ADVERTISEMENT
Senin, Maret 30, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Mengapa Stunting Masih Tinggi di Papua? Mengungkap Faktor Penentu dan Arah Kebijakan yang Tepat

Upaya percepatan penurunan stunting di Papua harus dirancang lebih terarah, mudah diakses, dan mempertimbangkan kondisi geografis yang ekstrem.

22 Desember 2025
0
Mengapa Stunting Masih Tinggi di Papua? Mengungkap Faktor Penentu dan Arah Kebijakan yang Tepat

Gambaran anak-anak dengan kasus Stunting di Papua (foto Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

SAAT INI angka stunting di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan. Meski demikian untuk kondisi di wilayah Papua, stunting masih menjadi perhatian serius.

Berdasarkan analisis terbaru dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, hampir 30 persen anak Papua di bawah lima tahun mengalami stunting.

ADVERTISEMENT

Angka ini jauh di atas rata-rata nasional, dan menunjukkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk menciptakan generasi Papua yang sehat dan kuat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Penelitian berbasis data sekunder terhadap lebih dari 13 ribu anak di Papua ini mengungkap berbagai faktor yang saling terkait dalam menentukan risiko stunting. Sekaligus siapa saja kelompok yang perlu menjadi prioritas kebijakan pemerintah.

Baca Juga

Syarat Menjadi Pejabat di Mimika, Bupati Johannes Rettob Tegaskan ASN Wajib Sarjana

Polres Lanny Jaya Terbaik se-Papua Raya Tangani Perlindungan Perempuan dan Anak

Ketika Tempat Tinggal Menentukan Risiko

Salah satu temuan penting menunjukkan bahwa mereka yang tinggal di pedesaan lebih rentan dibandingkan yang tinggal di wilayah perkotaan.

Topografi Papua yang didominasi pegunungan terjal dan wilayah yang sulit dijangkau membuat distribusi layanan kesehatan, pangan, dan pendidikan tidak merata.

Banyak keluarga hidup di desa-desa terpencil yang jauh dari fasilitas kesehatan dasar. Kondisi ini memperburuk ketidaksetaraan dan membuat upaya pencegahan stunting menjadi lebih sulit.

Hal ini sejalan dengan banyak riset yang menunjukkan bahwa anak-anak di pedesaan di berbagai negara memiliki risiko stunting lebih tinggi dibandingkan mereka yang tinggal di perkotaan.

Peran Ibu Sangat Menentukan

Penelitian ini juga menyoroti betapa pentingnya kondisi sosial, ekonomi, dan demografi seorang ibu terhadap pertumbuhan anaknya.

Anak yang lahir dari ibu berusia sangat muda lebih berisiko stunting. Ibu remaja belum sepenuhnya siap secara fisik maupun psikologis, sehingga kemampuan untuk memberikan perawatan optimal menjadi terbatas.

Tingkat pendidikan juga menjadi faktor penentu. Ibu dengan pendidikan rendah cenderung memiliki keterbatasan dalam pengetahuan gizi, kesehatan, dan pola asuh.

Sementara itu, ibu yang bercerai atau berpisah menghadapi beban ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh, sehingga waktu dan energinya terpecah.

Kondisi ini sering membuat perhatian terhadap gizi dan kesehatan anak menjadi kurang optimal. Temuan menarik lainnya adalah tingginya risiko stunting pada anak yang ibunya bekerja.

Hal ini terutama terlihat pada ibu yang bekerja di sektor formal, di mana jam kerja panjang dan keterbatasan waktu membuat pengawasan terhadap asupan dan kesehatan anak menjadi berkurang.

Kemiskinan Masih Menjadi Sumber Masalah

Tidak mengherankan jika penelitian ini kembali menegaskan kuatnya hubungan antara stunting dan kondisi ekonomi keluarga.

Anak-anak dari keluarga miskin memiliki risiko paling tinggi. Keterbatasan ekonomi membuat kualitas dan variasi makanan menjadi minim.

Akses layanan kesehatan lebih sulit, serta kondisi lingkungan tinggal kurang mendukung tumbuh kembang anak.

Perawatan Kehamilan dan Awal Kehidupan

Studi ini juga menyoroti pentingnya pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC). Ibu yang tidak melakukan ANC berpeluang lebih besar melahirkan anak stunting.

Ini dikasrenakan masalah kesehatan selama kehamilan tidak terdeteksi atau tidak tertangani. Selain itu, praktik Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terbukti berpengaruh besar.

Bayi yang tidak mendapatkan IMD lebih rentan terhadap malnutrisi dan infeksi, yang pada akhirnya meningkatkan risiko stunting.

Menariknya, penelitian ini menemukan bahwa anak laki-laki lebih berisiko mengalami stunting daripada perempuan.

Fenomena ini terjadi di berbagai negara dan diperkirakan terkait kerentanan biologis maupun kebutuhan nutrisi yang berbeda.

