ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 1, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Pastor Lamber Kopong: Konflik dan Perbedaan Bukan untuk Memecah Belah, Tetapi Proses Mematangkan Seseorang

Tanpa adanya konflik, orang susah untuk menjadi matang dan susah untuk memahami perasaan orang lain. Oleh karena itu konflik diperlukan sebagai sarana pertumbuhan karakter.

28 Juni 2023
0
Pastor Lamber Kopong: Konflik dan Perbedaan Bukan untuk Memecah Belah, Tetapi Proses Mematangkan Seseorang

Pastor Lambert Komong,Pr bersama Misdinar Katedral Tiga Raja sehabis membawakan Materi pada hari Rabu, 28 Juni 2023 (Foto:Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id-  Dalam setiap hubungan pertemanan maupun kehidupan bermasyarakat pasti tidak terlepas dari konflik dan perbedaan. Karena itu setiap orang harus mampu mengelolah dengan baik, karena konflik dan perbedaan sebenarnya bukan untuk memecah belah tetapi merupakan proses mematangkan seseorang.

Dalam kehidupan ini sekalipun dalam pertemanan terdapat banyak persamaan, namun akan ada perbedaan dan selalu ada konflik. Hal ini disampaikan Pastor Lamber Kopong, Pr di hadapan puluhan anak-anak Misdinar Tiga Raja ketika menyampaikan materi ‘Kita Menjadi Matang karena Konflik’.

ADVERTISEMENT

Dalam kegiatan Camping Rohani yang berlangsung di aula Asrama Salus Populi, SP 3 Rabu 29 Juni 2023, Pastor Lamber menekankan bahwa tanpa adanya konflik, orang susah untuk menjadi matang dan pada akhirnya susah untuk memahami perasaan orang lain. Oleh karena itu konflik diperlukan sebagai sarana pertumbuhan karakter.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Anak anak Misdinar untuk lebih fokus menjalin hubungan dengan teman dan keluarganya. Akibat salah menggunakan HP banyak anak-anak menjadi setengah gila dan tidak memiliki relasi nyata

Dikatakan ada dua penyebab konflik yaitu, pertama faktor internal. Biasanya penyebab internal berawal dari rasa Individualisme. Dimana akibat rasa individualitas seseorang berpikir bahwa dalam kehidupannya tidak membutuhkan orang lain, karena merasa dirinya lebih hebat.

Baca Juga

Satgas Damai Cartenz Amankan Tiga Orang Terkait Peredaran 71 Amunisi Ilegal di Timika

Polres Mimika Bongkar Peredaran Sabu, 39 Paket Disita dan Tiga Pria Ditangkap

Kedua faktor eksternal. Disampaikan penyebab eksternal adalah dikarenakan rasa tertindas. Untuk kalangan anak-anak dan remaja biasanya rasa tertindas disebabkan oleh perlakuan orang tua. Anak dan remaja merasa orang tua terlalu mengekang dan mengatur, sehingga mereka memberontak.

Pastor Lamber mengingatkan bahwa sifat individualisme yang terjadi di kalangan anak dan remaja disebabkan perkembangan teknologi. “ Anak-anak zaman sekarang, tergila gila akan teknologi, dimana dan kemana saja membawa HP sehingga hubungan pertemanan menjadi terputus,” ujar Pater Lambert.

Karena itu Pastor Lambert berpesan, anak anak Misdinar untuk lebih fokus menjalin hubungan dengan teman dan keluarganya. Akibat salah menggunakan HP banyak anak-anak menjadi setengah gila dan tidak memiliki relasi nyata.

Pastor Lambert juga berpesan bahwa hendaknya smartphone digunakan untuk hal-hal yang diperlukan dan bermanfaat. Karena jika salah menggunakan smartphone bisa menanamkan sifat keegoisan dan tidak memedulikan orang lain.

