ADVERTISEMENT
Jumat, Mei 22, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Gubernur Meki Nawipa Instruksikan Tiga Bupati Bentuk Tim Tangani Konflik Kapiraya

Setelah konsolidasi di tingkat suku selesai dilakukan, seluruh elemen Forkopimda dari provinsi hingga tiga kabupaten terkait akan turun langsung ke Kapiraya.

14 Februari 2026
0
Gubernur Meki Nawipa Ingatkan ASN Soal Sanksi Disipilin, Bolos Kerja, TPP Dipotong Hingga 55 Persen

Meki Nawipa, Gubernur Papua Tengah (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

NABIRE, Koranpapua.id– Bupati Mimika, Bupati Deiyai dan Bupati Dogiyai diinstruksikan agar secepatnya membentuk tim untuk menangani penyelesian tapal batas wilayah yang berbuntut pertikaian di Kapiraya.

Seperti diketahui berlarut-larutnya penyelesaian tapal batas wilayah Kabupaten Mimika dan Deiyai, telah mengakibatkan konflik antara Suku Mee dan Suku Kamoro.

ADVERTISEMENT

Dalam konflik horisontal berlangsung Jumat 13 Februari 2026, berdampak terhadap terbakarnya 18 rumah semi permanen milik warga Kampung Mauka.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Termasuk Kantor Distrik Kapiraya Atas Kabupaten Deiyai dan Polsubsektor Kapiraya Polres Deiyai-Polda Papua.

Baca Juga

Uskup Timika Ingatkan Lindungi Tanah Adat dan Waspada Kejahatan Digital  

Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Satgas ODC Ringkus Wadanyon HSSBI Kodap XVI di Yahukimo

Menyikapi agar kasus ini tidak melebar, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa memerintahkan Bupati Mimika, Deiyai dan Dogiyai untuk segera tangani konflik tersebut dengan membentuk tim gabungan.

Tim ini selanjutnya bekerja melakukan upaya-upaya untuk meredam sekaligus sejumlah langkah penyelesaian terhadap persoalan tapal batas berbasis adat.

Instruksi ini merupakan salah satu keputusan yang ditetapkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin Gubernur Meki Nawipa secara Daring, Jumat 13 Februari 2026.

Pertemuan daring dihadiri jajaran pimpinan daerah, di antaranya wakil ketua I Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah (MRPT) Yehuda Gobai, wakil ketua IV DPRP Papua Tengah John NR Gobai.

Termasuk Bupati Mimika, Johannes Rettob, Bupati Deiyai, Melkianus Mote, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Dogiyai, Petrus Agapa.

Dalam Rakor tersebut, Gubernur menekankan agar lebih mengedepankan pendekatan adat guna meredam ketegangan yang terjadi di Kapiraya.

Ketegangan itu kembali pecah setelah sebelumnya terjadi dua kali peristiwa sama di wilayah Kapiraya dan telah menelan satu korban jiwa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bakesbangpol Papua Tengah, Albertus Adii mengatakan, pertemuan ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemprov Papua Tengah untuk menyelesaikan sengketa di wilayah Kapiraya.

Albertus membenarkan bahwa, langkah yang perlu dilakukan secepatnya adalah koordinasi intensif antara provinsi dan tiga kabupaten yakni, Deiyai, Dogiyai, dan Mimika.

“Dalam rapat sudah disepakati bahwa masing-masing kabupaten akan membentuk tim penanganan konflik yang akan melakukan koordinasi dan kerja sama terhadap suku-suku baik Mee dan Kamoro,” ujar Albertus.

“Pemerintah akan bekerja dalam waktu sesingkat-singkatnya untuk penanganan konflik, sehingga tidak menyebar,” tandasnya.

Pemprov Papua Tengah juga mendorong agar tim yang dibentuk melakukan negosiasi langsung dengan para pemilik hak ulayat dari kedua belah pihak.

Langkah ini dianggap paling efektif untuk menyelaraskan perspektif antara administrasi negara dan hukum adat yang berlaku di Tanah Papua.

Setelah konsolidasi di tingkat suku selesai dilakukan, seluruh elemen Forkopimda dari provinsi hingga tiga kabupaten terkait akan turun langsung ke Kapiraya.

“Membentuk tim dari tiga kabupaten masing-masing, kemudian dengan tingkat provinsi setelah melakukan konsolidasi komunikasi dikoordinasi melalui suku-suku yang ada, khususnya Mee dan Kamoro,” jelasnya.

Selanjutnya akan dilaksanakan pertemuan bersama. Hasil pertemuan akan dirumuskan, kemudian Forkopimda provinsi dan tiga kabupaten akan ke Kapiraya untuk menyelesaikan konteks tapal batas adat. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Uskup Timika Ingatkan Lindungi Tanah Adat dan Waspada Kejahatan Digital  

Uskup Timika Ingatkan Lindungi Tanah Adat dan Waspada Kejahatan Digital  

21 Mei 2026
Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Wadanyon HSSBI di Yahukimo

Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Satgas ODC Ringkus Wadanyon HSSBI Kodap XVI di Yahukimo

21 Mei 2026
Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Diproyeksi Dihadiri 10 Ribu Peserta

Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Diproyeksi Dihadiri 10 Ribu Peserta

21 Mei 2026
Tidak Semata Limbah, Potensi Sumber Daya: Pemkab Mimika Dorong Pemanfaatan Tailing Freeport Secara Berkelanjutan

Tidak Semata Limbah, Potensi Sumber Daya: Pemkab Mimika Dorong Pemanfaatan Tailing Freeport Secara Berkelanjutan

21 Mei 2026
148 Puskesmas di Papua Tengah hanya 12 Persen yang Miliki Sembilan Jenis Nakes Lengkap

148 Puskesmas di Papua Tengah hanya 12 Persen yang Miliki Sembilan Jenis Nakes Lengkap

21 Mei 2026
Puluhan Satwa Endemik Papua Diamankan Barantin Makasar

Puluhan Satwa Endemik Papua Diamankan Barantin Makasar

21 Mei 2026

POPULER

  • Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Pdt. Anton Wamang Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Tembagapura: ‘TNI Tidak Terlibat Kematian Putri Saya’

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Gubernur Matius Fakhiri: Tiga Penyakit Ini Pembunuh Terbesar Orang Asli Papua

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Delapan Pendulang Emas Tewas di Yahukimo, Jubir TPNPB: Pembunuhan sebagai Aksi Balas Dendam

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • SMI-KP Kota Studi Nabire Gelar Mimbar Bebas, Tolak Rencana Pemekaran DOB di Wilayah Paniai

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Batas Wilayah dan Keberadaan Lahan Emas Diduga Pemicu Konflik di Kapiraya-Mimika

Tambang Emas Ilegal Biang Kerok Konflik Kapiraya, DPR Papua Tengah Desak Pemprov Tutup Aktivitas Eksploitasi SDA

Akses dari Bundaran Petrosea Menuju Bandara Mozes Kilangin Dibuka, Kini Bernama Jalan Yan Magal

Akses dari Bundaran Petrosea Menuju Bandara Mozes Kilangin Dibuka, Kini Bernama Jalan Yan Magal

Aksi Cepat Tim Babat: Lima Pelaku Begal di Timika Diringkus, Semua Berstatus Pelajar

Aksi Cepat Tim Babat: Lima Pelaku Begal di Timika Diringkus, Semua Berstatus Pelajar

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id