Arah Kebijakan yang Lebih Tepat untuk Papua

Temuan penelitian ini memberi gambaran jelas siapa saja yang harus menjadi sasaran intervensi: anak di Papua, mereka yang tinggal di pedesaan.

Anak-anak dari ibu muda dan berpendidikan rendah, keluarga miskin, ibu tanpa ANC, serta bayi yang tidak mendapatkan IMD.

Anak laki-laki juga perlu mendapat perhatian khusus karena tingkat kerentanannya yang lebih tinggi.

Upaya percepatan penurunan stunting di Papua harus dirancang lebih terarah, mudah diakses, dan mempertimbangkan kondisi geografis yang ekstrem.

Penguatan layanan kesehatan dasar, edukasi gizi bagi ibu muda, program pemberdayaan ekonomi keluarga, serta pendampingan intensif bagi ibu hamil dan menyusui harus menjadi prioritas.

Dengan intervensi yang tepat dan berkelanjutan, harapan untuk menurunkan angka stunting di Papua bukanlah hal yang mustahil.

Generasi yang sehat adalah fondasi masa depan Papua—dan masa depan Indonesia. (*)

Penulis: Ratna Dwi Wulandari, Fakultas Kesehatan Masyarakat Univesitas Airlangga, Surabaya

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Syarat Menjadi Pejabat di Mimika, Bupati Johannes Rettob Tegaskan ASN Wajib Sarjana

Syarat Menjadi Pejabat di Mimika, Bupati Johannes Rettob Tegaskan ASN Wajib Sarjana

30 Maret 2026
Polres Lanny Jaya Terbaik se-Papua Raya Tangani Perlindungan Perempuan dan Anak

Polres Lanny Jaya Terbaik se-Papua Raya Tangani Perlindungan Perempuan dan Anak

30 Maret 2026
Ketua DPRK Mimika Desak Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembunuhan, Cegah Konflik Meluas

Ketua DPRK Mimika Desak Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembunuhan, Cegah Konflik Meluas

30 Maret 2026
Tiga Kombatan OPM di Sinak Nyatakan Ikar Setia Kembali ke NKRI

Tiga Kombatan OPM di Sinak Nyatakan Ikar Setia Kembali ke NKRI

30 Maret 2026
Gubernur Matius: Kebijakan Komisaris dan Direksi Bank Papua Tidak Boleh Melenceng dari Tujuan Utama

Gubernur Matius: Kebijakan Komisaris dan Direksi Bank Papua Tidak Boleh Melenceng dari Tujuan Utama

30 Maret 2026
Pemkab Mimika Dorong Ekonomi Lokal dan Digitalisasi di RKPD 2027, Bupati JR: Intinya Masyarakat Sejahtera

Pemkab Mimika Dorong Ekonomi Lokal dan Digitalisasi di RKPD 2027, Bupati JR: Intinya Masyarakat Sejahtera

30 Maret 2026

POPULER

  • Usai Kontak Tembak dengan OPM di Kampung Topo Nabire, TNI Berhasil Sita Senjata dan Amunisi

    Usai Kontak Tembak dengan OPM di Kampung Topo Nabire, TNI Berhasil Sita Senjata dan Amunisi

    706 shares
    Bagikan 282 Tweet 177
  • Satu Tahun Kepemimpinan: Tim Pemenang Tagih Realisasi Janji Bupati Mimika, Gerry: Wujudkan Kunjungan Langsung ke Posko

    600 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Sadis! Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah, Ketua KNPI Mimika: “Ini Kakak Sungguh Saya”

    589 shares
    Bagikan 236 Tweet 147
  • SMP YPJ Kuala Kencana Gelar Pasar Kreatif, Bekali Siswa Jiwa Wirausaha Sejak Dini

    572 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah Minta Freeport Tidak Kurangi Setoran ke Daerah

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Syarat Menjadi Pejabat di Mimika, Bupati Johannes Rettob Tegaskan ASN Wajib Sarjana

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • TPNPB-OPM Tawarkan Opsi kepada Prabowo, Buka Perundingan atau Perang Berlanjut

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
Next Post
Kasatgas Korsup KPK: Kebocoran Dana Otsus Terjadi karena Sistem, Bukan untuk Perkaya Pejabat

Kasatgas Korsup KPK: Kebocoran Dana Otsus Terjadi karena Sistem, Bukan untuk Perkaya Pejabat

Dari Papua untuk Indonesia: Asta Protas Kemenag Gaungkan Semangat Keberagaman

Dari Papua untuk Indonesia: Asta Protas Kemenag Gaungkan Semangat Keberagaman

Hasil Pertemuan Gubernur dengan Keluarga Korban Kwamki Narama Terungkap, Ini Kata Kapolres Mimika

Hasil Pertemuan Gubernur dengan Keluarga Korban Kwamki Narama Terungkap, Ini Kata Kapolres Mimika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id