ADVERTISEMENT
Jumat, April 10, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Pasokan Petani Lokal Menurun Drastis, Harga Cabai di Timika Melambung Tinggi

Kalau cuaca hujan ekstrem begini, hampir semua tanaman susah pertumbuhannya. Pembibitan juga susah karena memang butuh sinar matahari.

13 Juli 2024
0
Pasokan Petani Lokal Menurun Drastis, Harga Cabai di Timika Melambung Tinggi

Nampak barang jualan Ibu Eca, di Pasar Sentral, Jalan Hasannudin Timika. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Harga sejumlah komoditas bahan kebutuhan pokok yang dijual pedagang di Pasar Sentral, Jalan Hasannudin Timika, Papua Tengah terus merangkak naik.

Salah satu komoditas yang paling tinggi mengalami kenaikan harga yakni, cabe rait dan cabe keriting.

ADVERTISEMENT

Dalam beberapa hari terakhir ini, pedagang di pasar terbesar di Timika itu melepas dengan harga Rp120 ribu per kilogram.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dengan demikian harga cabe naik Rp40 ribu dari harga sebelumnya Rp80 ribu per kilogramnya.

Baca Juga

Residivis Narkoba Ditangkap di Timika, Polisi Sita Puluhan Paket Sabu

Perkuat Pengamanan Pasca Insiden Berdarah, BKO Mabes Polri Tiba di Dogiyai

Selain cabe, ada beberapa komoditas lain yang juga mengalami kenaikan harga. Diantaranya, tomat, bawang putih, dan kentang.

Ibu Eca, salah satu pedagang mengatakan untuk harga tomat dari Rp30 ribu per kilogram, naik menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Sedangkan bawang putih dari Rp40 ribu per kilogram, naik hingga Rp45 ribu per kilogram.

Begitu pun harga kentang dari Rp20 ribu per kilogram, naik menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Berdasarkan pengakuan para pedagang di Pasar Sentral Timika ini, kenaikan harga disebabkan karena kurangnya stok di pasaran.

“Ini lagi naik semua harganya karena stok kurang, khususnya yang dari lokal Timika beberapa minggu belakangan ini sangat sedikit,” ujar ibu Eca.

Menurutnya, hampir sebagian besar komoditas yang dijual saat ini adalah barang kiriman dari jawa atau diambil dari luar Kabupaten Mimika.

Kurangnya stok komoditas lokal ini diakui oleh Nanang, salah satu petani di kawasan SP4, Timika.

Nanang mengaku hampir sebagian besar tanamannya mengalami gagal panen akibat faktor cuaca.

“Kalau cuaca hujan ekstrem begini, hampir semua tanaman susah pertumbuhannya. Pembibitan juga susah karena memang butuh sinar matahari,” jelas Nanang.

Dengan tingginya curah hujan di Timika mengakibatkan daun tanaman menjadi keriting.

“Kalau gak keriting yah dia cacar seperti ini,” jelasnya sembari memperlihatkan tanaman cabai yang ia tanam sejak tiga bulan lalu.

Nanang mengaku dari 6.000 bibit cabai yang ditanam, hampir semuanya terkena cacar dan daunya mulai kriting.

“Kalau cuaca tidak ekstrem hasil panennya bisa dua sampai tiga kuintal. Tapi ini bisa dilihat sendiri cuma tiga empat kiloan saja,” papar Nanang.

Dikatakan, dirinya sudah mengeluarkan modal sebesar Rp20 juta terhitung sejak awal penanamannya.

“Saya kemarin tanam tiga gulung itu modalnya Rp15 juta sampai Rp20 juta. Sama sekali tidak balik modal. Paling baliknya gak sampai satu persen, karena semua cacar, tidak ada yang berhasil. Saya rencana mau semprot lagi ini untuk tanam yang lain,” keluhnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Residivis Narkoba Ditangkap di Timika, Polisi Sita Puluhan Paket Sabu

Residivis Narkoba Ditangkap di Timika, Polisi Sita Puluhan Paket Sabu

10 April 2026
Perkuat Pengamanan Pasca Insiden Berdarah, BKO Mabes Polri Tiba di Dogiyai

Perkuat Pengamanan Pasca Insiden Berdarah, BKO Mabes Polri Tiba di Dogiyai

9 April 2026
Kolaborasi Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Kru Pesawat Pastikan Kelancaran Pengangkutan Logistik di Intan Jaya

Kolaborasi Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Kru Pesawat Pastikan Kelancaran Pengangkutan Logistik di Intan Jaya

9 April 2026
Turun Rp1 Triliun, Dana Otsus Enam Provinsi di Papua 2026 Sebesar Rp9 Triliun, Aceh Batal  Dipangkas

Penyaluran Dana Otsus Tahap I Mencapai 95 Persen, Ribka: Sudah Masuk Rekening Kas Umum Daerah

9 April 2026
Dua Honorer Nekat Curi Patung Kasuari di Kantor Gubernur, Jual Kiloan, Ditangkap Polisi

Dua Honorer Nekat Curi Patung Kasuari di Kantor Gubernur, Jual Kiloan, Ditangkap Polisi

9 April 2026
Persela Percaya Diri Mampu Tumbangkan Persipura, Boyong 18 Pemain ‘Siap Tempur’ ke Papua

Persela Percaya Diri Mampu Tumbangkan Persipura, Boyong 18 Pemain ‘Siap Tempur’ ke Papua

9 April 2026

POPULER

  • Buntut Peristiwa Dogiayai Berdarah, Kapolda Papua Copot Kompol Yocbeth Mince Mayor

    Buntut Peristiwa Dogiayai Berdarah, Kapolda Papua Copot Kompol Yocbeth Mince Mayor

    605 shares
    Bagikan 242 Tweet 151
  • Perkuat Pengamanan Pasca Insiden Berdarah, BKO Mabes Polri Tiba di Dogiyai

    591 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • Aroma Dugaan Korupsi Proyek Lahan di Mimika Menguat, Kasus Senilai Rp22,5 Miliar Naik Tahap Penyidikan

    590 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • Pemkab Mimika Tetapkan WFH Setiap Jumat, Berikut Daftar Pejabat dan Unit Kerja yang Tetap Bekerja di Kantor

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • TNI AD Siap Bentuk Kodam Papua Tengah

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Terekam CCTV, Seorang Pria Tewas Dihabisi di Halaman Masjid Al-Azhar Timika

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Dua Unit Rumah di Timika Dilalap Api, 14 Ekor Babi Ikut Terbakar

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
KPU Beberkan Jumlah Pemilih Potensial di Pilgub Papua Tengah 1.076.467 Orang

KPU Beberkan Jumlah Pemilih Potensial di Pilgub Papua Tengah 1.076.467 Orang

Paslon Perseorangan Hanya Kabupaten Deiyai dan Dogiyai

Paslon Perseorangan Hanya Kabupaten Deiyai dan Dogiyai

Lokasi Longsor yang Memakan Tujuh Korban Jiwa di Distrik Tembagapura Disebut Warga Setempat ‘Wini’

Lokasi Longsor yang Memakan Tujuh Korban Jiwa di Distrik Tembagapura Disebut Warga Setempat ‘Wini’

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id