ADVERTISEMENT
Jumat, Agustus 7, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua

Pamit Tinggalkan Timika, Mantan Pj Bupati Valentinus Titipkan Pesan yang Mengesankan

Bila kita tidak bisa menjadi jalan besar, cukuplah menjadi jalan setapak yang bisa dilalui orang. Bila kita tidak bisa menjadi matahari, cukuplah menjadi lentera yang dapat menerangi sekitar kita.

5 September 2023
0
Pamit Tinggalkan Timika, Mantan Pj Bupati Valentinus Titipkan Pesan yang Mengesankan

Mantan Pj Bupati Kabupaten Mimika, Valentinus S. Sumito, S.IP.,M.Si(foto koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Valentinus S. Sumito. S.IP, M.Si secara resmi telah melepaskan jabatan sebagai Penjabat Bupati Mimika, Senin 4 September 2023.

Pelepasan jabatan ditandai dengan penyerahan serah terima jabatan (Sertijab) dari Valentinus kepada Bupati Mimika, Dr. Eltinus Omaleng, SE, MH dan penandatanganan berita acara pengaktifan kembali Eltinus Omaleng yang disaksikan Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk.

ADVERTISEMENT

Sebelum pamit mundur meninggalkan Timika, ibukota Kabupaten Mimika yang selama dua bulan lebih atau sejak dilantik sebagai Pj Bupati tanggal 20 Juni 2023, Valentinus sempat menitipkan pesan dan nasehat yang cukup indah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Nasehat itu bisa menjadi bahan renungan semua kalangan, namun lebih khusus kepada mereka yang saat ini dipercayakan memegang suatu jabatan tertentu.

Baca Juga

Bawa 940 Gram Ganja, Penumpang Asal Wamena Diamankan di Bandara Sentani

YPMAK Perpanjang Kemitraan dengan RS Soeharso, Pastikan Pasien Papua Tetap Terlayani

“ Moment Sertijab ini menjadi kesempatan yang sangat luar biasa. Saya mau menunjukan kepada semua bahwa apa yang dipermasalahkan di dua setengah bulan yang lalu tentang kehadiran saya di Timika itu tidak beralasan,” kata Valentinus mengawali sambutan pada acara Sertijab di Graha Eme Yauware.

Pernyataan Valentinus seakan menunjukan bahwa kehadirannya di Timika tidak mempunyai kepentingan sebagaimana diprediksi banyak orang. Tetapi keberadaannya adalah murni melaksanakan perintah tugas oleh atasannya untuk mengisi kekosongan jabatan pimpinan daerah.

Valentinus membuktikan pernyataannya ketika usai dilantik sebagai Pj Bupati Mimika. Bahwa dirinya akan langsung menyerahkan jabatan setelah adanya putusan bebas terhadap kasus yang menjerat Eltinus Omaleng.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengaktifan kembali Eltinus Omaleng tanggal 31 Agustus dan Kemendagri menerima surat pengajuan permohonan pengaktifan kembali dari kuasa hukum Eltinus Omaleng pada 2 Agustus 2023.

Hanya dalam waktu dua hari Valentinus langsung membuktikan pernyataannya dengan melaksanakan Sertijab. “ Saya sudah terima SK pemberhentian sebagai Pj Bupati dan SK pengaktifan kembali Eltinus Omaleng tanggal 1 September. Jadi saya langsung mempersiapkan memori Sertijab,” ujar Valentinus yang langsung menghubungi Koranpapua.id, Minggu 3 September atau sehari sebelum pelaksanaan Sertijab.

Keputusan cepat menyerahkan kembali jabatan kepada Eltinus Omaleng, Valentinus ingin memberikan pelajaran berarti kepada semua pejabat bahwa jabatan tidak abadi, dan harus dengan sukacita menyerahkan ketika masa jabatan telah berakhir.

Tidak sampai disitu, Valentinus juga menitipkan nasehat yang sangat mengesankan yang disampaikan pada akhir sambutannya setelah menyerahkan jabatannya kepada Bupati Eltinus Omaleng.

Berikut pesan dan nasehat yang dikemas cukup indah tersebut :

“ Saya mendapatkan nasehat seperti halnya saya pertama kali mendapatkan kepercayaan dari Kemendagri sebagai Pj Bupati Mimika. Nasehat ini saya dapat dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Hidup itu seperti uang yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Ketika orang memuji milikku aku berkata bahwa ini hanya titipan saja.

Bahwa mobilku adalah titipannya. Bahwa rumahku adalah titipannya, bahwa hartaku adalah titipannya. Bahwa putra putriku hanyalah titipannya.

Tetapi mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan kepadaku, untuk apa Dia menitipkan semuanya kepadaku ?

Dan kalau bulan milikku apa yang seharusnya aku lakukan untuk milikNya ini. Mengapa hatiku terasa berat ketika titipan itu diminta kembali olehnya.

Malahan ketika diminta kembali ku sebut itu sebagai musibah, ku sebut itu sebagai ujian, ku sebut itu sebagai petaka. Ku sebut itu apa saja untuk melukiskan bahwa semua itu adalah derita.

Ketika aku berdoa kuminta titipan yang cocok dengan kebutuhan duniawi. Aku ingin lebih banyak harta. Aku ingin lebih banyak mobil, aku ingin lebih banyak popularitas dan ku tolak sakit, ku tolak kemiskinan seolah semua derita adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasihnya harus berjalan seperti penyelesaian matematika dan sesuai dengan kehendakku. Aku rajin beribadah maka selayaklah derita itu jauh dariku, dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku.

