TIMIKA, Koranpapua.id – Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau menegaskan mahasiswa harus menjadi kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Ia mengajak mahasiswa tidak hanya menyampaikan tuntutan, tetapi ikut mengawal proses tindak lanjutnya.
Hal itu disampaikan Primus setelah menerima 27 poin tuntutan Solidaritas Mahasiswa Mimika (SMM) se-Indonesia dalam aksi di halaman Kantor DPRK Mimika, Jalan Cenderawasih, SP2, Senin 31 Agustus 2026.
“Mahasiswa adalah kontrol oleh pemerintah, yang harus bisa mengontrol pemerintah,” kata Primus.
Menurut dia, kedatangan mahasiswa ke DPRK bukan untuk menghujat pemerintah. Aspirasi yang disampaikan merupakan bagian dari kontrol sosial yang perlu diterima dan dikawal bersama.
“Tujuan mahasiswa datang di sini bukan untuk menghujat, tetapi datang di sini memberikan informasi yang baik dan mengawal semua aspirasi yang sudah disampaikan,” ujarnya.
Karena itu, Primus mengajak mahasiswa bersama DPRK mengawal 27 poin tuntutan tersebut agar tidak berhenti sebatas penyampaian aspirasi.
“Kalau teman-teman saudara-saudara dari mahasiswa percaya bahwa aspirasi yang ada ini, mari kita kawal sama-sama,” katanya.
Ia mengatakan komunikasi antara mahasiswa, DPRK, dan pemerintah perlu terus dibangun. Menurut Primus, mahasiswa memiliki posisi penting dalam mengawal berbagai persoalan di daerah.
“Saya yakin dan percaya bahwa saudara-saudara adalah penting bagi lembaga dan pemerintah yang ada di sini,” ujarnya.
Primus juga mengapresiasi mahasiswa yang tetap bertahan menyampaikan aspirasi meski hujan mengguyur lokasi aksi.
“Saya tidak pernah mundur. Saudara-saudara mahasiswa juga tidak mundur,” katanya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru
Untuk berita mengenai aksi demonstrasi yang dilakukan, dapat dibaca disini










