TIMIKA, Koranpapua.id– Kepolisian Resor Mimika menggelar upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Mako Brimob Batalyon B Pelopor Mile 32, Distrik Kuala Kencana, Rabu 1 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan syukuran dan dihadiri sejumlah pejabat teras di Kabupaten Mimika.
Di antaranya, Penjabat Sekretaris Daerah Mimika, Dr. Abraham Kateyau, SE, MH, Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau dan Ketua Pengadilan Negeri Mimika Putu Mahendra.
Hadir juga Kepala Kejaksaan Negeri Mimika Dr. I Putu Eka Suyantha, Danlanal Timika Letkol Laut (P) Bekti Sutiarso, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.

Dalam upacara tersebut, Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman membacakan amanat Presiden RI Prabowo Subianto.
Presiden menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada seluruh jajaran Polri atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdian dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Presiden menegaskan, tema Hari Bhayangkara tahun ini, “Polri untuk Masyarakat”, mencerminkan komitmen Polri untuk terus memberikan pelayanan terbaik melalui tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat secara profesional, responsif, dan berintegritas.
Menurut Presiden, pelayanan yang cepat, tepat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat menjadi tolok ukur keberhasilan Polri dalam menjalankan tugasnya sebagaimana diamanatkan undang-undang.
Dalam amanatnya, Presiden juga menyoroti tantangan yang dihadapi Polri di tengah dinamika global, mulai dari rivalitas geopolitik, perang siber, kejahatan transnasional hingga ketidakpastian ekonomi dunia.
Kondisi tersebut menuntut Polri untuk terus meningkatkan kemampuan adaptasi, memperkuat keamanan siber, serta mampu merespons berbagai ancaman keamanan yang berkembang seiring kemajuan teknologi.
Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Presiden menyebut Polri turut berperan mengawal sejumlah program strategis pemerintah.
Di antaranya mendukung program Makan Bergizi Gratis melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Mendukung program swasembada pangan melalui optimalisasi lahan jagung, memberantas tindak pidana narkoba dan perjudian, serta menjaga stabilitas keamanan pada proyek-proyek strategis nasional.
Presiden juga mengingatkan bahwa tantangan Polri ke depan akan semakin kompleks sehingga reformasi kelembagaan harus terus diperkuat.
Dengan telah disahkannya Undang-Undang Polri yang baru, seluruh personel diminta menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Presiden memberikan lima penekanan kepada seluruh jajaran Polri.
Pertama: Memperkuat reformasi kelembagaan.
Kedua: Meningkatkan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas.
Ketiga: Memperkuat kapasitas sumber daya manusia.
Keempat: Meningkatkan fleksibilitas organisasi menghadapi dinamika lingkungan strategis.
Kelima: Memperkuat legitimasi institusi melalui peningkatan kepercayaan publik.
Presiden menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi Polri. Karena itu, seluruh anggota Polri harus terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, humanis, responsif, dan prediktif, dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.
“Jadikan setiap tugas sebagai ibadah, jadikan setiap pelayanan sebagai kehormatan, dan jadikan kepercayaan rakyat sebagai alasan utama kita memakai seragam ini”.
“Polri yang kuat adalah Indonesia yang kuat. Indonesia yang aman adalah Indonesia yang maju,” demikian pesan Presiden yang dibacakan Kapolres Mimika.
Upacara berlangsung khidmat dan ditutup dengan kegiatan syukuran bersama seluruh tamu undangan sebagai bentuk rasa syukur atas pengabdian Polri kepada bangsa dan negara. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru








