ADVERTISEMENT
Selasa, Agustus 18, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Mengapa Stunting Masih Tinggi di Papua? Mengungkap Faktor Penentu dan Arah Kebijakan yang Tepat

Upaya percepatan penurunan stunting di Papua harus dirancang lebih terarah, mudah diakses, dan mempertimbangkan kondisi geografis yang ekstrem.

22 Desember 2025
0
Mengapa Stunting Masih Tinggi di Papua? Mengungkap Faktor Penentu dan Arah Kebijakan yang Tepat

Gambaran anak-anak dengan kasus Stunting di Papua (foto Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

SAAT INI angka stunting di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan. Meski demikian untuk kondisi di wilayah Papua, stunting masih menjadi perhatian serius.

Berdasarkan analisis terbaru dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, hampir 30 persen anak Papua di bawah lima tahun mengalami stunting.

ADVERTISEMENT

Angka ini jauh di atas rata-rata nasional, dan menunjukkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk menciptakan generasi Papua yang sehat dan kuat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Penelitian berbasis data sekunder terhadap lebih dari 13 ribu anak di Papua ini mengungkap berbagai faktor yang saling terkait dalam menentukan risiko stunting. Sekaligus siapa saja kelompok yang perlu menjadi prioritas kebijakan pemerintah.

Baca Juga

Satgas Pasgat Tanamkan Semangat Perjuangan dan Cinta Tanah Air pada Generasi Muda di Pegunungan Bintang 

PEPC Region 4 Zona 14 Mencacat Sumur Baru di Papua Lampaui Target, Produksi 369 BOPD

Ketika Tempat Tinggal Menentukan Risiko

Salah satu temuan penting menunjukkan bahwa mereka yang tinggal di pedesaan lebih rentan dibandingkan yang tinggal di wilayah perkotaan.

Topografi Papua yang didominasi pegunungan terjal dan wilayah yang sulit dijangkau membuat distribusi layanan kesehatan, pangan, dan pendidikan tidak merata.

Banyak keluarga hidup di desa-desa terpencil yang jauh dari fasilitas kesehatan dasar. Kondisi ini memperburuk ketidaksetaraan dan membuat upaya pencegahan stunting menjadi lebih sulit.

Hal ini sejalan dengan banyak riset yang menunjukkan bahwa anak-anak di pedesaan di berbagai negara memiliki risiko stunting lebih tinggi dibandingkan mereka yang tinggal di perkotaan.

Peran Ibu Sangat Menentukan

Penelitian ini juga menyoroti betapa pentingnya kondisi sosial, ekonomi, dan demografi seorang ibu terhadap pertumbuhan anaknya.

Anak yang lahir dari ibu berusia sangat muda lebih berisiko stunting. Ibu remaja belum sepenuhnya siap secara fisik maupun psikologis, sehingga kemampuan untuk memberikan perawatan optimal menjadi terbatas.

Tingkat pendidikan juga menjadi faktor penentu. Ibu dengan pendidikan rendah cenderung memiliki keterbatasan dalam pengetahuan gizi, kesehatan, dan pola asuh.

Sementara itu, ibu yang bercerai atau berpisah menghadapi beban ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh, sehingga waktu dan energinya terpecah.

Kondisi ini sering membuat perhatian terhadap gizi dan kesehatan anak menjadi kurang optimal. Temuan menarik lainnya adalah tingginya risiko stunting pada anak yang ibunya bekerja.

Hal ini terutama terlihat pada ibu yang bekerja di sektor formal, di mana jam kerja panjang dan keterbatasan waktu membuat pengawasan terhadap asupan dan kesehatan anak menjadi berkurang.

Kemiskinan Masih Menjadi Sumber Masalah

Tidak mengherankan jika penelitian ini kembali menegaskan kuatnya hubungan antara stunting dan kondisi ekonomi keluarga.

Anak-anak dari keluarga miskin memiliki risiko paling tinggi. Keterbatasan ekonomi membuat kualitas dan variasi makanan menjadi minim.

Akses layanan kesehatan lebih sulit, serta kondisi lingkungan tinggal kurang mendukung tumbuh kembang anak.

Perawatan Kehamilan dan Awal Kehidupan

Studi ini juga menyoroti pentingnya pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC). Ibu yang tidak melakukan ANC berpeluang lebih besar melahirkan anak stunting.

