ADVERTISEMENT
Selasa, Oktober 20, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Tahun 2023 Angka Penderita TBC di Mimika Dua Kali Lipat Angka Nasional

Total pasien TBC sebanyak 2.223 pada tahun 2022 namun hanya 1.103 yang mendapat investigasi kontak erat pasien TBC, artinya cuma 50 persen. Oleh karena itu pemerintah mempunyai komitmen kuat untuk segera mencapal Eliminasi TBC pada tahun 2030.

13 Juni 2023
0
dr Herlina M W Soumilena(Foto.Ist/Koranpapua.id)

dr Herlina M W Soumilena(Foto.Ist/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Timika – Selain Malaria dan HIV-AIDS, salah satu persoalan kesehatan yang masih harus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Mimika yakni, penyakit TBC (tuberculosis).

Tahun 2023  Angka kejadian TBC di Mimika mencapai dua kali lipat dari angka nasional. Jika nasional 312 per 10.000 penduduk, untuk di Mimika angka TBC nya 707 per 10.000 penduduk.

Hal ini sebagaimana ditulis dr. Herlina M W Soumilena dalam artikel yang berjudul ‘ Kenali TBC Tulang Belakang Sedini Mungkin (Spondilitis TBC) ‘ yang diterima Koranpapua.id.

Herlina yang sehari-hari bekerja sebagai dokter umum di BLUD Puskesmas Karang Senang Timika itu juga menulis angka kematian akibat TBC di Mimika tercatat berjumlah 27 per 100.000 penduduk.

Baca Juga

Bahaya Kabut Asap: Anak dan Lansia Perlu Perlindungan Ekstra

Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman 36 Botol Miras Ilegal ke Oksibil

Total pasien TBC sebanyak 2.223 pada tahun 2022 namun hanya 1.103 yang mendapat investigasi kontak erat pasien TBC, artinya cuma 50 persen. Oleh karena itu  pemerintah mempunyai komitmen kuat untuk segera mencapai Eliminasi TBC pada tahun 2030.

Angka TBC di Mimika sangat banyak dan jenis (TBC) nya  bervariasi, baik itu sensitif obat yang bisa diobati, TBC yang resisten obat (butuh terapi obat jangka panjang), TBC Bakteriologis, jenis baru, dan TB, Ekstra Paru.

Sementara penyakit tuberkulosis kasus pada tahun 2020 di  Papua sebanyak 8.368 kasus dan di Papua Barat sebanyak 1.438 kasus. Untuk Provinsi Papua Tahun 2017 3.392 kasus.

Tuberkulosis merupakan penyebab kematian paling umum akibat penyakit menular di seluruh dunia. Menurut WHO Wilayah WHO South-East Asia (SEA), rumah bagi 26% populasi dunia dengan 43% beban kejadian TB (WHO Global TB Report 2021)

Diperkirakan pada tahun 2020, hampir 4,3 juta orang jatuh sakit dengan TB dan diperkirakan 700.000 meninggal (tidak termasuk kematian HIV+TB) karena penyakit tersebut yang merupakan lebih dari separuh kematian TB global yang diperkirakan 1,3 juta pada tahun tersebut.

Kematian TB menunjukkan tren peningkatan dalam lebih dari satu dekade dan sekarang sangat dekat dengan tingkat yang terlihat pada tahun 2015. setiap hari, lebih dari 4.100 orang kehilangan nyawa mereka karena TB dan hampir 28 000 orang jatuh sakit dengan penyakit yang dapat dicegah dan disembuhkan ini.

Laporan dari  Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan mengatakan TBC di Indonesia dan Global masih menjadi masalah kesehatan yang utama.

Penyakit ini merupakan satu dari 10 penyebab utama kematian dunia, dan Indonesia adalah negara dengan beban TBC peringkat ke-3 tertinggi setelah India dan China.

Berdasarkan Global TB Report 2021, diperkirakan ada 824.000 kasus TBC di Indonesia, namun pasien TBC yang berhasil ditemukan, diobati, dan dilaporkan ke dalam sistem informasi nasional hanya 393.323 (48%).

