ADVERTISEMENT
Senin, Agustus 10, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua

Pamit Tinggalkan Timika, Mantan Pj Bupati Valentinus Titipkan Pesan yang Mengesankan

Bila kita tidak bisa menjadi jalan besar, cukuplah menjadi jalan setapak yang bisa dilalui orang. Bila kita tidak bisa menjadi matahari, cukuplah menjadi lentera yang dapat menerangi sekitar kita.

5 September 2023
0
Pamit Tinggalkan Timika, Mantan Pj Bupati Valentinus Titipkan Pesan yang Mengesankan

Mantan Pj Bupati Kabupaten Mimika, Valentinus S. Sumito, S.IP.,M.Si(foto koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Valentinus S. Sumito. S.IP, M.Si secara resmi telah melepaskan jabatan sebagai Penjabat Bupati Mimika, Senin 4 September 2023.

Pelepasan jabatan ditandai dengan penyerahan serah terima jabatan (Sertijab) dari Valentinus kepada Bupati Mimika, Dr. Eltinus Omaleng, SE, MH dan penandatanganan berita acara pengaktifan kembali Eltinus Omaleng yang disaksikan Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk.

ADVERTISEMENT

Sebelum pamit mundur meninggalkan Timika, ibukota Kabupaten Mimika yang selama dua bulan lebih atau sejak dilantik sebagai Pj Bupati tanggal 20 Juni 2023, Valentinus sempat menitipkan pesan dan nasehat yang cukup indah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Nasehat itu bisa menjadi bahan renungan semua kalangan, namun lebih khusus kepada mereka yang saat ini dipercayakan memegang suatu jabatan tertentu.

Baca Juga

Tingkatkan Kesadaran Remaja: Mahasiswa KKN UNEJ Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Pernikahan Dini 

Penembakan di Pintu Masuk FBLB Jayawijaya, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

“ Moment Sertijab ini menjadi kesempatan yang sangat luar biasa. Saya mau menunjukan kepada semua bahwa apa yang dipermasalahkan di dua setengah bulan yang lalu tentang kehadiran saya di Timika itu tidak beralasan,” kata Valentinus mengawali sambutan pada acara Sertijab di Graha Eme Yauware.

Pernyataan Valentinus seakan menunjukan bahwa kehadirannya di Timika tidak mempunyai kepentingan sebagaimana diprediksi banyak orang. Tetapi keberadaannya adalah murni melaksanakan perintah tugas oleh atasannya untuk mengisi kekosongan jabatan pimpinan daerah.

Valentinus membuktikan pernyataannya ketika usai dilantik sebagai Pj Bupati Mimika. Bahwa dirinya akan langsung menyerahkan jabatan setelah adanya putusan bebas terhadap kasus yang menjerat Eltinus Omaleng.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengaktifan kembali Eltinus Omaleng tanggal 31 Agustus dan Kemendagri menerima surat pengajuan permohonan pengaktifan kembali dari kuasa hukum Eltinus Omaleng pada 2 Agustus 2023.

Hanya dalam waktu dua hari Valentinus langsung membuktikan pernyataannya dengan melaksanakan Sertijab. “ Saya sudah terima SK pemberhentian sebagai Pj Bupati dan SK pengaktifan kembali Eltinus Omaleng tanggal 1 September. Jadi saya langsung mempersiapkan memori Sertijab,” ujar Valentinus yang langsung menghubungi Koranpapua.id, Minggu 3 September atau sehari sebelum pelaksanaan Sertijab.

Keputusan cepat menyerahkan kembali jabatan kepada Eltinus Omaleng, Valentinus ingin memberikan pelajaran berarti kepada semua pejabat bahwa jabatan tidak abadi, dan harus dengan sukacita menyerahkan ketika masa jabatan telah berakhir.

Tidak sampai disitu, Valentinus juga menitipkan nasehat yang sangat mengesankan yang disampaikan pada akhir sambutannya setelah menyerahkan jabatannya kepada Bupati Eltinus Omaleng.

Berikut pesan dan nasehat yang dikemas cukup indah tersebut :

“ Saya mendapatkan nasehat seperti halnya saya pertama kali mendapatkan kepercayaan dari Kemendagri sebagai Pj Bupati Mimika. Nasehat ini saya dapat dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Hidup itu seperti uang yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Ketika orang memuji milikku aku berkata bahwa ini hanya titipan saja.

Bahwa mobilku adalah titipannya. Bahwa rumahku adalah titipannya, bahwa hartaku adalah titipannya. Bahwa putra putriku hanyalah titipannya.

Tetapi mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan kepadaku, untuk apa Dia menitipkan semuanya kepadaku ?

Dan kalau bulan milikku apa yang seharusnya aku lakukan untuk milikNya ini. Mengapa hatiku terasa berat ketika titipan itu diminta kembali olehnya.

Malahan ketika diminta kembali ku sebut itu sebagai musibah, ku sebut itu sebagai ujian, ku sebut itu sebagai petaka. Ku sebut itu apa saja untuk melukiskan bahwa semua itu adalah derita.

