ADVERTISEMENT
Minggu, Agustus 2, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Natal Jemaat Bahtera Timika Berlangsung Meriah, David Onawame: Yesus Raja Damai Datang Menghapus Dosa Manusia

"Jangan sekali-sekali melepaskan tangan Tuhan Yesus dalam hidup, entah berada di mana saja dan dalam situasi apa saja. Karena Allah sungguh mengasihi kita".

7 Desember 2024
0
Natal Jemaat Bahtera Timika Berlangsung Meriah, David Onawame: Yesus Raja Damai Datang Menghapus Dosa Manusia

Kaum Bapa Jemaat Bahtera membawakan lagu puji-pujian pada ibadah Natal Bersama di Gereja Bahtera, Sabtu malam 7 Desember 2024. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Perayaan Natal bersama Jemaat Bahtera Klasis Mimika berlangsung meriah, Sabtu 7 Desember 2024.

Ibadah perayaan kelahiran Yesus yang dipusatkan di Gereja Bahtera, Jalan C Heatubun, diisi dengan pembacaan puisi oleh anak-anak dan drama tentang keselamatan.

ADVERTISEMENT

Ada juga lagu puji-pujian yang dibawakan oleh Komisi Pelayanan Anak dan Remaja, Komisi Pelayanan Ibu-Ibu dan para pendeta dan tokoh gereja.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ibadah Natal bersama ini mengusung tema utama ‘Kelahiran Raja Damai Membawa Kemenangan dan Pembaharuan’ (Yesaya 11: 1-5 dan Zefanya 3: 17).

Baca Juga

TNI Klaim Lumpuhkan Dua Anggota OPM Saat Evakuasi Jenazah di Yahukimo

Ambulans Puskesmas Mapurujaya Dilempari Batu, Petugas Kesehatan Terluka

Sementara sub tema ‘Melalui Natal Jemaat Kita Diajak Menjadi Pembawa Damai dan Pembaharuan Dalam Peningkatan Iman Jemaat Bahtera’.

Pendeta David Onawame, Ketua Klasis Mimika dalam kotbahnya mengungkapkan Yesua lahir sebagai Raja Damai.

Kelahiran Yesus merupakan orang besar. Dengan kelahiran orang besar ini, apa yang hendak diperbuat-Nya untuk orang kecil?

“Kelahiran seorang raja damai tetap menjadi seorang raja, datang sebagai seorang pemimpin tetap sebagai pemimpin,” ujar Pendeta David.

Meski demikian, dibalik kemahabesaran-Nya, Yesus menjadi seorang anak kecil, supaya semua umat manusia sama dalam kehidupan di dunia.

Kedatangan seorang anak kecil ini untuk menyelamatkan manusia yang hidup dalam ikatan dosa.

Kelahiran Yesus hendaknya mengajarkan umat manusia agar dunia damai, suku damai, marga damai, bangsa damai.

Allah mau mengajarkan dalam hidup tidak boleh ada permusuhan satu dengan yang lain.

Pendeta David mencontohkan, masyarakat Kwamki Narama yang selalu hidup dalam situasi perang suku, otomatis tidak ada kedamaian.

“Namun saat ini mereka sudah hidup damai, masyarakat yang tinggal di kampung atas bebas lewat di kampung bawah, begitupun sebaliknya tanpa ada rasa ketakutan,” pungkasnya.

Karena itu, Yesus sebagai sember damai datang ke dunia untuk mengajarkan umat-Nya membangun hidup tanpa ada permusuhan.

Dikatakan pada zaman para nabi, Allah memusnahkan semua manusia dari muka bumi karena dosa.

Namun hanya Nabi Nuh bersama keluarganya yang selamat, karena Allah menyuruhnya membuat bahtera (kapal) agar selamat dari murka Allah.

Orang yang hidup dalam Allah dan kebenaran memperoleh keselamatan. Karena hidup dalam dosa mengantarnya kepada kematian dan kemusnahan.

“Yesus datang ke dunia secara diam-diam untuk menghapuskan dosa manusia. Dengan dosa manusia diampuni maka manusia peroleh keselamatan”.

Dikatakan, Yesus sebagai raja yang besar, raja berkuasa atas segala ciptaan di muka bumi, sehingga manusia memperoleh kemenangan atas dosa dan maut yang selama ini membelenggu manusia.

Menurutnya, manusia yang hidup masih dalam lumpur dosa sudah pasti tidak akan masuk dalam surga. Karena itu, Allah mengutus putera-Nya datang ke dunia.