“ Menggunakan HP dengan bijaksana (techno wisdom), teknologi yang kita miliki harus digunakan dengan baik dan tidak berlebihan. Apabila tidak digunakan dengan baik, maka sadar tidak sadar teknologi akan menjerumuskan kita ke jalan yang salah,” papar Pastor Lambert.

Dikatakan, manusia adalah mahkluk sosial, sehingga manusia tidak dapat hidup sendiri dan harus bersosial dengan orang lain. Dalam kebersamaan, setiap individu memiliki ciri khas dan karakteristik masing – masing.

Mengutip Surat Rasul Paulus kepada Jemaat Filipi, yang berpesan untuk hendak hidup dalam satu persatuan dan kasih dan pikiran. Latar belakang dalam Surat Rasul Paulus kepada Filipi tersebut adalah karena perselisihan antara 2 teman sekerja Paulus yaitu, Shinike dan Eudora.

Dalam menghadapi konflik, diperlukan rasa rendah hati, selain saling mendahului rasa hormat, mendahului orang lain dan motivasi. “Ketika berada dalam konflik, seringkali perbedaan dibesar- besarkan.

Oleh karena itu, kita harus mengutamakan prinsip untuk tidak memandang perbedaan yang kecil.” tandas Pastor Lamber. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Damai Cartenz Amankan Tiga Orang Terkait Peredaran 71 Amunisi Ilegal di Timika

Satgas Damai Cartenz Amankan Tiga Orang Terkait Peredaran 71 Amunisi Ilegal di Timika

1 Oktober 2026
Polres Mimika Bongkar Peredaran Sabu, 39 Paket Disita dan Tiga Pria Ditangkap

Polres Mimika Bongkar Peredaran Sabu, 39 Paket Disita dan Tiga Pria Ditangkap

1 Oktober 2026
2.000 Rokok Ilegal Disembunyikan di Balik Ikan Asin, Digagalkan di Bandara Sentani Jayapura

2.000 Rokok Ilegal Disembunyikan di Balik Ikan Asin, Digagalkan di Bandara Sentani Jayapura

1 Oktober 2026
BPBD Mimika Larang Warga Gunakan Air Hujan Selama Cloud Seeding

BPBD Mimika Larang Warga Gunakan Air Hujan Selama Cloud Seeding

1 Oktober 2026
Ketua FKDM Mimika Luky Mahakena Ingatkan Warga Waspadai Hoaks di Medsos

Ketua FKDM Mimika Luky Mahakena Ingatkan Warga Waspadai Hoaks di Medsos

1 Oktober 2026
Kemendagri: Hoaks dan Ujaran Kebencian Jadi Ancaman Stabilitas di Mimika

Kemendagri: Hoaks dan Ujaran Kebencian Jadi Ancaman Stabilitas di Mimika

1 Oktober 2026

POPULER

  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    566 shares
    Bagikan 226 Tweet 142
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Maikel Edwar Tewas, Irvan Patah Tangan dalam Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Kapal LCT Cahaya Permata Hati Tenggelam di Puriri, 8 Orang Dicari Tim SAR

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
Next Post
Warga Muslim Flobamora Terima Satu Ekor Sapi Kurban dari Pemkab Mimika

Warga Muslim Flobamora Terima Satu Ekor Sapi Kurban dari Pemkab Mimika

KPU Mimika Nyatakan Hanya 43 Bacaleg yang Memenuhi Syarat, 532 Bacaleg Diberi Waktu 14 Hari Perbaiki Dokumen

KPU Mimika Nyatakan Hanya 43 Bacaleg yang Memenuhi Syarat, 532 Bacaleg Diberi Waktu 14 Hari Perbaiki Dokumen

Belum Sertakan Surat Pengunduran Diri, Dua ASN Bacaleg Utusan PAN Dinyatakan TMS

Belum Sertakan Surat Pengunduran Diri, Dua ASN Bacaleg Utusan PAN Dinyatakan TMS

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id