu, Kolariak Gwijangge (kepala tata usaha), Hasmaya (bidan), Naomi Kambu (gizi) dan Demianus Pakege (bagian umum).

Saulus Pokniangge, Kepala Puskesmas Alama mengatakan, dirinya sangat menyayangkan terjadinya peristiwa itu.

Menurutnya, selama dua tahun pihaknya sudah melakukan kontrak dengan perusahaan pemilik helikopter untuk mengangkut tenaga kesehatan dari Timika ke Alama dan sebaliknya.

Selama dua tahun ini semua aktivitas berjalan normal tanpa ada gangguan keamanan. “Kenapa ini bisa terjadi, sungguh sangat disayangkan,” ujarnya.

Sesuai petunjuk Kepala Dinas Kesehatan Mimika, hari ini Selasa 6 Agustus 2024, delapan tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Alama dievakuasi ke Timika.

Ini bertujuan agar para tenaga kesehatan tidak mengalami trauma berkepanjangan, apalagi situasi di Alama pasca peristiwa itu belum kondusif. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

8 Mei 2026
Dua Ladang Ganja Siap Panen Ditemukan di Distrik Oksibil, Pangkogabwilhan III: Diduga Milik OPM

Dua Ladang Ganja Siap Panen Ditemukan di Distrik Oksibil, Pangkogabwilhan III: Diduga Milik OPM

8 Mei 2026
Lima Warga Sipil Dilaporkan Luka-Luka dalam Insiden Penembakan di Tembagapura

Lima Warga Sipil Dilaporkan Luka-Luka dalam Insiden Penembakan di Tembagapura

8 Mei 2026
Tim Advance KTNA Papua Tengah Kunjungi DPR Provinsi Gorontalo, Perkuat Koordinasi PENAS XVII

Tim Advance KTNA Papua Tengah Kunjungi DPR Provinsi Gorontalo, Perkuat Koordinasi PENAS XVII

8 Mei 2026
TNI ‘Bersihkan’ Tambang Emas Ilegal di Papua Tengah, Amankan 10 Unit Alat Berat

TNI ‘Bersihkan’ Tambang Emas Ilegal di Papua Tengah, Amankan 10 Unit Alat Berat

8 Mei 2026
Situasi Kamtibmas di Kapiraya-Mimbarteng Kondusif, Aktivitas Warga Berjalan Normal

Situasi Kamtibmas di Kapiraya-Mimbarteng Kondusif, Aktivitas Warga Berjalan Normal

8 Mei 2026

POPULER

  • Praka Aprianus Gugur di Papua: Harapan Ibunya Terkalahkan dengan Niat Bahagiakan Orang Tua

    Praka Aprianus Gugur di Papua: Harapan Ibunya Terkalahkan dengan Niat Bahagiakan Orang Tua

    629 shares
    Bagikan 252 Tweet 157
  • Belum Ada Hasil Evaluasi, 133 Kepala Kampung di Mimika Diminta Tetap Aktif Bekerja

    616 shares
    Bagikan 246 Tweet 154
  • Dari Rp46 Miliar, Hanya Tersisa Rp5 Miliar untuk Operasional Satpol PP Mimika

    590 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • “Kau Keluar Kau Aman”, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Timika, Tiga Pelaku Diburu

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Dugaan Korupsi Proyek Lahan Perkebunan Rp22,5 Miliar, Kejari Mimika Periksa Delapan Saksi

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Jalan Poros Timika-Mapurujaya Kembali Memakan Korban, Seorang Wiraswasta Tewas di TKP

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Pejabat BPKAD Terlibat: Komisi Yudisial Pantau Sidang Dugaan Korupsi Pengadaan ATK Rp4,1 Miliar

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
Jelang HUT RI ke-79, Polres Segera Tertibkan Peredaran Miras dan THM

Jelang HUT RI ke-79, Polres Segera Tertibkan Peredaran Miras dan THM

Tiga Helikopter TNI Berangkat Menuju Alama Evakuasi Korban Penembakan KKB

Tiga Helikopter TNI Berangkat Menuju Alama Evakuasi Korban Penembakan KKB

Jenazah Mr Glen, Pilot Helikopter yang Dibunuh KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Jenazah Mr Glen, Pilot Helikopter yang Dibunuh KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id