ADVERTISEMENT
Kamis, Januari 29, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Kader dan Relawan Perdhaki Rutin Edukasi Kesehatan Malaria untuk Masyarakat Mimika

Solusi berantas malaria yang paling baik hanya dengan menjaga lingkungan tetap bersih, bukan dengan konsumsi obat malaria terus menerus.

1 Agustus 2024
0
Kader dan Relawan Perdhaki Rutin Edukasi Kesehatan Malaria untuk Masyarakat Mimika

Martinus Ngauk, Penanggungjawab Program Malaria SSR Paroki Emanuel Mapurujaya. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) secara rutin memberikan edukasi kesehatan malaria kepada masyarakat Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Edukasi malaria yang dilakukan Perdhaki, salah satu lembaga sosial yang bernaung dibawah Yayasan Caritas Timika Papua (YTCP) Keuskupan Timika, bertujuan untuk memutus mata rantai penularan malaria di masyarakat.

ADVERTISEMENT

Perdhaki merupakan asosiasi dari karya kesehatan Katolik di Indonesia yang didirikan pada tanggal 27 Juli 1972 dan telah banyak terlibat dalam program kesehatan di Indonesia, salah satunya program malaria di Kabupaten Mimika.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Martinus Ngauk, Penanggungjawab Program Malaria Sub-Sub Recipient (SSR) Paroki Emanuel Mapurujaya menjelaskan Perdhaki dalam pelayanan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

Baca Juga

Dinkes Paniai Dirikan Posko Kesehatan, Dukung Pelaksanaan Muspasme ke-VIII di Komopa

BKN Terbitkan Edaran Nomor 2 Tahun 2026, Hari Kamis ASN Wajib Gunakan Batik Korpri, Bagaimana dengan Mimika?

Dalam pelayanan kepada masyarakat, Perdhaki dibagi dua yaitu, Perdhaki SSR wilayah Paroki Santo Petrus SP3.

Di wilayah ini, Perdhaki bekerjasama dengan BLUD Puskesmas Jileale, BLUD Puskesmas Kwamki Narama, BLUD Puskesmas Timika Jaya, BLUD Puskesmas Limau Asri dan BLUD Puskesmas Timika.

Sementata Perdhaki SSR Paroki Emanuel Mapurujaya dengan wilayah pelayanan kader dan relawan malaria meliputi 14 Puskesmas.

Diantaranya, BLUD Pasar Sentral, BLUD Puskesmas Wania, BLUD Puskesmas Mapurujaya, Puskesmas Agimuga, Puskesmas Ayuka serta beberapa wilayah yang ada di gunung dan pesisir.

“Kader kami tersebar di kampung-kampung dan kelurahan, ada dalam kota juga pesisir dan gunung,” jelas Martinus kepada koranpapua.id di ruang kerjanya, Kamis 1 Agustus 2024.

Martinus menuturkan, untuk memberikan edukasi bagaimana pola hidup sehat, kader Perdhaki turun langsung ke lingkungan masyarakat dan lembaga sekolah.

Masyarakat diajak untuk menjaga kebersihan lingkungan supaya bebas sampah, bebas genangan air dan tidur malam selalu menggunakan kelambu.

Selain tatap muka, kader akan membuat suatu kesepakatan dengan masyarakat yang dikunjungi, untuk bersama-sama melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan.

Karena solusi berantas malaria yang paling baik hanya dengan menjaga lingkungan tetap bersih, bukan dengan konsumsi obat malaria terus menerus.

Selain memberi sosialisasi waspada terhadap gigitan nyamuk malaria dan selalu menjaga kebersihan lingkungan, kader Perdhaki juga mengunjungi warga melayani screening pemeriksaan darah.

Kepada warga yang ketahuan positif malaria diberikan pendampingan minum obat hingga tuntas.

Termasuk melakukan pemantauan titik risiko penyebaran nyamuk dan pemantauan penggunaan kelambu.

“Jadi satu orang kena malaria maka semua yang ada dalam rumah wajib di screening, termasuk tetangga untuk mengetahui apakah warga di sekeliling rumah sudah tertular atau belum,” paparnya.

Dikatakan semua hasil screening dan data temuan kasus malaria di lapangan, akan dilaporkan ke BLUD Puskesmas.

Data-data tersebut oleh BLUD Puskesmas akan mengirim ke Dinas Kesehatan, sementara data di Perdhaki dikirim ke Perdhaki Pusat di Jakarta.

“Kader malaria Perdhaki dalam bekerja dibawah pengawasan BLUD Puskesmas masing-masing. Karena dalam bekerja kader didampingi seorang Tenaga Kesehatan (Nakes),” katanya.

Dengan Nakes pendamping, petugas kader malaria tidak bekerja sendiri, karena berhubungan dengan pemberian obat malaria yang hanya boleh diberikan oleh Nakes.

Peran kader di lapangan yakni membantu pengambilan darah, sosialisiasi pola hidup sehat, mengajak warga kerja bakti.

Termasuk turun memantau kondisi kebersihan lingkungan serta memberi penyuluhan penggunaan kelambu yang baik setiap bulan.

Selain kader kata Martinus, Perdhaki juga membentuk relawan malaria yang jumlahnya saat ini hanya dua orang.

