PEGUNUNGAN BINTANG, Koranpapua.id- Para pendulang emas yang tewas di Kamp Kali Fis, Kampung Kawe, Distrik Awinbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinisi Papua Pegunungan, dieksekusi sekitar lima hingga 10 orang pelaku.
Sebelum melakukan eksekusi, para pelaku yang mendatangi kamp, awalnya meminta makan dan minum serta minta dibuatkan kopi.
Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra, menyebut, penyerangan yang terjadi pada Senin 18 Mei 2026, dilakukan para pelaku menggunakan membawa senjata tajam jenis parang dan busur.
“Selanjutnya ketika para korban sedang beristirahat dan memperbaiki mesin, para pelaku diduga melakukan penyerangan,” ujar Kapolres dalam keterangannya, Jumat 22 Mei 2026.
Menurutnya, akibat penyerangan itu, 11 orang dilaporkan menjadi korban, sembilan orang meninggal dunia dan dua orang terluka.
“Pada awal kejadian kami menerima informasi ada dua korban. Namun, pada hari berikutnya, jumlah korban bertambah menjadi tujuh orang dan hingga saat ini diperkirakan total terdapat sebelas korban,” jelasnya.
Kapolres menerangkan bahwa proses evakuasi mengalami kendala akibat adanya penutupan jalur sungai, khususnya Sungai Pisang-Pisang yang menjadi akses utama menuju Tanah Merah.
“Untuk proses evakuasi para korban masih belum dilakukan karena akses jalur sungai yang merupakan jalan menuju lokasi tambang ditutup oleh warga dan kami masih terus berkoordinasi agar jalurnya bisa dibuka,” tuturnya.
Kapolres menyebut, pasca-penyerangan ini, ratusan penambang diduga meninggalkan lokasi tambang dan rencananya akan dievakuasi ke Boven Digoel.
Dari informasi yang diperoleh, masih terdapat sekitar 100 hingga 150 orang penambang yang berada di wilayah Kawe, baik di Kali Fis maupun Sungai Pisang-Pisang.
“Rencananya mereka akan diarahkan menuju Dermaga Iwotan akan diamankan ke Mako Polres Boven Digoel untuk dilakukan pendataan, trauma healing, serta pemeriksaan sebagai saksi,” jelasnya.
Kapolres menambahkan, saat ini aparat TNI dan Polri bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk mengidentifikasi semua korban secara akurat serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif. (Redaksi)







