SEMARANG, Koranpapua.id – Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 Batalyon Wira Satya membangun dapur taruna sebagai bentuk dukungan terhadap modernisasi fasilitas pendidikan calon perwira Polri.
Pembangunan tersebut menjadi bagian dari pembenahan fasilitas Akpol yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo di kampus Akpol, Kota Semarang, Jumat 11 September 2026.
Ketua Alumni Akpol 1996 Batalyon Wira Satya Brigjen Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, pembangunan dapur beserta perlengkapannya merupakan bentuk kepedulian alumni terhadap almamater.
“Kami ambil bagian bangun dapur dengan segala isinya. Seizin dari ketua pembina angkatan kami, Bapak Kapolda Jateng (Irjen Pol Ribut Hari Wibowo), kami sepakat untuk membantu membangun Akpol, khususnya dapur Akpol hingga selesai,” kata Budhi.
Menurut dia, dukungan tersebut bukan sekadar bentuk nostalgia terhadap almamater. Alumni juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan generasi taruna berikutnya mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.
“Jadi kami tidak akan lari dari tanggung jawab, karena kami diajarkan oleh pengasuh-pengasuh kami yang luar biasa,” ujarnya.
Ruang Makan untuk 1.000 taruna
Selain pembangunan dapur, pembenahan fasilitas Akpol mencakup renovasi ruang makan taruna, penataan fasad Resimen Taruna, serta peresmian laboratorium komputer.
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, modernisasi fasilitas Akpol merupakan bagian dari penguatan sistem pendidikan yang telah dikembangkan sejak 2024.
Renovasi ruang makan dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan Akpol yang dapat menampung sekitar 1.000 taruna. Penataan bangunan juga tetap mempertahankan karakter khas lingkungan Akpol.
“Pembenahan dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter khas Akpol, mulai dari gerbang, gedung Gubernur, ruang makan, hingga fasilitas taruna,” kata Dedi.
Menurut Dedi, modernisasi pendidikan tidak hanya menyangkut pembangunan fisik. Akpol juga melakukan transformasi melalui digitalisasi, kelas tematik, penguatan pendidikan vokasi, serta peningkatan praktik dan pengalaman lapangan.
Langkah tersebut diarahkan untuk membentuk calon perwira yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, menganalisis persoalan, mengambil keputusan, dan memecahkan masalah di tengah dinamika masyarakat.
“Taruna dipersiapkan untuk memahami secara langsung berbagai persoalan kepolisian di tingkat kewilayahan, khususnya di Polsek yang menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Didukung Alumni Lintas Angkatan
Modernisasi fasilitas Akpol juga mendapat dukungan dari alumni lintas angkatan. Selain Alumni Akpol 1996 Batalyon Wira Satya yang membangun dapur taruna, Alumni Akpol 2001 turut mendukung pembangunan fasilitas kepolisian.
Sementara itu, Alumni Akpol 2013 mengambil bagian dalam transformasi pendidikan melalui penyediaan dan penyempurnaan laboratorium komputer.
Dedi menilai meritokrasi, kompetensi, dan pengalaman lapangan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi pemimpin Polri.
Kegiatan tersebut dihadiri Kalemdiklat Polri, Gubernur Akpol, pejabat utama Lemdiklat Polri dan Akpol, serta perwakilan alumni Akpol 1996, 2001, dan 2013. (Redaksi)