Satu orang berkoordinasi dengan enam Puskesmas di wilayah SSR Paroki Santo Petrus SP3 dan satu orang untuk melayani 14 Puskesmas di wilayah SSR Paroki Emanuel Mapurujaya.

Keduanya bertugas mengunjungi masyarakat dari kampung ke kampung dan kelurahan, RT hingga di sekolah-sekolah.

Di lapangan relawan malaria memberikan penyuluhan kesehatan mencegah malaria.

Setelah sosialisasi dilanjutkan dengan membuat komitmen dan kesepakatan terkait dengan program yang akan dilakukan pada bulan berikutnya.

Pada setiap kegiatan, relawan berkaloborasi dengan masyarakat kampung, kelurahan dan RT.

Begitupun kegiatan di lembaga pendidikan, semua warga sekolah turut ambil bagian.

Sebagai bentuk komitmen berantas malaria selain merekrut kader malaria dan relawan, Perdhaki telah memberikan pelatihan kepada tokoh kunci dalam membasmi malaria.

Tokoh kunci ini merupakan orang-orang yang dipandang mempunyai pengaruh di masyarakat seperti kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama, perempuan dan tokoh adat.

Dengan adanya tokoh kunci ini diharapkan mereka mampu menjadi penggerak dalam memberikan kesadaran warga sehubungan dengan pola hidup sehat.

Dijelaskan tokoh kunci yang mengikuti pelatihan dua bulan lalu diambil dari wilayah yang tingkat kasus malarianya tinggi.

Khusus di wilayah BLUD Mapurujaya yaitu Kepala Kampung Mwumare bersama aparat kampung, lurah Wania atau sekretaris dan tokoh adat.

Cara ini agar selain bertujuan agar semua tokoh kunci mendapat pemahaman yang sama bagaimana menangani malaria, mereka juga mengenal para kader yang melaksanakan tugas di lapangan. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dinkes Paniai Dirikan Posko Kesehatan, Dukung Pelaksanaan Muspasme ke-VIII di Komopa

Dinkes Paniai Dirikan Posko Kesehatan, Dukung Pelaksanaan Muspasme ke-VIII di Komopa

29 Januari 2026
BKN Terbitkan Edaran Nomor 2 Tahun 2026, Hari Kamis ASN Wajib Gunakan Batik Korpri, Bagaimana dengan Mimika?

BKN Terbitkan Edaran Nomor 2 Tahun 2026, Hari Kamis ASN Wajib Gunakan Batik Korpri, Bagaimana dengan Mimika?

29 Januari 2026
Ketua YLBH Papua Tengah Ingatkan Pelaku Pembunuhan SL Menyerahkan Diri

Ketua YLBH Papua Tengah Ingatkan Pelaku Pembunuhan SL Menyerahkan Diri

29 Januari 2026
Aksi Begal Sadis di Timika, Seorang Pelajar Kehilangan Tangan Akibat Tebasan Parang

Aksi Begal Sadis di Timika, Seorang Pelajar Kehilangan Tangan Akibat Tebasan Parang

29 Januari 2026
Ratusan Bangunan Dilaporkan Hangus dalam Kebakaran Hebat di Tolikara, Kerugian Ditaksir Rp22 Miliar

Ratusan Bangunan Dilaporkan Hangus dalam Kebakaran Hebat di Tolikara, Kerugian Ditaksir Rp22 Miliar

29 Januari 2026
Bentrok Antarwarga di Deiyai, Dua Warga Tewas, Dua Lainnya Luka-luka

Bentrok Antarwarga di Deiyai, Dua Warga Tewas, Dua Lainnya Luka-luka

29 Januari 2026

POPULER

  • Ketua YLBH Papua Tengah Ingatkan Pelaku Pembunuhan SL Menyerahkan Diri

    Ketua YLBH Papua Tengah Ingatkan Pelaku Pembunuhan SL Menyerahkan Diri

    582 shares
    Bagikan 233 Tweet 146
  • Bertemu Gubernur Fakhiri, Bahlil Pastikan Divestasi 10 Persen Saham Freeport Kuartal I Rampung Dalam Waktu Dekat

    575 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Situasi Keamanan di Jalan Ahmad Yani Timika Memanas, Satu Anggota Brimob Terkena Anak Panah

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Awali Tugas sebagai Kapolres Supiori, Kompol Frits Erari Hadiri Ibadah, Sampaikan Pesan Kamtibmas

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Polisi Tangkap Tiga Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Seorang Mahasiswa di KM Gunung Dempo

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Brigjen Alfred Papare Bergeser ke Papua Barat, Kombes Jeremias Rontini di Papua Tengah

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Kasus Penikaman di Jalan Ahmad Yani Timika, Kapolres Minta Warga Percayakan ke Polisi

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
Next Post
Anggota Brimob Ditemukan, Korban Longboat Terbalik Empat Orang Meninggal Dunia

Anggota Brimob Ditemukan, Korban Longboat Terbalik Empat Orang Meninggal Dunia

Gallery Foto Kader dan Relawan Perdhaki Lakukan Edukasi Kesehatan Malaria untuk Masyarakat Mimika

Dokumen Desa Persiapan Tomberabu Tiga Dinyatakan Rampung, Domi Resi: Tunggu Kemendagri Terbitkan Kode Desa

Dokumen Desa Persiapan Tomberabu Tiga Dinyatakan Rampung, Domi Resi: Tunggu Kemendagri Terbitkan Kode Desa

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id