ADVERTISEMENT
Senin, Oktober 26, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Ayub Seda Gadi, Sorang Muslim ‘Neka Tana’ Tempat Pemakaman Uskup Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr

Wilayah tanah adat tana Gadi kewenangannya berada di keturunan Gadi Gaa. Apa yang dilakukan ini merupakan melanjutkan warisan leluhur Gadi Gaa.

21 November 2023
0
Ayub Seda Gadi, Sorang Muslim ‘Neka Tana’ Tempat Pemakaman Uskup Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr

Ayub Seda Gadi melakukan ritual adat neka tana di depan Halaman Gereja Imaculata Ndona, Selasa 21 November 2023.(Foto : Ist./Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Ayub Seda Gadi, seorang muslim putra dari Mosalaki Ndona, Mohammad Nur Djou melakukan upacara adat ‘neka tana’ tempat pemakaman Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr.

Pelaksanaan ritual adat ini berlangsung, Selasa 21 November 2023 sekitar pukul 07.15.

Neka tana disaksikan pastor serta masyarakat adat Ndona persis di halaman Gereja Imaculata Ndona. Gereja ini sebelumnya menjadi pusat Paroki Umat Katolik Ndona sebelum dibangun gereja baru yang letaknya berdekatan.

Dengan dibangunnya gereja baru, maka bangunan gereja tersebut diserahkan ke Keuskupan Agung Ende.

Ayub kepada Koranpapua.id melalui sambungan telepon, Selasa siang menjelaskan, upacara neka tana yang dilakukannya menggantikan sang ayah, Mohamad Nur Djou.

Baca Juga

Konferensi Kota Toleran Mimika, Menag Berpeluang Hadir

YPMAK Dorong Akses Transportasi ke Pesisir dan Pegunungan Mimika

Ritual ini wajib dilakukan oleh tua adat (mosalaki-red) pemegang hak ulayat. Upacara neka tana ini selain untuk orang yang meninggal juga berlaku dalam setiap pembangunan rumah, gedung sekolah dan gereja.

“Ini menjadi kewenangan mosalaki pemilik hak ulayat.  Upacara kebesaran ini secara turun temurun dari leluhur kita yang menguasai hak ulayat tana gadi,” ujarnya.

Ayub menuturkan, memang banyak mosalaki tetapi untuk wilayah tanah adat tana Gadi kewenangannya berada di keturunan Gadi Gaa. Apa yang dilakukan ini merupakan melanjutkan warisan leluhur Gadi Gaa.

“Sekarang bapa di rumah sementara menjalani tugas sebagai mosalaki. Tapi bapa belum bisa keluar rumah, bapa mandatkan ke saya sebagai anak sulung laki-laki untuk jalankan amanat itu,” paparnya.

Ayub sebelum melaksanakan amat tersebut sudah terlebih dahulu berkoordinasi dengan anggota keluarga besar yang lebih tua. Semuanya menyetujui Ayub menjalankan amanat tersebut.

Ayub mengaku peristiwa ini menjadi viral karena tidak biasanya seorang muslim neka tana pertama dalam upacara adat untuk pemakaman seorang Uskup pemimpin umat gereja Katolik.

Menurut Ayub, dengan adanya peristiwa iman ini semakin melestarikan dan meningkatkan nilai-nilai toleransi masyarakat Ndona Ende yang digaungkan dari Ende ke seluruh penjuru nusantara bahkan dunia. Sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang juga digaungkan dari Ende ke seantero nusantara.

Kepergian Uskup Sensi sebagai sosok pemimpin gereja Katolik bukan hanya dirasakan oleh umat Katolik saja, tetapi dialami juga oleh umat Muslim Ndona seluruhnya.

Almarhum Uskup Mgr Sensi bagi Ayub, merupakan sosok pemimpin Gereja Katolik yang bisa masuk dan diterima oleh semua kalangan dalam kehidupan bersama di tengah masyarakat khususnya di Ndona.

