JAYAPURA, Koranpapua.id- Matius D. Fakhiri secara resmi memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Papua periode 2025–2030.
Ini setelah ditandai dengan acara pelantikan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, di Jayapura, Sabtu 25 April 2026.
Pada kesempatan yang sama, Bahlil juga melantik Sekretaris Max Richard Krey dan Bendahara Ronald Antonio beserta jajaran pengurus lainnya.
Matius Fakhiri yang saat ini juga menjabat sebagai Gubernur Papua mengatakan, pelantikan ini juga sebagai salah satu langkah kesiapan Golkar Papua untuk mendukung Bahlil Lahadalia untuk maju ke Senayan di Pemilu 2029.
“Kami bertekad memenangkan kursi DPR Papua dan DPRD di seluruh kabupaten dan kota, serta menjadikan Golkar sebagai kekuatan politik utama di Papua,” tegas Mathius.
Mathius juga menyampaikan bahwa Partai Golkar saat ini telah dipercaya memimpin enam daerah di Provinsi Papua melalui kader-kader terbaiknya.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Matius turut menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum Partai Golkar atas dukungan terhadap penguatan partai di Papua, serta kepada pemerintah pusat atas perhatian dalam pembangunan di Tanah Papua.
Dalam rangkaian kegiatan, juga dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) Partai Golkar kepada para Ketua DPD Golkar kabupaten/kota se-Provinsi Papua.
Sementara itu, Bahlil Lahadalia dalam arahannya menekankan pentingnya konsolidasi partai sebagai kunci peningkatan perolehan kursi pada Pemilu 2029.
Ia juga mengungkapkan rencananya untuk maju sebagai calon legislatif dari daerah pemilihan Papua.
“Kalau kita ingin menambah kursi, tidak ada rumus lain selain konsolidasi. Kerja terus, konsolidasi terus, itu kuncinya,” ujar Bahlil.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan pasca-Pilkada. Menurutnya, seorang gubernur harus menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat, bukan hanya untuk partai tertentu.
Bahlil juga menyinggung target pemerintah untuk memperluas akses listrik hingga ke seluruh kampung di Papua dalam beberapa tahun ke depan, sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan.
Ia turut mengajak seluruh kekuatan politik, termasuk partai lain, untuk bekerja sama demi kesejahteraan masyarakat Papua. (Redaksi)










