ADVERTISEMENT
Minggu, Oktober 25, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Serapan APBD Mimika Rendah, Bupati Mimika Sebut Kenaikan Harga Material Jadi Kendala

Pemkab Mimika juga dihadapkan pada keterbatasan waktu pelaksanaan proyek akibat panjangnya proses pengadaan barang dan jasa yang membutuhkan waktu sebelum 24 Desember.

20 Mei 2026
0
Bupati Johannes Rettob Segera Evaluasi Besar-besaran Kinerja Seluruh Kepala Distrik

Johannes Rettob, Bupati Mimika. (foto:Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id-Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 Kabupaten Mimika hingga pertengahan Mei tercatat masih rendah.

Berdasarkan data BPKAD Mimika per 15 Mei 2026, realisasi anggaran baru mencapai 11,38 persen atau sekitar Rp560 miliar dari total APBD Rp5,6 triliun.

Lambatnya serapan ini terutama terjadi pada sektor infrastruktur yang menjadi prioritas pembangunan daerah. Kondisi tersebut memicu kritik dari berbagai kalangan.

Menanggapi hal itu, Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa keterlambatan serapan APBD dipengaruhi oleh beberapa kendala.

Baca Juga

Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

Di antaranya, kenaikan harga material, biaya transportasi, serta proses penyesuaian harga satuan pekerjaan yang sedang dilakukan pemerintah daerah.

“Yang pertama, harga-harga barang sekarang hampir seluruh Indonesia naik 22 persen,” katanya kepada awak media, Rabu 20 Mei 2026.

Johannes menjelaskan, kenaikan biaya tidak hanya terjadi pada material konstruksi, tetapi juga pada sektor transportasi dan bahan bakar yang berdampak langsung pada rantai distribusi proyek.

Karena itu, pemerintah daerah saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap harga satuan pekerjaan agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Akibat proses tersebut, sejumlah proyek fisik belum berjalan optimal. Sementara itu, kegiatan yang tetap berjalan masih didominasi belanja jasa, sedangkan proyek infrastruktur menunggu hasil penyesuaian.

Johannes juga menyebut kondisi ini tidak hanya terjadi di Mimika, tetapi juga dialami banyak daerah lain di Indonesia dan kerap dibahas dalam forum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

Ia menambahkan, kenaikan biaya turut memengaruhi minat kontraktor mengikuti tender karena nilai kontrak dinilai tidak lagi sebanding dengan beban pekerjaan.

Pemerintah daerah, kata dia, memilih melakukan penyesuaian volume pekerjaan ketimbang menaikkan anggaran.

Beberapa proyek juga berpotensi menggunakan mekanisme Contract Change Order (CCO) untuk menyesuaikan ruang lingkup pekerjaan di lapangan.

Di sisi lain, Pemkab Mimika dihadapkan pada keterbatasan waktu pelaksanaan proyek akibat panjangnya proses pengadaan barang dan jasa yang membutuhkan waktu sebelum 24 Desember.

Ia pun meminta masyarakat memahami kondisi tersebut secara utuh. “Jadi tolong sampaikan sama masyarakat, jangan protes-protes,” pungkasnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

PMI Mimika Bagikan Masker untuk Cegah Dampak Kabut Asap

PMI Mimika Bagikan Masker untuk Cegah Dampak Kabut Asap

24 Oktober 2026
Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

24 Oktober 2026
Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

24 Oktober 2026
Cegah Stunting, PKK Mimika Sasar 48 Anak Lewat Gerakan Orang Tua Asuh

Cegah Stunting, PKK Mimika Sasar 48 Anak Lewat Gerakan Orang Tua Asuh

24 Oktober 2026
IDI Timika Gelar Bakti Sosial, Dekatkan Layanan Kesehatan ke Warga Mapurujaya

IDI Timika Gelar Bakti Sosial, Dekatkan Layanan Kesehatan ke Warga Mapurujaya

24 Oktober 2026
Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

24 Oktober 2026

POPULER

  • Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    628 shares
    Bagikan 251 Tweet 157
  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Kajian Dokumen Lemasa Belum Tuntas, Sem Bukaleng Minta Kepastian

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • DPMK Mimika Dorong 133 Kampung Susun Program Prioritas 2027

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    650 shares
    Bagikan 260 Tweet 163
  • Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
Next Post
Perempuan di Mimika Diciduk Polisi, 36 Paket Sabu Siap Edar Disita

Perempuan di Mimika Diciduk Polisi, 36 Paket Sabu Siap Edar Disita

BPKP Papua Tengah Uji Efektivitas dan Tata Kelola Integrasi Layanan Primer di Mimika

BPKP Papua Tengah Uji Efektivitas dan Tata Kelola Integrasi Layanan Primer di Mimika

Kemenkum RI: Putra-Putri Asli Papua Diberikan Akses Masuk Sekolah Kedinasan Hingga Peluang Menjadi ASN

Kemenkum RI: Putra-Putri Asli Papua Diberikan Akses Masuk Sekolah Kedinasan Hingga Peluang Menjadi ASN

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id