ADVERTISEMENT
Kamis, Januari 22, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Keamanan

Tolak Pembangunan Pagar, Warga Minta Manajemen RSUD Perhatikan Kesepakatan Tahun 2022

Dalam kesepakatan itu, meskipun dibangun pagar tetapi pihak RSUD tetap membuka akses pintu keluar masuk bagi warga terdampak pembangunan RSUD. Namun yang terjadi sekarang ada keputusan baru, sepihak dan bertolak belakang dengan kesepakatan sebelumnya.

2 Agustus 2023
0
Warga memasang spanduk penolakan pembangunan pagar keliling RSUD Mimika, Selasa 1 Agustus 2023. (Foto: Ist./Koranpapua.id)

Warga memasang spanduk penolakan pembangunan pagar keliling RSUD Mimika, Selasa 1 Agustus 2023. (Foto: Ist./Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Warga RT 02 dan 03, Kampung Mawokauw Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah menolak pembangunan pagar keliling area Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika.

Bentuk penolakan tersebut, warga memasang spanduk bertuliskan ‘Stop….!!! Pembangunan pagar sepanjang jalan masuk depan kios, sebab menutup mata pencaharian kami. Timika 31 Juli 2023’. Spanduk penolakan ini dipasang warga hari Selasa 1 Agustus 2023, pukul 09.00 WIT.

ADVERTISEMENT

Terkait penolakan pembangunan pagar, Sem Nauw dan Yohanes Fatie pada 31 Juli telah mengirim surat kepada Direktur RSUD, dr. Antonius Pasuru.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berikut Isi Lengkap Surat Kopensasi: 

Baca Juga

Digerebek Dini Hari, Dua Terduga Pengedar Sabu Diciduk di Homestay Cartensz Timika

Harga Tiket Penerbangan Perintis di Papua Tengah Terlalu Mahal, Dijual Rp1,5 Juta hingga Rp3,5 Juta

Dengan hormat. Pembangunan Pagar Keliling Rumah Sakit yang sedang dikerjakan akan segera menutup dan memutuskan mata pencarian kami secara permanen, tentunya kehilangan sumber pendapatan yang menunjang kehidupan sehari-hari, kami meminta kiranya bapak direktur bijak mempertegas pemberian kompensasi yang manusiawi dan layak.

Kami menolak sementara memasukan surat permohonan berjualan di dalam kantin rumah sakit yang akan dibebani biaya sewa. Pekerjaan pagar di depan kios tolong dikosongkan dulu sebelum kami menerima jawaban tertulis dari bapak direktur.

Demikian surat ini kami ajukan kiranya ditindaklanjuti, atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. Surat tersebut dengan tembusan Kepala Kampung Mawokauw Jaya dan Ketua RT 02 dan 03.

Kepada Koranpapua.id, Yohanis Fatie berharap pihak manajemen RSUD Mimika memperhatikan kesepakatan awal yang dibuat bersamaan dengan kegiatan sosialisasi Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang berlangsung di Hotel Horison Ultima tahun 2022.

Dimana dalam kesepakatan itu, meskipun dibangun pagar tetapi pihak RSUD tetap membuka akses pintu keluar masuk bagi warga terdampak pembangunan RSUD. Namun yang terjadi sekarang ada keputusan baru, sepihak dan bertolak belakang dengan kesepakatan sebelumnya.

Untuk diketahui pada sosialisasi Amdal juga dihadiri Kepala Distrik Wania, Ricard Nelson Wakum yang diwakili oleh Amin Gredenggo, Sekretaris Distrik Wania, Edison Rafra, Kepala Kampung Mawokauw Jaya bersama warga terdampak.

Karenanya Yohanis berharap pada mediasi antara pihak RSUD dan warga terdampak pada Kamis 3 Agustus, pihak kepolisian harus menghadirkan pihak-pihak terkait yang pernah hadir dalam sosialisasi Amdal ini.

“Dengan tidak melaksanakan kesepakatan ini, seolah-olah pertemuan itu hanya sebatas mengibuli masyarakat,” tandasnya. Warga membuka kios di sekitar RSUD bukan untuk mengumpulkan kekayaan, tetapi setidaknya bisa membantu ekonomi warga sehari-hari.

Yohanis bahkan mempertanyakan rekomendasi Amdal RSUD Mimika yang dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup atas dampak bagi warga sekitar.

“Saya juga mempertanyakan pernyataan Direktur RSUD yang katanya dalam rapat dengan warga, bahwa Wakil Presiden, KH. Ma’ruf Amin dan Panglima menegur dirinya karena belum dibangunnya pagar di area rumah sakit,” tandas Yohanis.

Luky Mahakena, Humas RSUD Mimika saat dihubungi Rabu 2 Agustus menjelaskan, masalah tersebut sudah pernah diselesaikan melalui pertemuan dengan Direktur RSUD dr. Anton Pasulu.

Namun pada Selasa 1 Agustus warga kembali memasang spanduk penolakan pembangunan pagar. Dirinya mendapatkan perintah dari Direktur RSUD untuk bertemu warga, namun pertemuan itu belum ada keputusan.