Dilahirkan di kandang yang hina melalui kandungan seorang wanita bernama Maria untuk menebus dosa manusia dengan darah-Nya yang suci dan kudus.

Yesus turun ke bumi, hidup bersama manusia untuk mengajarkan jalan kebenaran, supaya harkat dan derajat manusia ditinggikan sama seperti Allah.

Yesus lahir hingga mengurbankan diri di kayu salib agar oleh darah-Nya untuk menyucikan manusia dari segala dosa dan perbuatan yang tidak berkenan kepada Allah.

Kepada Jemaat Bahtera, Pendeta David mengajak sebagai orang beriman harus hidup dan mati tetap bersama Yesus Kristus.

“Jangan sekali-sekali melepaskan tangan Tuhan Yesus dalam hidup, entah berada di mana saja dan dalam situasi apa saja. Karena Allah sungguh mengasihi kita,” pesan Pendeta David.

Ia mengungkapkan, dalam kehidupan manusia belum tentu mau mengorbankan nyawanya bagi orang lain.

Namun Allah karena kasih-Nya yang begitu luar biasa besar tanpa batas suku, agama, bahasa maupun warna kulit merelakan putera-Nya mati hanya demi menyelamatkan umat-Nya.

Pada kesempatan itu, Pendeta David menekankan tanpa darah Yesus menyucikan dosa manusia belum tentu surga itu menjadi milik manusia. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

TNI Klaim Lumpuhkan Dua Anggota OPM Saat Evakuasi Jenazah di Yahukimo

TNI Klaim Lumpuhkan Dua Anggota OPM Saat Evakuasi Jenazah di Yahukimo

2 Agustus 2026
Ambulans Puskesmas Mapurujaya Dilempari Batu, Petugas Kesehatan Terluka

Ambulans Puskesmas Mapurujaya Dilempari Batu, Petugas Kesehatan Terluka

2 Agustus 2026
Jelang HUT RI, Bupati Johannes Ajak Warga Jadikan Kebersihan sebagai Budaya

Jelang HUT RI, Bupati Johannes Ajak Warga Jadikan Kebersihan sebagai Budaya

2 Agustus 2026
Mendagri Tito Letakkan Batu Pertama Sekolah Rakyat di Biak, Beroperasi Tahun Ajaran 2027

Mendagri Tito Letakkan Batu Pertama Sekolah Rakyat di Biak, Beroperasi Tahun Ajaran 2027

2 Agustus 2026
BRIDA Mimika Umumkan Tiga Besar Nominasi Lomba Inovasi Daerah 2026

BRIDA Mimika Umumkan Tiga Besar Nominasi Lomba Inovasi Daerah 2026

2 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus, Pemkab Mimika Berlakukan Sistem Ganjil Genap Pengisian Biosolar

Mulai 1 Agustus, Pemkab Mimika Berlakukan Sistem Ganjil Genap Pengisian Biosolar

1 Agustus 2026

POPULER

  • TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

    TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

    722 shares
    Bagikan 289 Tweet 181
  • “Babi Saja Naik Pesawat,” Bupati Nabire Desak Pusat Prioritaskan Infrastruktur Papua

    607 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • Tiga Tahun Harumkan Nama Papua di Panggung Reggae Dunia: Dave Baransano Masih Berjuang Sendiri, Butuh Dukungan

    602 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • 12 Poin Kesepakatan Timika Resmi Diserahkan kepada Presiden, Meki Nawipa Beberkan Isinya

    581 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Misteri Pria Tewas dengan Empat Anak Panah di Mimika Terungkap, Korban Diketahui Tukang Ojek yang Hilang Tiga Hari

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Wamen PPN Ingatkan Kepala Daerah, Jangan Kelola Dana Otsus di Luar Perencanaan

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Gelombang Laut di Perairan Kokonau-Mimika Capai 2,5 Meter, Nelayan Diminta Tunda Melaut Jika Cuaca Memburuk

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
Next Post
Pleno Rekapitulasi Pilkada Mimika 2024, Joel Unggul 930 Suara di Distrik Jila

Pleno Rekapitulasi Pilkada Mimika 2024, Joel Unggul 930 Suara di Distrik Jila

Kapolda Papua Tengah Hadir di Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pilkada Mimika

Kapolda Papua Tengah Hadir di Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pilkada Mimika

Pendukung AIYE Unjuk Rasa Tuntut KPU Mimika Kembalikan Suara yang Hilang

Pendukung AIYE Unjuk Rasa Tuntut KPU Mimika Kembalikan Suara yang Hilang

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id