TIMIKA, Koranpapua.id– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Moses Kilangin Mimika mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk Kabupaten Mimika, khususnya wilayah Tembagapura.
Wili, Forecaster BMKG Mimika, mengatakan wilayah Tembagapura masuk kategori zona merah rawan tanah longsor.
Status tersebut berdasarkan hasil pemantauan terbaru melalui citra satelit cuaca.
Wili menjelaskan bahwa wilayah Tembagapura memiliki potensi curah hujan lebih tinggi, dibanding daerah lain akibat kondisi geografis pegunungan.
“Kalau di sini kita lihat, daerah Tembagapura itu merah ya. Merah dalam artian rawan, rawan longsor,” ujarnya Rabu 29 April 2026.
Menurut Willy, intensitas hujan yang tinggi dan terjadi secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko bencana longsor.
Kondisi tanah yang jenuh air menjadi faktor utama pemicu pergerakan tanah di wilayah lereng.
“Kalau misalnya hujannya terus-menerus, otomatis tanah kan jadi lembap. Nah lembap itu yang bisa memicu potensi longsor,” jelasnya.
BMKG memprakirakan, dalam tiga hari ke depan wilayah Tembagapura masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, terutama pada sore hingga malam hari.
“Potensinya hujannya lebih tinggi sore menjelang malam,” kata Willy.
Seiring dengan kondisi tersebut, masyarakat yang berada di dataran tinggi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya tanah longsor yang kerap terjadi.
“Kalau di dataran rendah tidak, tapi kalau pegunungan atau dataran tinggi atau bukit gitu kan gampang untuk longsor. Jadi memang perlu diwaspadailah untuk Tembagapura yang sering longsor yah,” pungkasnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










