ADVERTISEMENT
Kamis, Januari 29, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Ayub Seda Gadi, Sorang Muslim ‘Neka Tana’ Tempat Pemakaman Uskup Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr

Wilayah tanah adat tana Gadi kewenangannya berada di keturunan Gadi Gaa. Apa yang dilakukan ini merupakan melanjutkan warisan leluhur Gadi Gaa.

21 November 2023
0
Ayub Seda Gadi, Sorang Muslim ‘Neka Tana’ Tempat Pemakaman Uskup Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr

Ayub Seda Gadi melakukan ritual adat neka tana di depan Halaman Gereja Imaculata Ndona, Selasa 21 November 2023.(Foto : Ist./Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Ayub Seda Gadi, seorang muslim putra dari Mosalaki Ndona, Mohammad Nur Djou melakukan upacara adat ‘neka tana’ tempat pemakaman Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr.

Pelaksanaan ritual adat ini berlangsung, Selasa 21 November 2023 sekitar pukul 07.15.

Neka tana disaksikan pastor serta masyarakat adat Ndona persis di halaman Gereja Imaculata Ndona. Gereja ini sebelumnya menjadi pusat Paroki Umat Katolik Ndona sebelum dibangun gereja baru yang letaknya berdekatan.

ADVERTISEMENT

Dengan dibangunnya gereja baru, maka bangunan gereja tersebut diserahkan ke Keuskupan Agung Ende.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ayub kepada Koranpapua.id melalui sambungan telepon, Selasa siang menjelaskan, upacara neka tana yang dilakukannya menggantikan sang ayah, Mohamad Nur Djou.

Baca Juga

Tiga Tahun Beruntun Masuk KEN, TIFA Siap Bawa Seni Papua ke Panggung Internasional

Paroki Komopa Dekenat Paniai Gelar Diskusi dan Makan Bersama Jelang Muspasme ke-VIII

Ritual ini wajib dilakukan oleh tua adat (mosalaki-red) pemegang hak ulayat. Upacara neka tana ini selain untuk orang yang meninggal juga berlaku dalam setiap pembangunan rumah, gedung sekolah dan gereja.

“Ini menjadi kewenangan mosalaki pemilik hak ulayat.  Upacara kebesaran ini secara turun temurun dari leluhur kita yang menguasai hak ulayat tana gadi,” ujarnya.

Ayub menuturkan, memang banyak mosalaki tetapi untuk wilayah tanah adat tana Gadi kewenangannya berada di keturunan Gadi Gaa. Apa yang dilakukan ini merupakan melanjutkan warisan leluhur Gadi Gaa.

“Sekarang bapa di rumah sementara menjalani tugas sebagai mosalaki. Tapi bapa belum bisa keluar rumah, bapa mandatkan ke saya sebagai anak sulung laki-laki untuk jalankan amanat itu,” paparnya.

Ayub sebelum melaksanakan amat tersebut sudah terlebih dahulu berkoordinasi dengan anggota keluarga besar yang lebih tua. Semuanya menyetujui Ayub menjalankan amanat tersebut.

Ayub mengaku peristiwa ini menjadi viral karena tidak biasanya seorang muslim neka tana pertama dalam upacara adat untuk pemakaman seorang Uskup pemimpin umat gereja Katolik.

Menurut Ayub, dengan adanya peristiwa iman ini semakin melestarikan dan meningkatkan nilai-nilai toleransi masyarakat Ndona Ende yang digaungkan dari Ende ke seluruh penjuru nusantara bahkan dunia. Sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang juga digaungkan dari Ende ke seantero nusantara.

Kepergian Uskup Sensi sebagai sosok pemimpin gereja Katolik bukan hanya dirasakan oleh umat Katolik saja, tetapi dialami juga oleh umat Muslim Ndona seluruhnya.

Almarhum Uskup Mgr Sensi bagi Ayub, merupakan sosok pemimpin Gereja Katolik yang bisa masuk dan diterima oleh semua kalangan dalam kehidupan bersama di tengah masyarakat khususnya di Ndona.

“Ini merupakan suatu yang luar biasa teladan hidup yang diwariskan pemimpin Gereja lokal Ende selama ini,” kata Ayub.

Masih segar dalam ingatan Ayub, setiap hari raya raya Idul Fitri, upacara adat di Ndona Uskup Sensi bersama para imam dan biarawati dari Susteran Wajah Kudus selalu hadir bersama umat muslim.

Dalam kebersamaan itu Uskup Sensi biasanya selalu membuka diri bersama umat muslim dalam membangun nilai-nilai toleransi.

Begitupun pada hari raya Natal 25 Desember setiap tahun, umat muslim Ndona datang mengucapkan selamat kepada Uskup Sensi, para pastor dan suster Wajah Kudus.