Ini dikasrenakan masalah kesehatan selama kehamilan tidak terdeteksi atau tidak tertangani. Selain itu, praktik Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terbukti berpengaruh besar.

Bayi yang tidak mendapatkan IMD lebih rentan terhadap malnutrisi dan infeksi, yang pada akhirnya meningkatkan risiko stunting.

Menariknya, penelitian ini menemukan bahwa anak laki-laki lebih berisiko mengalami stunting daripada perempuan.

Fenomena ini terjadi di berbagai negara dan diperkirakan terkait kerentanan biologis maupun kebutuhan nutrisi yang berbeda.

Arah Kebijakan yang Lebih Tepat untuk Papua

Temuan penelitian ini memberi gambaran jelas siapa saja yang harus menjadi sasaran intervensi: anak di Papua, mereka yang tinggal di pedesaan.

Anak-anak dari ibu muda dan berpendidikan rendah, keluarga miskin, ibu tanpa ANC, serta bayi yang tidak mendapatkan IMD.

Anak laki-laki juga perlu mendapat perhatian khusus karena tingkat kerentanannya yang lebih tinggi.

Upaya percepatan penurunan stunting di Papua harus dirancang lebih terarah, mudah diakses, dan mempertimbangkan kondisi geografis yang ekstrem.

Penguatan layanan kesehatan dasar, edukasi gizi bagi ibu muda, program pemberdayaan ekonomi keluarga, serta pendampingan intensif bagi ibu hamil dan menyusui harus menjadi prioritas.

Dengan intervensi yang tepat dan berkelanjutan, harapan untuk menurunkan angka stunting di Papua bukanlah hal yang mustahil.

Generasi yang sehat adalah fondasi masa depan Papua—dan masa depan Indonesia. (*)

Penulis: Ratna Dwi Wulandari, Fakultas Kesehatan Masyarakat Univesitas Airlangga, Surabaya

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat Tanamkan Semangat Perjuangan dan Cinta Tanah Air pada Generasi Muda di Pegunungan Bintang 

Satgas Pasgat Tanamkan Semangat Perjuangan dan Cinta Tanah Air pada Generasi Muda di Pegunungan Bintang 

17 Agustus 2026
Konsep Otomatis

HUT ke-81 RI, Johannes Rettob: Pesta Rakyat Bukan Kemewahan, Tapi Momentum Pemerintah Bersama Masyarakat

17 Agustus 2026
Konsep Otomatis

Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

17 Agustus 2026
HUT ke-81 RI di Mimika: Johannes Rettob Sebut Perjuangan Hari Ini Bukan Lagi Mengangkat Senjata, Tapi Membangun Mimika

HUT ke-81 RI di Mimika: Johannes Rettob Sebut Perjuangan Hari Ini Bukan Lagi Mengangkat Senjata, Tapi Membangun Mimika

17 Agustus 2026
PEPC Region 4 Zona 14 Mencacat Sumur Baru di Papua Lampaui Target, Produksi 369 BOPD

PEPC Region 4 Zona 14 Mencacat Sumur Baru di Papua Lampaui Target, Produksi 369 BOPD

17 Agustus 2026
Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

17 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    912 shares
    Bagikan 365 Tweet 228
  • Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    671 shares
    Bagikan 268 Tweet 168
  • Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

    596 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    680 shares
    Bagikan 272 Tweet 170
  • 13 Kantor Pemerintah di Puncak Dirusak dan Dibakar: Komisi II DPR RI  Desak Mendagri segera Turun Tangan 

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Awalnya Sempat Pesimis: Gladys Manuella Aibekob, Wakili Papua Tengah Kibarkan Merah Putih di Istana Negara 

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
Next Post
Kasatgas Korsup KPK: Kebocoran Dana Otsus Terjadi karena Sistem, Bukan untuk Perkaya Pejabat

Kasatgas Korsup KPK: Kebocoran Dana Otsus Terjadi karena Sistem, Bukan untuk Perkaya Pejabat

Dari Papua untuk Indonesia: Asta Protas Kemenag Gaungkan Semangat Keberagaman

Dari Papua untuk Indonesia: Asta Protas Kemenag Gaungkan Semangat Keberagaman

Hasil Pertemuan Gubernur dengan Keluarga Korban Kwamki Narama Terungkap, Ini Kata Kapolres Mimika

Hasil Pertemuan Gubernur dengan Keluarga Korban Kwamki Narama Terungkap, Ini Kata Kapolres Mimika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id