JAKARTA, Koranpapua.id- Kemenangan Timnas Indonesia yang berhasil menumbangkan Timor Leste 4-0 pada laga perdana Grup A U-17, bukan semata hanya soal skor, tetapi juga menunjukan kedalaman skuad.
Sejumlah pemain tampil menonjol dan memberi warna dalam permainan tim.
Kapten tim, Putu Ekayana, menjadi sorotan usai mencetak dua gol dari posisi bek tengah.
Performa tersebut menjadi bukti kontribusi lini belakang dalam skema ofensif.
Namun, di balik kemenangan itu, ada cerita menarik dari dua pemain muda asal Papua.
Peres Tjoe dan Chico Yarangga menunjukkan potensi sekaligus membawa warisan sepak bola keluarga.
Kehadiran keduanya bukan sekadar pelengkap skuad. Mereka membawa identitas kuat yang terhubung dengan sejarah panjang Persipura Jayapura.
Peres Tjoe tampil sebagai starter pada laga melawan Timor Leste. Mengenakan nomor punggung 12, ia dimainkan sebagai bek kiri dalam formasi tim.
Menariknya, ia tidak hanya bertahan di satu sisi. Dalam beberapa situasi, Peres juga bergerak ke sisi kanan dan bergantian posisi dengan Made Arbi.
Mobilitas tersebut menunjukkan fleksibilitas taktik yang dimilikinya. Ia mampu beradaptasi dengan kebutuhan permainan tanpa kehilangan disiplin posisi.
Peres bukan nama asing dalam konteks sepak bola Papua. Ia adalah putra dari Yohanis Tjoe, legenda Persipura Jayapura yang dikenal sebagai bek kiri tangguh di masa jayanya.
Berbeda dengan Peres, Chico Yarangga memulai laga dari bangku cadangan. Ia masuk pada menit ke-66 menggantikan Alfredo Nugroho.
Chico beroperasi sebagai gelandang dan langsung memberikan energi baru di lini tengah. Kehadirannya membantu menjaga ritme permainan Garuda Muda.
Ia juga memiliki latar belakang sepak bola yang kuat. Chico adalah putra dari Chris Yarangga, mantan gelandang andalan Persipura Jayapura.
Chris Yarangga bahkan pernah membela Timnas Indonesia pada era 1990-an. Warisan tersebut kini berlanjut melalui Chico yang mulai menapaki jalannya di level internasional.
Pelatih Timnas U-17 pun tampaknya cukup percaya dengan potensi kedua pemain ini.
Meski masih muda, mereka sudah mampu beradaptasi dengan skema permainan tim dan tidak terlihat canggung saat tampil di level internasional.
Kehadiran Peres dan Chico juga menjadi bukti bahwa Papua masih menjadi salah satu lumbung talenta sepak bola Indonesia.
Tradisi panjang dalam melahirkan pemain berkualitas tampaknya terus berlanjut melalui generasi baru ini.
Namun demikian, perjalanan mereka masih panjang. Konsistensi akan menjadi kunci utama jika ingin terus berkembang dan menembus level yang lebih tinggi.
Turnamen seperti Piala AFF U-17 bisa menjadi batu loncatan penting untuk karier mereka ke depan.
Kemenangan atas Timor Leste memang menjadi awal yang bagus, tetapi tantangan sebenarnya masih menanti.
Lawan yang lebih kuat akan menguji mental dan kemampuan para pemain muda ini, termasuk Peres dan Chico.
Jika mampu menjaga performa dan terus berkembang, bukan tidak mungkin keduanya akan menjadi bagian penting dari masa depan sepak bola Indonesia. (Redaksi)