Betapa curangnya aku. Ku perlakukan dia seolah mitra dagangku dan bukan sebagai kekasih. Kuminta dia membalas kebaikanku dan menolak keputusannya yang tidak sesuai dengan keinginanku.

Allah.. padahal setiap hari kuucapkan hidup dan matiku hanyalah untukMu. Yah Allah.. ampunilah aku. Yah Allah mulai hari ini ajari aku agar selalu menjadi pribadi yang selalu bersyukur dalam setiap keadaan.

Dan menjadi bijaksana dan mau menuruti kehendakMu saja yah Allah, sebab aku yakin Engkau memberikan anugerah dalam hidupku, kehendakMu adalah yang terbaik bagiku.

Ketika aku ingin hidup kaya, aku lupa bahwa hidup itu sendiri adalah sebuah kekayaan. Ketika aku berat untuk memberi, aku lupa bahwa semua yang aku miliki adalah semua pemberian.

Ketika aku ingin menjadi orang yang terkuat, aku lupa bahwa dalam kelemahan Tuhan memberikan aku kekuatan. Ketika aku takut rugi, aku lupa bahwa hidupku adalah sebuah keberuntungan karena anugerahNya.

Ternyata hidup ini sangat indah ketika kita selalu bersyukur kepadaNya. Bukan karena hari ini kita bahagia, tetapi karena kita bahagia maka hari ini menjadi indah.

Bukan karena tak ada rintangan menjadi optimis, tetapi karena kita optimis rintangan akan menjadi terasa. Bukan karena mudah kita yakin bisa, tetapi karena kita yakin maka itu bisa.

Bukan karena semua baik kita tersenyum, tetapi karena kita tersenyum maka semua menjadi baik. Tak ada hari yang menyulitkan kita, kecuali kita sendiri yang membuat sulit.

Bila kita tidak bisa menjadi jalan besar, cukuplah menjadi jalan setapak yang bisa dilalui orang. Bila kita tidak bisa menjadi matahari, cukuplah menjadi lentera yang dapat menerangi sekitar kita. Bila kita tidak bisa berbuat sesuatu untuk seseorang, maka berdoalah untuk kebaikan. (Redaksi)

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Bawa 940 Gram Ganja, Penumpang Asal Wamena Diamankan di Bandara Sentani

Bawa 940 Gram Ganja, Penumpang Asal Wamena Diamankan di Bandara Sentani

6 Agustus 2026
YPMAK Perpanjang Kemitraan dengan RS Soeharso, Pastikan Pasien Papua Tetap Terlayani

YPMAK Perpanjang Kemitraan dengan RS Soeharso, Pastikan Pasien Papua Tetap Terlayani

6 Agustus 2026
Protes Sengketa Lahan: Warga Palang Jalan Depan Perumahan Pemda SP 2 Timika, Tuntut Pemerintah Turun Tangan  

Protes Sengketa Lahan: Warga Palang Jalan Depan Perumahan Pemda SP 2 Timika, Tuntut Pemerintah Turun Tangan  

6 Agustus 2026
Pemkab Mimika Perkuat Pelayanan Dasar, OPD Diminta Maksimalkan Capaian Standar Pelayanan Minimal

Pemkab Mimika Perkuat Pelayanan Dasar, OPD Diminta Maksimalkan Capaian Standar Pelayanan Minimal

6 Agustus 2026
Dihantam Ombak di Perairan Manasari-Mimika, Speed Boat Bermuatan Satu Ton Mangga Tenggelam

Dihantam Ombak di Perairan Manasari-Mimika, Speed Boat Bermuatan Satu Ton Mangga Tenggelam

6 Agustus 2026
“Jangan Buang Sampah Sembarangan” Pesan Keras Warga Kwamki Baru: Kami yang Menanggung Banjirnya

“Jangan Buang Sampah Sembarangan” Pesan Keras Warga Kwamki Baru: Kami yang Menanggung Banjirnya

6 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    661 shares
    Bagikan 264 Tweet 165
  • Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Timika, Penyebab Belum Diketahui

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Lima Pekerja Proyek Jalan PT SHJ Tewas Ditembak di Tolikara, Satu Korban Belum Dievakuasi

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Polres Mimika Tolak Izin Demo KNPB 3 Agustus, Massa Terancam Ditangkap Jika Memaksa

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Taruna Akpol Asal Papua Barat Daya Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Penyebabnya

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Kecelakaan Tunggal di Jalan Irigasi Timika, Pengendara Kabur Tinggalkan Motor

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Pj Gubernur Papua Tengah Minta Bupati Eltinus Turunkan Angka Stunting dan Kemiskinan Ekstrim

Pj Gubernur Papua Tengah Minta Bupati Eltinus Turunkan Angka Stunting dan Kemiskinan Ekstrim

Masyarakat Diajak Dukung Bupati Omaleng, Ribka Haluk: Kasus Eltinus Omaleng Jadi Pembelajaran Hukum bagi Semua

Masyarakat Diajak Dukung Bupati Omaleng, Ribka Haluk: Kasus Eltinus Omaleng Jadi Pembelajaran Hukum bagi Semua

Tokoh Agama Apresiasi Kinerja Mantan Pj Bupati Mimika

Tokoh Agama Apresiasi Kinerja Mantan Pj Bupati Mimika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id