ADVERTISEMENT
Rabu, April 1, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua

200 Remaja Gereja dan Masjid Diberi Pemahaman Soal Bahaya Psikotropika

Remaja gereja dan masjid menjadi pelopor dan motor penggerak perubahan, untuk bersama-sama generasi muda lainnya bergerak menjauhkan penyalahgunaan obat-obat terlarang.

5 Juli 2024
0
200 Remaja Gereja dan Masjid Diberi Pemahaman Soal Bahaya Psikotropika

Richard Nelson Wakum, Kabag Kesra, Kompol Mursaling, Kepala BNN Mimika, Robert Kambu, Plt Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Mathius Sedan, Kadistrik Wania, Petrus Tubun staf Bagian Kesra foto bersama peserta usai pembukaan, Jumat 5 Juli 2024. (foto: redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Generasi muda harus diselamatkan dari bahaya Psikotropika yang belakangan ini cukup tinggi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Terkait dengan itu, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika melaksanakan sosialisasi untuk memberikan pemahaman seputar bahaya Psikotrapika kepada 200 anak remaja di Timika.

ADVERTISEMENT

Anak-anak remaja ini merupakan perwakilan dari gereja dan masjid yang ada di Timika.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sosialisasi berlangsung selama dua hari. Untuk hari pertama, Jumat 5 Juli kegiatan berlangsung di Aula Gereja Tikulembang, Jalan Sam Ratulangi diikuiti oleh 100 remaja.

Baca Juga

Ketua DPRK Mimika Ingatkan OPD Prioritaskan Program Sesuai Kebutuhan Masyarakat, Ganti  Kadistrik Malas

Direktur RSUD Mimika: Pembangunan Ruang Rawat Inap Berlanjut, Layanan Tetap Optimal

Hari kedua, Sabtu 6 Juli 2024 sosialisasi diberikan kepada 100 remaja yang berlangsung di Masjid Jami Baiturrahman, SP2.

Sementara hadir sebagai narasumber pada kegiatan itu, Kompol Mursaling, Kepala BNN Mimika.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Robert Kambu, Plt Asisten I Bidang Pemerintahaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika.

Pembukaan sosialisasi juga dihadiri Richard Nelson Wakum, Kabag Kesra Setda Mimika dan Mathius Sedan, Kepala Distrik Wania.

Robert Kambu yang membacakan sambutan Johannes Rettob, Plt. Bupati Mimika  mengatakan, kemajuan teknologi digitalisasi selain memberikan kemudahan dalam bekerja juga bisa berdampak negatif.

Para pelaku kejahatan semakin merajalena melalui media sosial untuk menjual atau melakukan transaksi Narkoba melalui media sosial.

Melihat dampak yang diakibatkan oleh Psikotropika dapat merusak otak dan mental, maka pemerintah perlu memberikan edukasi kepada remaja sebagai generasi masa depan gereja, masjid dan bangsa ini.

Ia menjelaskan bahaya Psikotropika dapat merusak masa depan generasi muda, yang tiba-tiba menimbulkan rasa kecanduan dan rasa curiga.

Mencegah penyalahgunaan obat terlarang ini, Robert mengajak peranan orang tua untuk terus mendampingi anak-anaknya.

“Anak-anak merupakan generasi emas untuk menjadi pengganti orang tua jangka waktu sepuluh sampai 20 tahun akan datang, jadi perlu didampingi dengan baik,” pesan Robert.

Ia berharap remaja gereja dan masjid menjadi pelopor dan motor penggerak perubahan, untuk bersama-sama generasi muda lainnya bergerak menjauhkan penyalahgunaan obat-obat terlarang.

Karena kaum muda yang sehat mental dan fisiknya menjadi tolak ukur kemajuan gereja, masjid dan bangsa.

Sementara Kompol Mursaling, Kepala BNN Mimika menjelaskan, dari 200 jenis Narkoba di Indonesia ada tiga jenis yang beredar di Timika.

Yaitu, ganja, tembakau sintetis dan sabu-sabu. Narkoba jenis ganja yang masuk Narkotika golongan satu, meskipun tanamannya tidak ada, namun daun keringnya beredar di Timika.

Mursaling mengingatkan anak-anak remaja agar tidak mengisap ganja, rokok elektrik dan sabu-sabu, karena berdampak merusak kesehatan.