Masih ada sekitar 52% kasus TBC yang belum ditemukan atau sudah ditemukan namun belum dilaporkan. Pada tahun 2022 data per bulan September untuk cakupan penemuan dan pengobatan TBC sebesar 39% (target satu tahun TC 90%) dan angka keberhasilan pengobatan TBC sebesar 74% (target SR 90%)

Dengan mengetahui informasi, gejala,tanda, pemeriksaan dan pengobatan  dari TBC diharapkan masyarakat dan tenaga medis terampil dapat melakukan :

  1. Mengobati TBC sedini mungkin sebelum terjadi komplikasi
  2. Mengendalikan penyebaran TBC di lingkungan sekitar
  3. Memberikan Vaksin BCG pada anak
  4. Memberitahukan kepada pasien untuk minum obat TBC secara teratur  tanpa pernah putus hingga jangka waktu yang telah di tentukan.
  5. Jika muncul komplikasi diperlukan terapi pembedahan untuk  stabilisasi tulang belakang.
  6. Pemakain masker untuk mencegah penyebaran kepada orang lain.

Adapun terdapat beberapa kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit TBC,

kelompok tersebut adalah :

  1. Orang dengan HIV positif dan penyakit imunokompromais lain.
  2. Orang yang mengonsumsi obat imunosupresan dalam jangka waktu panjang.
  3. Perokok
  4. Konsumsi alkohol tinggi
  5. Anak usia < 5 Tahun dan Lansia
  6. Memiliki kontak erat dengan orang dengan penyakit TB aktif yang infeksius.Berada di tempat dengan risiko tinggi terinfeksi tuberkulosis (contoh: lembaga permasyarakatan, fasilitas perawatan jangka panjang)
  7. Petugas kesehatan (redaksi)

 

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Bahaya Kabut Asap: Anak dan Lansia Perlu Perlindungan Ekstra

Bahaya Kabut Asap: Anak dan Lansia Perlu Perlindungan Ekstra

20 Oktober 2026
Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman 36 Botol Miras Ilegal ke Oksibil

Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman 36 Botol Miras Ilegal ke Oksibil

20 Oktober 2026
Pemkab Mimika Dorong Perencanaan Kampung Berbasis Kebutuhan Warga

Pemkab Mimika Dorong Perencanaan Kampung Berbasis Kebutuhan Warga

20 Oktober 2026
DPMK Mimika Dorong 133 Kampung Susun Program Prioritas 2027

DPMK Mimika Dorong 133 Kampung Susun Program Prioritas 2027

20 Oktober 2026
Mimika Susun RAD TBC 2026–2030, Perkuat Deteksi Dini

Bapenda Mimika Siapkan Ranperbup, Lindungi Hak Wajib Pajak

20 Oktober 2026
Mimika Susun RAD TBC 2026–2030, Perkuat Deteksi Dini

Mimika Susun RAD TBC 2026–2030, Perkuat Deteksi Dini

20 Oktober 2026

POPULER

  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    645 shares
    Bagikan 258 Tweet 161
  • Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    614 shares
    Bagikan 246 Tweet 154
  • Kepala Puskesmas Atuka Apresiasi Monev Dinkes Mimika, Dorong Perbaikan Layanan

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
  • Waspada Influenza! Kenali 8 Gejala dan Cara Mencegahnya

    513 shares
    Bagikan 205 Tweet 128
  • Polisi Amankan 12 Motor Diduga Hasil Curanmor di Mimika, Dua Remaja Ditangkap

    512 shares
    Bagikan 205 Tweet 128
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Alarm Keselamatan! 26 Orang Tewas akibat Kecelakaan di Mimika

    511 shares
    Bagikan 204 Tweet 128
Next Post

Freeport, Pemkab Mimika dan YPMAK Bahas Rencana Aksi Program Kemitraan, Claus Wamafma: Kontribusi Freeport Cukup Signifikan bagi PDRB

Tahun 2023 PUPR Alokasikan Rp65 Miliar Pasang 8.000 SR Air Bersih

Tahun 2023 PUPR Alokasikan Rp65 Miliar Pasang 8.000 SR Air Bersih

Galeri Foto Rapat Kerja Penyusunan Rencana Aksi Program Kemitraan

Galeri Foto Rapat Kerja Penyusunan Rencana Aksi Program Kemitraan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id