TIMIKA, Koranpapua.id – DPRK Mimika memangkas sejumlah program dalam pembahasan APBD Perubahan (APBD-P) 2026 untuk menyesuaikan anggaran yang tersedia dan memprioritaskan program yang dinilai mendesak.
Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapareyau, mengatakan efisiensi dilakukan terhadap program fisik maupun nonfisik yang tidak menjadi prioritas.
Meski demikian, ia belum merinci besaran anggaran yang dipangkas maupun program yang terdampak.
“Jadi kegiatan-kegiatan yang tidak prioritas itu kita pangkas,” ujar Primus kepada awak media, Sabtu 19 September 2026.
Menurut Primus, penyesuaian diperlukan karena terdapat perbedaan antara anggaran yang tercantum dalam DPA dan dana yang tersedia.
Ia mencontohkan suatu kegiatan yang tercantum dalam DPA senilai Rp700 miliar, sementara anggaran yang tersedia hanya Rp70 miliar.
“Kalau anggarannya tidak tersedia, pekerjaan yang tidak perlu dilakukan kita sesuaikan. Jadi memang harus dipangkas,” jelasnya.
Setelah pembahasan selesai, dokumen APBD-P 2026 akan dikirim ke pemerintah provinsi untuk dievaluasi sebelum ditetapkan melalui rapat paripurna DPRK Mimika paling lambat 30 September 2026.
“Setelah evaluasi baru penetapan atau paripurna. Yang penting tidak lewat dari tanggal 30 September 2026. Kalau lewat kita kena sanksi,” tegas Primus. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