Ketika aku berdoa kuminta titipan yang cocok dengan kebutuhan duniawi. Aku ingin lebih banyak harta. Aku ingin lebih banyak mobil, aku ingin lebih banyak popularitas dan ku tolak sakit, ku tolak kemiskinan seolah semua derita adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasihnya harus berjalan seperti penyelesaian matematika dan sesuai dengan kehendakku. Aku rajin beribadah maka selayaklah derita itu jauh dariku, dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku.

Betapa curangnya aku. Ku perlakukan dia seolah mitra dagangku dan bukan sebagai kekasih. Kuminta dia membalas kebaikanku dan menolak keputusannya yang tidak sesuai dengan keinginanku.

Allah.. padahal setiap hari kuucapkan hidup dan matiku hanyalah untukMu. Yah Allah.. ampunilah aku. Yah Allah mulai hari ini ajari aku agar selalu menjadi pribadi yang selalu bersyukur dalam setiap keadaan.

Dan menjadi bijaksana dan mau menuruti kehendakMu saja yah Allah, sebab aku yakin Engkau memberikan anugerah dalam hidupku, kehendakMu adalah yang terbaik bagiku.

Ketika aku ingin hidup kaya, aku lupa bahwa hidup itu sendiri adalah sebuah kekayaan. Ketika aku berat untuk memberi, aku lupa bahwa semua yang aku miliki adalah semua pemberian.

Ketika aku ingin menjadi orang yang terkuat, aku lupa bahwa dalam kelemahan Tuhan memberikan aku kekuatan. Ketika aku takut rugi, aku lupa bahwa hidupku adalah sebuah keberuntungan karena anugerahNya.

Ternyata hidup ini sangat indah ketika kita selalu bersyukur kepadaNya. Bukan karena hari ini kita bahagia, tetapi karena kita bahagia maka hari ini menjadi indah.

Bukan karena tak ada rintangan menjadi optimis, tetapi karena kita optimis rintangan akan menjadi terasa. Bukan karena mudah kita yakin bisa, tetapi karena kita yakin maka itu bisa.

Bukan karena semua baik kita tersenyum, tetapi karena kita tersenyum maka semua menjadi baik. Tak ada hari yang menyulitkan kita, kecuali kita sendiri yang membuat sulit.

Bila kita tidak bisa menjadi jalan besar, cukuplah menjadi jalan setapak yang bisa dilalui orang. Bila kita tidak bisa menjadi matahari, cukuplah menjadi lentera yang dapat menerangi sekitar kita. Bila kita tidak bisa berbuat sesuatu untuk seseorang, maka berdoalah untuk kebaikan. (Redaksi)

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tingkatkan Kesadaran Remaja: Mahasiswa KKN UNEJ Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Pernikahan Dini 

Tingkatkan Kesadaran Remaja: Mahasiswa KKN UNEJ Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Pernikahan Dini 

9 Agustus 2026
Manfaatkan Google Maps, Mahasiswa KKN UNEJ Lakukan Pemetahan Lokasi UMKM di Lima Dusun Desa Pujerbaru

Manfaatkan Google Maps, Mahasiswa KKN UNEJ Lakukan Pemetahan Lokasi UMKM di Lima Dusun Desa Pujerbaru

9 Agustus 2026
Penembakan di Pintu Masuk FBLB Jayawijaya, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

Penembakan di Pintu Masuk FBLB Jayawijaya, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

9 Agustus 2026
DPO KKB GW Dilumpuhkan di Tembagapura, Satgas Gabungan Masih Buru Jejaknya di Hutan

DPO KKB GW Dilumpuhkan di Tembagapura, Satgas Gabungan Masih Buru Jejaknya di Hutan

9 Agustus 2026
Delapan Tahun Tanpa Sekolah, Anak-anak Banti Akhirnya Punya Harapan Kembali ke Ruang Kelas

Delapan Tahun Tanpa Sekolah, Anak-anak Banti Akhirnya Punya Harapan Kembali ke Ruang Kelas

9 Agustus 2026
666 Tahun Islam Masuk Fakfak, Sekretaris PWM Papua Barat: Bukan Sekadar Hitungan Waktu

666 Tahun Islam Masuk Fakfak, Sekretaris PWM Papua Barat: Bukan Sekadar Hitungan Waktu

9 Agustus 2026

POPULER

  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pangkogabwilhan III Ultimatum OPM Usai Empat Pekerja Jalan di Tolikara Tewas Ditembak

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Kepala SPPG Papua Dicopot Buntut Kasus Keracunan Makanan Bergizi Gratis 

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Bupati Johannes Rettob Warning Kepala OPD yang Absen di Pembahasan LKPJ DPRK

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Pj Gubernur Papua Tengah Minta Bupati Eltinus Turunkan Angka Stunting dan Kemiskinan Ekstrim

Pj Gubernur Papua Tengah Minta Bupati Eltinus Turunkan Angka Stunting dan Kemiskinan Ekstrim

Masyarakat Diajak Dukung Bupati Omaleng, Ribka Haluk: Kasus Eltinus Omaleng Jadi Pembelajaran Hukum bagi Semua

Masyarakat Diajak Dukung Bupati Omaleng, Ribka Haluk: Kasus Eltinus Omaleng Jadi Pembelajaran Hukum bagi Semua

Tokoh Agama Apresiasi Kinerja Mantan Pj Bupati Mimika

Tokoh Agama Apresiasi Kinerja Mantan Pj Bupati Mimika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id