ADVERTISEMENT
Rabu, Agustus 19, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Geser Rp3,2 Triliun untuk Pengembangan Ubi Jalar di Papua Tengah

Amran meminta mahasiswa-mahasiswa di Papua untuk mengawasi jalannya pengembangan perkebunan tanaman pangan di Timur Indonesia tersebut.

4 Juli 2026
0
Geser Rp3,2 Triliun untuk Pengembangan Ubi Jalar di Papua Tengah

Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian Indonesia (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id– Pagu anggaran sebesar Rp3,2 triliun akan digeser untuk mendanai pengembangan perkebunan ubi jalar di wilayah tanah Papua, secara khusus Provinsi Papua Tengah.

Anggaran tersebut sebelumnya dialokasikan khusus untuk pengembangan pertanian modern, termasuk pengadaan traktor, perbaikan jaringan irigasi, serta penyediaan bibit komoditas unggulan di Papua.

ADVERTISEMENT

“Kami geser beberapa anggaran itu perintah Bapak Presiden, ini Rp5,2 triliun selama dua tahun. Untuk tahun ini Rp3,2 triliun kami geser untuk masyarakat,” katanya seperti dikutip, Sabtu 4 Juni 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Setelah program tersebut berjalan, pihaknya akan melakukan evaluasi setiap tiga bulan sekali untuk meninjau efektivitas pengembangan kebun ubi jalar di Papua Tengah.

Baca Juga

50 Tahun Mapurujaya, Ribuan Warga Meriahkan Karnaval Nusantara

Merah Putih Berkibar di Agandugume, Warga Rayakan Kemerdekaan dalam Suasana Damai

Jika tidak berjalan dengan baik, Amran mengancam akan memindahkan program pengembangan perkebunan ke kabupaten lainnya di Papua.

“Contoh nih, kabupaten apa di Papua Pegunungan? Tolikara, terus dari Papua Barat, Fakfak. Begitu Fakfak, itu aku kasih pala sesuai permintaannya,” jelas Amran.

Dan jika dalam evaluasi, Kabupaten Fakfak ternyata tidak bisa melakuan pengembangan perkebunan, maka program tersebut dipindahkan ke wilayah lain di Papua.

“Tiga bulan kami datang, kami kumpulkan nanti bupati dengan gubernur. Tidak tanam, ini saya pindahkan. Contoh ya, tidak tanam, tidak mampu selesaikan anggarannya, pindahkan ke kabupaten Tolikara,” jelasnya.

Agar efektivitas program berjalan dengan baik, Amran meminta mahasiswa-mahasiswa di Papua untuk mengawasi jalannya pengembangan perkebunan tanaman pangan di Timur Indonesia tersebut.

Dengan merangkul mahasiswa pula, ia berharap anggaran yang sudah dialokasikan dapat terserap seluruhnya untuk menjalankan program Presiden Prabowo Subianto.

“Tolong adik-adik yang saya cintai, saya banggakan, minimal membantu pengawasan di lapangan. Melihat. Kalau ada yang menyimpang dan seterusnya, atau terlambat, langsung lapor,” tegas Amran. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

50 Tahun Mapurujaya, Ribuan Warga Meriahkan Karnaval Nusantara

50 Tahun Mapurujaya, Ribuan Warga Meriahkan Karnaval Nusantara

18 Agustus 2026
Merah Putih Berkibar di Agandugume, Warga Rayakan Kemerdekaan dalam Suasana Damai

Merah Putih Berkibar di Agandugume, Warga Rayakan Kemerdekaan dalam Suasana Damai

18 Agustus 2026
Berbulan-bulan Diusut, Dugaan Korupsi Lahan 150 Hektar di Mimika Belum Tetapkan Tersangka

Berbulan-bulan Diusut, Dugaan Korupsi Lahan 150 Hektar di Mimika Belum Tetapkan Tersangka

18 Agustus 2026
HUT Ke-81 RI, 232 Warga Binaan Lapas Timika Terima Remisi

HUT Ke-81 RI, 232 Warga Binaan Lapas Timika Terima Remisi

18 Agustus 2026
Harga Cabai di Pasar Sentral Timika Turun Rp25.000 per Kilogram

Harga Cabai di Pasar Sentral Timika Turun Rp25.000 per Kilogram

18 Agustus 2026
Dari Timika untuk Flores, Warga Galang Bantuan di Tengah Pesta Kemerdekaan

Dari Timika untuk Flores, Warga Galang Bantuan di Tengah Pesta Kemerdekaan

18 Agustus 2026

POPULER

  • Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    704 shares
    Bagikan 282 Tweet 176
  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    916 shares
    Bagikan 366 Tweet 229
  • Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

    610 shares
    Bagikan 244 Tweet 153
  • YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

    579 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Awalnya Sempat Pesimis: Gladys Manuella Aibekob, Wakili Papua Tengah Kibarkan Merah Putih di Istana Negara 

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • 13 Kantor Pemerintah di Puncak Dirusak dan Dibakar: Komisi II DPR RI  Desak Mendagri segera Turun Tangan 

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • TPS Liar Dirubah Menjadi Jadi Taman Bunga, RT 04 Wanagon Sulap Titik Kumuh Jadi Ruang Cantik 

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
Next Post
Bupati Intan Jaya: Kontak Tembak TNI dan OPM Tewaskan Seorang Ibu Hamil

Bupati Intan Jaya: Kontak Tembak TNI dan OPM Tewaskan Seorang Ibu Hamil

Dr. Ribka Haluk: Hidup di Atas Emas, Seharusnya Masyarakat Sejahtera

Ribka Haluk Desak Pemkab Intan Jaya Serius Tangani Kasus Penembakan di Intan Jaya

Kelompok Peles Tigau Diduga Pelaku Serangan di Tiga Titik Intan Jaya

Kelompok Peles Tigau Diduga Pelaku Serangan di Tiga Titik Intan Jaya

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id