“Kita biasanya undang pada acara halal bi halal dan bapa uskup bersama para imam serta suster hadir. Mereka selalu hadir dalam setiap acara apa saja baik keagamaan maupun adat. Kami selalu silaturahmi dengan keluarga besar keuskupan,” kisah Ayub.

Kesan lain almarhum Uskup Sensi di mata Ayub, adalah selain seorang pemimpin juga pribadi yang mudah membangun komunikasi di masyarakat.

Uskup Sensi berkomunikasi dengan siapa saja tanpa ada sekat perbedaan, berteman dan bersahabat.

“Kami sangat menghargai beliau dan menghormatinya sebagai pemimpin. Kesehariannya sangat dekat dengan umat,” kenang Ayub.

Ayub bersama keluarga besarnya di Ndona sebagai tetangga sangat merasakan kehilangan.

Sebagai bentuk turut berbela sungkawa, kata Ayub, dalam acara penguburan, Kamis 23 November 2023 panitia akan melibatkan remaja mesjid untuk menjadi pagar betis, petugas keamanan dan mengundang secara khusus ibu-ibu Majelis Ta’lim Nurul Huda Ndona. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kasus Penikaman di Jalan Ahmad Yani Timika, Kapolres Minta Warga Percayakan ke Polisi

Kasus Penikaman di Jalan Ahmad Yani Timika, Kapolres Minta Warga Percayakan ke Polisi

28 Januari 2026
Situasi Keamanan di Jalan Ahmad Yani Timika Memanas, Satu Anggota Brimob Terkena Anak Panah

Situasi Keamanan di Jalan Ahmad Yani Timika Memanas, Satu Anggota Brimob Terkena Anak Panah

28 Januari 2026
Tiga Tahun Beruntun Masuk KEN, TIFA Siap Bawa Seni Papua ke Panggung Internasional

Tiga Tahun Beruntun Masuk KEN, TIFA Siap Bawa Seni Papua ke Panggung Internasional

28 Januari 2026
Gelar Dapur Rakyat, Kogabwilhan III Sajikan Makanan Siap Santap untuk Ribuan Warga Pegunungan Bintang

Gelar Dapur Rakyat, Kogabwilhan III Sajikan Makanan Siap Santap untuk Ribuan Warga Pegunungan Bintang

28 Januari 2026
Polisi Tangkap Tiga Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Seorang Mahasiswa di KM Gunung Dempo

Polisi Tangkap Tiga Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Seorang Mahasiswa di KM Gunung Dempo

28 Januari 2026
Masuk Enam Provinsi Terbaik se-Indonesia, Papua Tengah Raih UHC Award 2026 Kategori Utama

Masuk Enam Provinsi Terbaik se-Indonesia, Papua Tengah Raih UHC Award 2026 Kategori Utama

28 Januari 2026

POPULER

  • Bertemu Gubernur Fakhiri, Bahlil Pastikan Divestasi 10 Persen Saham Freeport Kuartal I Rampung Dalam Waktu Dekat

    Bertemu Gubernur Fakhiri, Bahlil Pastikan Divestasi 10 Persen Saham Freeport Kuartal I Rampung Dalam Waktu Dekat

    573 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Awali Tugas sebagai Kapolres Supiori, Kompol Frits Erari Hadiri Ibadah, Sampaikan Pesan Kamtibmas

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Brigjen Alfred Papare Bergeser ke Papua Barat, Kombes Jeremias Rontini di Papua Tengah

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Jabat Kapolda Papua Tengah, Jeremias Rontini ‘Pecah Bintang’, Berikut Sekilas Perjalanan Karirnya

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Polisi Tangkap Tiga Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Seorang Mahasiswa di KM Gunung Dempo

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Perjalanan Dinas ASN Mimika Dinilai Berlebihan, Wabup Emanuel: Pelayanan Publik Terabaikan

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Situasi Keamanan di Jalan Ahmad Yani Timika Memanas, Satu Anggota Brimob Terkena Anak Panah

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
Next Post
Lurah, kepala kampung foto bersama Septinus Timang, Staf Ahli Bupati Mimika, Sekretaris Bakesbangpol Mimika, panitia dan pemateri setelah pembukaan, Rabu 22 November 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Kepala Kampung dan Lurah Distrik Miru dan Wania di Mimika Mengikuti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenkopolhukam Heri Wiranto saat menyampaikan keterangan di Jakarta, Selasa (21/11/2023). (foto. ist/koranpapuaid)

KKB Jadi Potensi Kerawanan Pemilu 2024 di Papua

ASN Bisa Langsung Dipecat Bila Lakukan Empat Tindakan Ini

ASN Bisa Langsung Dipecat Bila Lakukan Empat Tindakan Ini

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id