TIMIKA, Koranpapua.id- Pengamanan di areal kerja PT Freeport Indonesia (PTFI) kini ditingkatkan, pasca dua kali peristiwa penembakan yang mengakibatkan tiga orang tewas.
Insiden penembakan terbaru oleh kelompok bersenjata terjadi pada Rabu 11 Maret 2026 yang menewaskan satu karyawan Freeport atas nama Simson Mulia (48).
Korban tewas dengan luka tembak di kepala tidak lama setelah menyelesaikan pekerjaan di area tambang terbuka Grasberg, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Terkait dengan dua peristiwa penembakan yang terjadi hanya sebulan dari kasus pertama di Mile-50, maka seluruh aktivitas di wilayah kerja Freeport perlu dipantau 24 jam.
Brigjen Jermias Rontini, Kapolda Papua Tengah, menghimbau manajemen PTFI untuk menambah fasilitas Closed Circuit Television (CCTV) di beberapa lokasi strategis dalam wilayah kerja.
“Kami meminta pihak Freeport menambah CCTV untuk memperkuat pemantauan, terutama di titik-titik rawan,” ujar Kapolda Jermias keterangannya seperti dilasir, Minggu 15 Maret 2026.
Jermias mengatakan, dukungan teknologi kamera pengawas sangat diperlukan untuk membantu aktivitas pengamanan.
Aparat keamanan juga akan meningkatkan patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan di sekitar area tambang.
“Meski kita tidak menambah personel pengamanan, namun pola pengamanan yang kita tingkatkan dengan intensifkan patroli terutama daerah-daerah yang kita nilai rawan,” jelasnya. (*)
Penulis: Adeliayani M
Editor: Marthen LL Moru









