TIMIKA, Koranpapua.id- Bentrok antarwarga dilaporkan terjadi di Kampung Kapiraya Distrik Mimika barat Tengah Kabupaten Mimika Papua Tengah pada Rabu, 11 Februari 2026 pagi.
Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat setempat sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh aparat keamanan.
Berdasarkan video amatir berdurasi 21 detik yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah warga membawa senjata tajam seperti parang, panah, serta senapan angin.
Aksi saling serang tersebut diduga dipicu oleh kesalahpahaman antarwarga.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Saat dikonfirmasi, Kapolres memastikan bahwa kondisi keamanan di lokasi saat ini telah berangsur kondusif.
“Ya, betul. Aparat keamanan gabungan TNI Polri sudah di TKP untuk situasi saat ini kondusif,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, AKBP Billyandha menjelaskan bahwa keributan tersebut bermula dari pembukaan palang oleh masyarakat Kapiraya yang sebelumnya terpasang di Jembatan Kilometer 2.
“Info awal dampak dari pembukaan palang oleh masyarakat Kapiraya kemarin di Jembatan 2 kilo 5,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Mimika Barat, Iptu Muhammad Yani, menyampaikan bahwa berdasarkan data sementara terdapat empat korban luka akibat insiden tersebut, meski belum diketahui berasal dari kelompok mana.
“Kami pastikan. Memang ada korban hanya luka kena senapan angin. Untuk sementara ada 4,” kata Iptu Muhammad Yani melalui pesan WhatsApp. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










