TIMIKA, Koranpapua.id– Massa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mulai bergerak menuju Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika di jalan Cendrawasih, Rabu 30 September 2026.
Pantauan Koranpapua di lapangan, massa bergerak dari kawasan Bundaran Eme Neme Yauware menuju Kantor DPRK Mimika untuk menyampaikan aspirasi.
Sebelumnya, peserta aksi berkumpul di sejumlah titik, antara lain Bundaran Timika Indah, SP2, Pasar Gorong-Gorong, SP1, SP4, hingga kawasan Irigasi Pasar Baru.
Aksi tersebut dikoordinasikan Sarpas Mbisikbo. Dalam selebaran yang beredar, KNPB menyebut aksi itu merupakan bagian dari penyampaian aspirasi yang digelar secara serentak di sejumlah wilayah Papua.
KNPB menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya penolakan terhadap Perjanjian New York 15 Agustus 1962 dan Perjanjian Roma 30 September 1962.
Mereka juga menyoroti sejumlah persoalan di Papua, seperti konflik tanah, militerisasi, penggusuran hutan, penangkapan warga, kekerasan terhadap masyarakat sipil, dan pengungsian.
Menurut KNPB, persoalan tersebut berkaitan dengan kebijakan politik dan ekonomi di Papua yang mereka nilai belum memberikan ruang yang cukup bagi masyarakat Papua untuk berperan sebagai subjek dalam menentukan masa depan politik wilayah tersebut.
Dalam aksi tersebut, KNPB menyerukan agar penyampaian aspirasi dilakukan secara damai. Mereka juga meminta pencabutan Perjanjian New York dan Perjanjian Roma serta pelaksanaan hak politik rakyat Papua dengan mengacu pada hukum internasional.
KNPB menyebut aksi serupa berlangsung di sejumlah wilayah Papua dan di luar negeri pada Rabu 30 September 2026.
Hingga berita ini ditulis, massa masih bergerak menuju Kantor DPRK Mimika untuk menyampaikan aspirasi. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







