ADVERTISEMENT
Jumat, April 3, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kepolisian

Keluarga Korban Desak Polres Nabire Segera Umumkan Hasil Uji Lab Kematian Suster Perawat RSUD Deiyai

Keluarga mendesak agar hasil lab segera diumumkan Polres Nabire guna mencegah menimbulkan ketersinggungan keluarga atas peristiwa kematian tidak wajar Pekei.

12 Januari 2025
0
Keluarga Korban Desak Polres Nabire Segera Umumkan Hasil Uji Lab Kematian Suster Perawat RSUD Deiyai

Petugas kesehatan RSUD Deiyai Almarhum Suster Norlince Pekei yang meninggal akibat diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi makanan yang dibeli di Pasar Pagi Wonorejo, Kelurahan Bumi Wonorejo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Kamis 2 Januari 2025. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

NABIRE, Koranpapua.id- Keluarga korban mendesak pihak Kepolisian Resor (Polres) Nabire, Kepolisian Daerah Papua segera mengumumkan hasil uji laboratorium ihwal kematian Norlince Pekei.

Norlince Pekei merupakan suster perawat yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Deiyai, Provinsi Papua Tengah.

ADVERTISEMENT

Diduga Norlince meninggal akibat keracunan makanan dan lauk yang dibeli di Pasar Pagi, Kelurahan Bumi Wonorejo, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Kamis 2 Januari 2025 lalu.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sekembali dari pasar korban bersama anak-anaknya menyantap nasi goreng dan ikan yang baru saja dibeli.

Baca Juga

Pemkab Mimika Genjot Pemerataan Akses Pendidikan, 2027 Anak Wajib TK Sebelum Masuk SD

Gubernur Papua Tengah Resmi Tetapkan WFH Bagi ASN Setiap Hari Jumat, Berlaku untuk Pemprov dan Delapan Kabupaten

“Hari Kamis 2 Januari itu, setelah makan istri saya mengeluh sakit ulu hati lalu mencret hingga tak sadarkan diri,” ujar suami korban, Dr Ferdinant Pakage, MAP, MM kepada wartawan di Nabire, Papua Tengah, Minggu 12 Januari 2025.

Dikatakan, Norlince yang tidak sadarkan diri kemudian dilarikan ke IGD RS Nabire.

“Sampai di IGD saya minta segera dipasang oksigen karena istri sudah tak sadarkan diri,” kenangnya.

Namun sayang tidak berselang lama, Norlince menghembuskan nafas terakhir,” Istri saya meninggal di pangkuan saya dengan busa yang keluar dari mulut dan hidung. Kata petugas medis saat itu, istri saya keracunan,” ungkapnya.

Menurut Ferry Pakage, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Deiyai, saat itu juga kasus kematian tidak wajar sang istri langsung dilaporkan keluarga ke Polres Nabire dan Polda Papua Tengah.

Selain itu, kesepakatan keluarga korban dan Kepala Pasar Pagi Bumi Wonorejo, pasar ditutup sementara terhitung Senin-Sabtu (6-11/1) akibat kematian tak wajar itu.

“Pihak Polres Nabire juga menyampaikan kepada kami keluarga korban, akan berkomitmen mengungkap peristiwa kematian tak wajar istri saya yang diduga kuat meninggal akibat keracunan usai mengkonsumsi nasi goreng dan ikan yang baru dibeli di pasar,” ujar Ferry.

Menurutnya, hingga kini keluarga Almahrumah juga masih menunggu informasi dari pihak Polres hasil uji laboratorium sampel makanan yang sudah dikirim ke RS Bhayangkara Jayapura.

Keluarga mendesak agar hasil lab segera diumumkan Polres Nabire guna mencegah menimbulkan ketersinggungan keluarga atas peristiwa kematian tidak wajar Pekei.

Ferry menegaskan, hingga Minggu 12 Januari, ia dan keluarga besar baik di Deiyai maupun Nabire masih menunggu hasil sampel makanan RS Bhayangkara Jayapura pihak Polres Nabire.

Jika dalam waktu dekat belum ada kejelasan hasil uji laboratorium RS Bhayangkara Jayapura, pihaknya mendesak diambil alih rumah sakit lain agar segera dituntaskan kasus yang merenggut nyawa perawat RSUD Deiyai tersebut.

