TIMIKA, Koranpapua.id- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menawarkan 10 blok migas potensial pada awal tahun 2026, termasuk di Jayapura-Papua
Blok-blok migas tersebut baru saja diselesaikan melalui tahap studi mendalam.
Ditjen Migas mengundang para calon investor yang tertarik menggarap potensi tersebut untuk menyampaikan minatnya melalui metode langsung penawaran melalui studi bersama atau lelang reguler.
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengungkapkan 10 blok migas potensi tersebut merupakan bagian dari 110 area potensi yang telah dipetakan oleh Kementerian ESDM.
Dan telah selesai dilakukan kajian oleh Badan Geologi dan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
“Studi tersebut bagian dari peran aktif pemerintah untuk meningkatkan kualitas data migas agar calon investor migas lebih tertarik utamanya dalam eksplorasi migas,” kata Laode melalui keterangan tertulis, dikutip Jumat 5 Maret 2026.
Laode menjelaskan proposal penawaran langsung maupun lelang reguler untuk 10 area tersebut dapat disampaikan kepada Ditjen Migas mulai 1 April 2026 dan paling lambat 10 April 2026.
“Sesuai arahan Menteri ESDM, kami memberikan kemudahan dan membuka peluang kepada investor, perusahaan migas yang memiliki kapabilitas untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan potensi eksploitasi migas di Indonesia,” ungkap Laode.
Dia menambahkan, Kementerian ESDM turut berkomitmen menciptakan iklim investasi hulu migas yang atraktif melalui berbagai kebijakan fiskal baru.
Antara lain, skema bagi hasil atau split sebesar 50:50, kontrak migas yang fleksibel yakni dapat memiliki cost recovery atau gross split.
Serta adanya insentif hulu migas untuk optimalisasi produksi dan pembebasan pajak tidak langsung pada masa eksplorasi.
“Pemerintah saat ini semakin terbuka dan aktif turun langsung dalam fasilitas percepatan perizinan dan birokrasi lintas instansi,” jelasnya.
Pemerintah juga melakukan eksplorasi langsung dengan pembiayaan APBN untuk mengurangi risiko eksplorasi dan mendorong investasi.
Belum lama ini, Ditjen Migas Kementerian ESDM telah mengadakan pertemuan dengan Indonesia Petroleum Association (IPA) ihwal rencana penawaran 110 blok migas tahun ini.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan 110 wilayah kerja (WK) tersebut akan ditawarkan secara serempak.
Yuliot berharap lelang terbaru dapat meningkatkan produksi siap jual atau mengangkat migas Indonesia.
“Tahun ini kami menawarkan 110 wilayah kerja, jadi di anggota IPA, justru mereka menyatakan minat untuk bagaimana meningkatkan eksplorasi,” kata Yuliot dalamm keterangannya, Jumat 6 Maret 2026.
Sepanjang tahun 2025, Kementerian ESDM membuka lelang WK migas dalam tiga tahap. Dalam lelang WK migas putaran pertama 2025, ESDM melelang tiga WK yakni WK Gagah, WK Perkasa, dan WK Lavender.
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memenangkan lelang WK Lavender karena perusahaan migas pelat merah itu sudah melakukan studi bersama di WK tersebut.
Selain itu, TIS Petroleum (Asia) Pte Ltd ditetapkan menjadi pengelola WK migas Perkasa dan baru saja meneken kontrak bagi hasil atau kontrak bagi hasil (PSC).
Setelah itu, Kementerian ESDM membuka lelang sembilan blok migas pada penawaran tahap II.
Sembilan blok migas yang dilelang terdiri atas Blok Jalu, Blok Andaman Barat Daya, Blok Karunia, Blok Delapan Muaro, Blok Barong, Blok Drawa, Blok Bintuni, Blok Gagah, dan Blok Abar Anggursi.
Terbaru, pada akhir tahun 2025 Kementerian ESDM membuka lelang delapan WK pada Senin 22 Desember 2025. Tiga WK ditawarkan lewat penawaran langsung di antaranya WK Tapah, WK Nawasena, dan WK Mabelo.
Sementara itu, lima blok ditawarkan melalui lelang reguler yakni WK Arwana III, WK Tuah Tanah, WK Rangkas, WK Akimeugah I dan WK Akimeugah II.
Berikut 10 blok migas yang ditawarkan awal 2026:
- Rupat
- Puri
- Karapan Baru
- Pesut Mahakam
- Bengara II
- Maratua II
- Matindok Selatan
- Lao-Lao
- Rombebai
10.Papua Utara/Jayapura (Redaksi)