Pada pertemuan bersama warga, pihak Yohanis Fatie tetap menyatakan menolak pembangunan pagar. Penolakan ini berbeda dengan hasil pertemuan sebelumnya bahwa, berdasarkan keputusan manajemen rumah sakit dengan pertimbangan kondisi keamanan, tetap membangun pagar keliling kompleks RSUD.

“Kemarin anggota Satbinmas Polres sudah datang dan kami serahkan penyelesaiannya ke Polres Mimika untuk melakukan mediasi,” jelas Luky.

Iptu Paulus Rande Ratu, SE, Kasat Binmas Polres Mimika yang dihubungi via ponselnya, Rabu 2 Agustus mengungkapkan saat kejadian anggotanya langsung turun ke lokasi.

Menurutnya, masalah ini pihak RSUD telah mengadu ke Polres Mimika untuk meminta kepolisian melakukan mediasi penyelesaian secara kekeluargaan dan sesuai aturan yang berlaku.

“Kami belum hubungi pihak warga yang menolak. Tapi rencananya besok, Kamis 3 Agustus kita mediasi mulai jam 11.00 siang di Kantor Pelayanan Polres di Jalan Cenderawasih,” jelas Paulus.

Ia berharap agar kedua pihak dapat menyelesaikan persoalan ini dengan hati yang sejuk dan pikiran yang jernih. Apalagi pembangunan pagar untuk kepentingan keamanan dalam mendukung pelayanan publik di RSUD. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Digerebek Dini Hari, Dua Terduga Pengedar Sabu Diciduk di Homestay Cartensz Timika

Digerebek Dini Hari, Dua Terduga Pengedar Sabu Diciduk di Homestay Cartensz Timika

21 Januari 2026
Harga Tiket Penerbangan Perintis di Papua Tengah Terlalu Mahal, Dijual Rp1,5 Juta hingga Rp3,5 Juta

Harga Tiket Penerbangan Perintis di Papua Tengah Terlalu Mahal, Dijual Rp1,5 Juta hingga Rp3,5 Juta

21 Januari 2026
Dugaan Korupsi Dermaga Apung, Kejati Papua Barat Tetapkan Tiga Tersangka, Kerugian Negara Rp21 Miliar

Dugaan Korupsi Dermaga Apung, Kejati Papua Barat Tetapkan Tiga Tersangka, Kerugian Negara Rp21 Miliar

21 Januari 2026

Wamendagri Desak Pemda di Papua Raya Segera Percepat Penetapan RAP Dana Otsus 2026, Termasuk Mimika

21 Januari 2026
Bibit Siklon Tropis 97S Terpantau di Utara Australia, Potensi Gelombang Tinggi Terjadi di Perairan Papua Selatan

Bibit Siklon Tropis 97S Terpantau di Utara Australia, Potensi Gelombang Tinggi Terjadi di Perairan Papua Selatan

21 Januari 2026
Kasus Dana Hibah Tahun 2013 Kembali Dipertanyakan, Desak Kejaksaan Tahan Mantan Sekretaris KPU Sarmi

Kasus Dana Hibah Tahun 2013 Kembali Dipertanyakan, Desak Kejaksaan Tahan Mantan Sekretaris KPU Sarmi

21 Januari 2026

POPULER

  • Hendak Beribadah, Ibu Rumah Tangga Ditikam dan Tewas di Depan Gerbang Gereja

    Hendak Beribadah, Ibu Rumah Tangga Ditikam dan Tewas di Depan Gerbang Gereja

    628 shares
    Bagikan 251 Tweet 157
  • Pemkab Mimika Pastikan Buka Penerimaan CPNS 2026, Kuota 274 Formasi

    590 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya Berduka, Mayor Yohanes Mate Meninggal Dunia

    586 shares
    Bagikan 234 Tweet 147
  • Oknum Pejabat Bea Cukai Papua Diduga Lakukan Pelecehan Anak di Bawah Umur, Korban Anak Rekan Kerja

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Tim Percepatan Papua Bukan Kebutuhan Mendesak, Timbulkan Tumpang Tindih Kewenangan dan Bebani APBD

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Polisi Bekuk Pelaku Perkelahian Maut yang Tewaskan Mahasiswa Papua Tengah di Bantul

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Prihatin, Mantan Aspidsus Kejati Papua Diduga Terseret Kasus Dugaan TPPU dan Gratifikasi

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
Peserta mempraktekkan mengevakuasi korban menggunakan tandu dalam pelatihan, Kamis 3 Agustus 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Kebakaran Bisa Terjadi Kapan Saja, Pj Bupati: Kemampuan Skiil Personil BPBD Mimika Perlu Ditingkatkan

Kamaluddin, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Mimika. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Januari- Juni 2023 Malaria di Mimika Capai 36.828 Kasus, Dinkes Terapkan Aplikasi SMILE untuk Pelaporan Logistik Malaria

Galeri Foto Kegiatan Pelatihan Internal Anggota BPBD Mimika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id