ADVERTISEMENT
Rabu, September 23, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Kenaikan BBM Berdampak Terhadap Harga Semen dan Cat di Timika

Perubahan harga barang sudah mulai dirasakan sejak sekitar satu bulan sebelumnya sebagai dampak dari meningkatnya biaya dari tingkat pemasok.

24 Juni 2026
0
Kenaikan BBM Berdampak Terhadap Harga Semen dan Cat di Timika

Nampak depan tokoh Delta Bangunan yang berlokasi di Jalan Budi Utomo, Timika. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax per tanggal 10 Juni 2026, berdampak terhadap harga material bangunan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Berdasarkan pantauan Koranpapua.id di beberapa toko di Timika, Rabu 24 Juni 2026, mendapatkan sejumlah bahan bangunan mengalami kenaikan harga.

ADVERTISEMENT

Kenaikan harga bahan bangunan dipicu oleh meningkatnya biaya pengambilan barang dan distribusi dari pemasok.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Agusriyani, PIC Toko Delta Bangunan yang berlokasi di Jalan Budi Utomo, Timika, mengatakan hampir seluruh jenis material bangunan mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga

Kejari Mimika Tuntaskan Uang Pengganti Rp31,3 Miliar dari Paulus Kurnala

Cegah Permukiman Kumuh, Pemkab Mimika Dorong Penataan Sejak Dini

“Semen, besi, ada semua kenaikan. Kita kan jual semen Rp95.000 per sak, sekarang Rp100.000 per sak. Naiknya dari bulan lalu. Kalau cat sudah dua kali naik. Dari merek Avian, bulan Mei dan awal bulan Juni. Hampir secara keseluruhan sama barang-barangnya naik,” ujar Agusriyani.

Kenaikan harga tersebut turut memengaruhi penjualan toko. Menurut Agusriyani, masyarakat kini lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian karena harga material yang terus meningkat.

Pelanggan juga banyak mempertanyakan penyebab kenaikan harga, sehingga pihak toko harus memberikan penjelasan terkait meningkatnya biaya pengadaan dan pengiriman barang.

Biaya distribusi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan harga material mengalami penyesuaian.

Agusriyani menyebut, biaya pengiriman per satu kontainer dalam sekali pengambilan sebelumnya Rp20 juta, namun sejak kenaikan BBM harga per barang per kontainer dapat mencapai sekitar Rp25 juta.

“Pas kita mengambil barang kemarin itu sudah 25 ke atas. Sekali kirim sekitar Rp5 juta.”

Dari berbagai material yang dijual, cat menjadi salah satu barang yang mengalami kenaikan harga paling besar.

Cat minyak merek Avian ukuran 1 liter yang sebelumnya dijual Rp85.000 kini meningkat menjadi Rp95.000 setelah mengalami dua kali kenaikan harga.

Sementara cat tembok merek Aries Gold ukuran 4,5 kilogram yang sebelumnya Rp95.000 kini dijual Rp115.000.

Agusriyani menjelaskan, perubahan harga barang sudah mulai dirasakan sejak sekitar satu bulan sebelumnya sebagai dampak dari meningkatnya biaya dari tingkat pemasok.

“Kalau soal kenaikan harga barang, itu sudah terjadi sebelum minyak naik. Rata-rata mulai naik sekitar satu bulan yang lalu,” ungkapnya.

Kondisi ini membuat pelaku usaha berharap adanya stabilitas harga agar daya beli masyarakat dapat kembali meningkat dan aktivitas pembangunan di Mimika tetap berjalan. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kejari Mimika Tuntaskan Uang Pengganti Rp31,3 Miliar dari Paulus Kurnala

Kejari Mimika Tuntaskan Uang Pengganti Rp31,3 Miliar dari Paulus Kurnala

22 September 2026
Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman 28.000 Batang Rokok di Bandara Sentani

Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman 28.000 Batang Rokok di Bandara Sentani

22 September 2026
Cegah Permukiman Kumuh, Pemkab Mimika Dorong Penataan Sejak Dini

Cegah Permukiman Kumuh, Pemkab Mimika Dorong Penataan Sejak Dini

22 September 2026
Dukung Smart Governance, Pemkab Mimika Mulai Wajibkan OPD Gunakan Tanda Tangan Elektronik

Dukung Smart Governance, Pemkab Mimika Mulai Wajibkan OPD Gunakan Tanda Tangan Elektronik

22 September 2026
10 Rumah Layak Huni di Kampung Nawaripi Tetap untuk Warga Setempat, Ini Penjelasan Dinas

10 Rumah Layak Huni di Kampung Nawaripi Tetap untuk Warga Setempat, Ini Penjelasan Dinas

22 September 2026
Mimika Punya 11 Kawasan Kumuh, Pemkab Hanya Bisa Intervensi Tiga, Ini Daftarnya

Mimika Punya 11 Kawasan Kumuh, Pemkab Hanya Bisa Intervensi Tiga, Ini Daftarnya

22 September 2026

POPULER

  • Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Ketua Lemasa Sem Bukaleng Soroti Eksekusi Tanah SP 2, Minta Mediasi Dibuka Kembali

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Diburu Berbulan-bulan, TN Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di Kali Wania Ditangkap Polisi

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • PN Timika Eksekusi Lahan Sengketa di SP 2, Bangunan di Atas Tanah Dibongkar

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Bupati Mimika Targetkan APBD Perubahan 2026 Ditetapkan Sebelum 30 September

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Tagih “Kuota Emas” CPNS 2024, Aliansi Pemuda Amungme Demo di Kantor Bupati Mimika

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Puskesmas Mapurujaya Dapat Dukungan PMT Rp200 Juta dari Distrik Mimika Timur

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
Next Post
Ketika Kebun Rakyat Jadi Lumbung Logistik, Satgas Pasgat Dekai Dukung Ekonomi Warga

Ketika Kebun Rakyat Jadi Lumbung Logistik, Satgas Pasgat Dekai Dukung Ekonomi Warga

Ketika Kebun Rakyat Jadi Lumbung Logistik, Satgas Pasgat Dekai Dukung Ekonomi Warga

Patah Panah di Kwamki Narama, Dang dan Newegalen Akhiri Konflik Berdarah Setelah Korbankan 17 Jiwa

Agustinus Anggaibak dan Yohanes Kemong: Kwamki Lama Harus Jadi Zona Damai, Tidak Boleh Ada Perang Lagi

Agustinus Anggaibak dan Yohanes Kemong: Kwamki Lama Harus Jadi Zona Damai, Tidak Boleh Ada Perang Lagi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id