TIMIKA, Koranpapua.id – Polemik internal di TK Negeri Fajar Baru Muare, Kabupaten Mimika, berakhir setelah pihak sekolah melakukan mediasi bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Senin 7 September 2026.
Mediasi tersebut mempertemukan kepala sekolah dan bendahara untuk menyelesaikan persoalan yang sebelumnya mencuat ke publik.
Hasil pertemuan menyepakati persoalan tersebut merupakan miskomunikasi dan kesalahpahaman dalam pengelolaan serta pelaporan dana sekolah.
Bendahara TK Negeri Fajar Baru Muare, Elsiana, mengatakan dirinya tetap menjalankan tugas sebagai bendahara dan akan kembali bekerja sama dengan kepala sekolah dalam pengelolaan serta pertanggungjawaban dana sekolah.
“Setelah mediasi ini, kami sudah sama-sama menyampaikan persoalan yang terjadi. Intinya hanya masalah komunikasi dan kesalahpahaman,” ujarnya.
“Saya tetap sebagai bendahara dan akan bekerja sama kembali dengan kepala sekolah untuk menyelesaikan pengelolaan dana ini,” sambung Elsina.
Menurutnya, tidak ada pergantian bendahara sebagaimana yang sebelumnya dipahami. Pihak yang membantu proses pelaporan merupakan bagian dari upaya penyelesaian administrasi.
Sementara itu, Kepala TK Negeri Fajar Baru Muare, Helena Yom, menyampaikan permohonan maaf atas persoalan dan pernyataan sebelumnya yang dinilai menimbulkan kesalahpahaman.
“Inti dari semua ini adalah kesalahpahaman. Seharusnya masalah internal sekolah diselesaikan di dalam satuan pendidikan, tidak perlu sampai keluar. Kami sudah dinasihati dan diarahkan agar hal seperti ini tidak terjadi lagi,” ungkapnya.
Helena menegaskan pengelolaan dana sekolah harus dilakukan secara transparan dan melalui koordinasi antara kepala sekolah dan bendahara.
“Ini uang negara, bukan uang pribadi kepala sekolah maupun bendahara. Dana ini digunakan untuk membangun dan mendukung kebutuhan sekolah,” jelasnya.
Ia menyebut TK Negeri Fajar Baru Muare menerima bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dengan nilai sekitar Rp1,2 miliar.
Pencairan dilakukan secara bertahap, dengan tahap pertama sebesar 70 persen.
“Dana ini dicairkan dalam beberapa tahap. Yang sudah cair adalah tahap pertama sebesar 70 persen. Dari sini kami akan melanjutkan program yang sudah direncanakan dengan dana yang telah dicairkan tersebut,” katanya.
Dengan selesainya mediasi, pihak sekolah berharap seluruh pihak kembali fokus menjalankan program revitalisasi dan meningkatkan pelayanan pendidikan bagi peserta didik. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