“Kalau sengaja dibuat molor pihak-pihak tertentu, kami akan adukan kasus kematian tak wajar ini agar dibuka ke publik. Saya tegaskan, kasus ini saya bersama keluarga adukan kepada Presiden Republik Indonesia, Mabes Polri atau Komnas HAM RI,” tegasnya.

Dikatakan, kematian tidak wajar tersebut membuat keluarga sangat marah dan terpukul. Keluarga juga masih memendam amarah hingga saat ini. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pemkab Mimika Genjot Pemerataan Akses Pendidikan, 2027 Anak Wajib TK Sebelum Masuk SD

Pemkab Mimika Genjot Pemerataan Akses Pendidikan, 2027 Anak Wajib TK Sebelum Masuk SD

2 April 2026
Sisir Kios di Oksibil, Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Tim Gabungan Gelar Razia PEKAT

Sisir Kios di Oksibil, Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Tim Gabungan Gelar Razia PEKAT

2 April 2026
Disnakkeswan Targetkan Tahun 2025 Populasi Babi di Mimika Capai 6.000 Ekor

Pertamina Pastikan Harga BBM di Papua Stabil, Sabelina: Persediaan di Mimika Mencukupi

2 April 2026
Pemberlakuan WFH ASN, Pemprov Papua Tunggu Aturan Pusat, Internet Masih Menjadi Kendala

Dampak Efisiensi Anggaran, Seluruh Cleaning Service di Lingkungan Pemprov Papua Diberhentikan

2 April 2026
Gubernur Papua Barat: Masyarakat Tidak Perlu Panik, Belanja BBM Sesuai Kebutuhan

Gubernur Papua Barat: Masyarakat Tidak Perlu Panik, Belanja BBM Sesuai Kebutuhan

2 April 2026
Gubernur Papua Tengah Resmi Tetapkan WFH Bagi ASN Setiap Hari Jumat, Berlaku untuk Pemprov dan Delapan Kabupaten

Gubernur Papua Tengah Resmi Tetapkan WFH Bagi ASN Setiap Hari Jumat, Berlaku untuk Pemprov dan Delapan Kabupaten

2 April 2026

POPULER

  • Gubernur Papua Tengah Resmi Tetapkan WFH Bagi ASN Setiap Hari Jumat, Berlaku untuk Pemprov dan Delapan Kabupaten

    Gubernur Papua Tengah Resmi Tetapkan WFH Bagi ASN Setiap Hari Jumat, Berlaku untuk Pemprov dan Delapan Kabupaten

    610 shares
    Bagikan 244 Tweet 153
  • Sadis! Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah, Ketua KNPI Mimika: “Ini Kakak Sungguh Saya”

    598 shares
    Bagikan 239 Tweet 150
  • Syarat Menjadi Pejabat di Mimika, Bupati Johannes Rettob Tegaskan ASN Wajib Sarjana

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Seorang Remaja Putri di Timika Ditemukan Tewas Diduga Gantung Diri, Motifnya Masih Penyelidikan

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Jaksa Agung Pantau Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Sarana Aerosport di Mimika

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • ASN Wajib Turun ke Pedalaman, Pemkab Mimika Naikkan Uang Perjalanan Dinas Rp3,5 Juta per Hari

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Polisi Data 145 Warga Tembagapura yang Melayat Almarhum Junius Magai

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
Next Post
Batas Usia Pensiun Karyawan Swasta 59 Tahun, Berbeda dengan PNS. Berikut Penjelasannya

Batas Usia Pensiun Karyawan Swasta 59 Tahun, Berbeda dengan PNS. Berikut Penjelasannya

Polisi Tangkap Empat Pelaku Pengedar Ribuan Obat Terlarang di Timika

Polisi Tangkap Empat Pelaku Pengedar Ribuan Obat Terlarang di Timika

Kapal Perintis Akhirnya Sandar di Dermaga Sipu-Sipu Jita, Harga Tiket Terjangkau Rp16.500

Kapal Perintis Akhirnya Sandar di Dermaga Sipu-Sipu Jita, Harga Tiket Terjangkau Rp16.500

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id