Akibatnya bisa berujung pada pencucian darah bahkan kematian. Meski demikian, ia bersyukur sampai saat ini penggunaan rokok sintetis di Timika mulai menurun.

Anak-anak juga dilarang mengkonsumsi alkohol dan minuman keras karena mengandung zat adiktif.

Dampak Narkoba sangat membahayakan merusak saraf, otak, merusak rongga mulut, hati dan jantung.

Mursaling mengatakan bagi orang yang menggunakan Narkoba akan berdampak hukum bisa dipenjara.

Menghindari penyalahgunaan ini, Mursaling mengingatkan kepada anak-anak remaja pilihlah teman bergaul yang baik.

Serta mengisi dengan kegiatan keagamaan maupun kegiatan positif lainnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Ketua DPRK Mimika Ingatkan OPD Prioritaskan Program Sesuai Kebutuhan Masyarakat, Ganti  Kadistrik Malas

Ketua DPRK Mimika Ingatkan OPD Prioritaskan Program Sesuai Kebutuhan Masyarakat, Ganti  Kadistrik Malas

31 Maret 2026
Direktur RSUD Mimika: Pembangunan Ruang Rawat Inap Berlanjut, Layanan Tetap Optimal

Direktur RSUD Mimika: Pembangunan Ruang Rawat Inap Berlanjut, Layanan Tetap Optimal

31 Maret 2026
Syarat Menjadi Pejabat di Mimika, Bupati Johannes Rettob Tegaskan ASN Wajib Sarjana

Bupati Mimika Tegaskan Kenaikan Uang Perjalanan Dinas dalam Daerah Masih Sebatas Wacana

31 Maret 2026
Tangis Pecah di Pos Perbatasan, Antara Oleh-oleh Sederhana dan Impian Masa Depan

Tangis Pecah di Pos Perbatasan, Antara Oleh-oleh Sederhana dan Impian Masa Depan

31 Maret 2026
Sadis! Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah, Ketua KNPI Mimika: “Ini Kakak Sungguh Saya”

Serahkan Kasus Pembunuhan Junius Magai ke Polisi, Keluarga Desak Segera Tangkap Pelaku

31 Maret 2026
Polisi Ringkus Ayah Bejat, Pemerkosa Anak Kandung

Polisi Ringkus Ayah Bejat, Pemerkosa Anak Kandung

31 Maret 2026

POPULER

  • Sadis! Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah, Ketua KNPI Mimika: “Ini Kakak Sungguh Saya”

    Sadis! Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah, Ketua KNPI Mimika: “Ini Kakak Sungguh Saya”

    596 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • SMP YPJ Kuala Kencana Gelar Pasar Kreatif, Bekali Siswa Jiwa Wirausaha Sejak Dini

    575 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Syarat Menjadi Pejabat di Mimika, Bupati Johannes Rettob Tegaskan ASN Wajib Sarjana

    574 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • ASN Wajib Turun ke Pedalaman, Pemkab Mimika Naikkan Uang Perjalanan Dinas Rp3,5 Juta per Hari

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Mahasiswa Asal Papua Ditemukan Meninggal dalam Kamar Kos di Surabaya, Diduga Sakit Malaria

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Seorang Warga Tewas di Kwamki Narama, Diduga Diserang Sekompok Orang

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Bupati Mimika Soroti Aksi Protes ASN Amor, Singgung “Pemain Lama” yang Belum Move On

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Disparbudpora Mimika Gelar Lomba Mimika Mencari Bakat, Hadirkan Juri Nasional

Disparbudpora Mimika Gelar Lomba Mimika Mencari Bakat, Hadirkan Juri Nasional

World Environmental Day Expo 2024, Claus Wamafma Ajak Pemangku Kepentingan untuk Peduli Lingkungan

World Environmental Day Expo 2024, Claus Wamafma Ajak Pemangku Kepentingan untuk Peduli Lingkungan

Pawai Ta’aruf Peringati Tahun Baru Islam 1446 Hijriah Diikuti Ribuan Umat Muslim di Timika

Pawai Ta’aruf Peringati Tahun Baru Islam 1446 Hijriah Diikuti Ribuan Umat Muslim di Timika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id