“Ini merupakan suatu yang luar biasa teladan hidup yang diwariskan pemimpin Gereja lokal Ende selama ini,” kata Ayub.

Masih segar dalam ingatan Ayub, setiap hari raya raya Idul Fitri, upacara adat di Ndona Uskup Sensi bersama para imam dan biarawati dari Susteran Wajah Kudus selalu hadir bersama umat muslim.

Dalam kebersamaan itu Uskup Sensi biasanya selalu membuka diri bersama umat muslim dalam membangun nilai-nilai toleransi.

Begitupun pada hari raya Natal 25 Desember setiap tahun, umat muslim Ndona datang mengucapkan selamat kepada Uskup Sensi, para pastor dan suster Wajah Kudus.

“Kita biasanya undang pada acara halal bi halal dan bapa uskup bersama para imam serta suster hadir. Mereka selalu hadir dalam setiap acara apa saja baik keagamaan maupun adat. Kami selalu silaturahmi dengan keluarga besar keuskupan,” kisah Ayub.

Kesan lain almarhum Uskup Sensi di mata Ayub, adalah selain seorang pemimpin juga pribadi yang mudah membangun komunikasi di masyarakat.

Uskup Sensi berkomunikasi dengan siapa saja tanpa ada sekat perbedaan, berteman dan bersahabat.

“Kami sangat menghargai beliau dan menghormatinya sebagai pemimpin. Kesehariannya sangat dekat dengan umat,” kenang Ayub.

Ayub bersama keluarga besarnya di Ndona sebagai tetangga sangat merasakan kehilangan.

Sebagai bentuk turut berbela sungkawa, kata Ayub, dalam acara penguburan, Kamis 23 November 2023 panitia akan melibatkan remaja mesjid untuk menjadi pagar betis, petugas keamanan dan mengundang secara khusus ibu-ibu Majelis Ta’lim Nurul Huda Ndona. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

PMI Mimika Bagikan Masker untuk Cegah Dampak Kabut Asap

PMI Mimika Bagikan Masker untuk Cegah Dampak Kabut Asap

24 Oktober 2026
Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

24 Oktober 2026
Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

24 Oktober 2026
Cegah Stunting, PKK Mimika Sasar 48 Anak Lewat Gerakan Orang Tua Asuh

Cegah Stunting, PKK Mimika Sasar 48 Anak Lewat Gerakan Orang Tua Asuh

24 Oktober 2026
IDI Timika Gelar Bakti Sosial, Dekatkan Layanan Kesehatan ke Warga Mapurujaya

IDI Timika Gelar Bakti Sosial, Dekatkan Layanan Kesehatan ke Warga Mapurujaya

24 Oktober 2026
Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

24 Oktober 2026

POPULER

  • Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    628 shares
    Bagikan 251 Tweet 157
  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Kajian Dokumen Lemasa Belum Tuntas, Sem Bukaleng Minta Kepastian

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • DPMK Mimika Dorong 133 Kampung Susun Program Prioritas 2027

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    650 shares
    Bagikan 260 Tweet 163
  • Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
Next Post
Lurah, kepala kampung foto bersama Septinus Timang, Staf Ahli Bupati Mimika, Sekretaris Bakesbangpol Mimika, panitia dan pemateri setelah pembukaan, Rabu 22 November 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Kepala Kampung dan Lurah Distrik Miru dan Wania di Mimika Mengikuti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenkopolhukam Heri Wiranto saat menyampaikan keterangan di Jakarta, Selasa (21/11/2023). (foto. ist/koranpapuaid)

KKB Jadi Potensi Kerawanan Pemilu 2024 di Papua

ASN Bisa Langsung Dipecat Bila Lakukan Empat Tindakan Ini

ASN Bisa Langsung Dipecat Bila Lakukan Empat Tindakan Ini

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id