TIMIKA, Koranpapua.id – Yayasan Amungsa Cares Papua menggelar lomba anti stigma HIV/AIDS bagi pelajar dan guru di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Kompetisi ini mengajak sekolah membangun kepedulian serta menolak diskriminasi terhadap orang dengan HIV (ODHIV).
Melalui tema “Lawan Stigma, Buka Akses, Selamatkan Sesama”, panitia mendorong peserta menyampaikan pesan edukatif lewat karya kreatif. Karya tersebut harus memuat informasi kesehatan yang benar, pesan anti stigma, dan ajakan melakukan tindakan positif.
Kompetisi ini membuka tiga kategori sesuai jenjang pendidikan dan sasaran peserta. Pelajar SMP dapat mengikuti lomba poster digital, sedangkan siswa SMA/SMK berpartisipasi melalui video kampanye. Sementara itu, guru aktif SMP, SMA, SMK, atau sederajat dapat mengikuti kategori karya tulis.
Tiga Kategori Lomba untuk Pelajar dan Guru
Pada kategori poster digital, peserta perlu membuat desain yang jelas, menarik, dan mudah dibaca. Poster harus mengangkat pesan edukasi serta mengajak masyarakat menghargai ODHIV tanpa diskriminasi.
Untuk kategori video kampanye, pelajar dapat menyampaikan pesan melalui cerita pendek, iklan, animasi, maupun simulasi edukatif. Pilihan format tersebut memberi peserta ruang untuk mengembangkan gagasan sesuai kreativitas mereka.
Adapun kategori karya tulis menantang guru menyusun rancangan atau praktik pelaksanaan program pencegahan stigma HIV/AIDS di sekolah. Panitia menghendaki karya yang memuat rencana aksi nyata, bukan sekadar esai umum.
Dengan pendekatan tersebut, Amungsa Cares Papua berharap pelajar dan guru dapat berperan aktif dalam membangun lingkungan sekolah yang saling menghargai.
Pendaftaran Gratis, Sekolah Bisa Mengirim Lebih dari Satu Peserta
Panitia membuka pendaftaran tanpa biaya. Setiap sekolah juga dapat mengirimkan lebih dari satu peserta untuk mengikuti kompetisi.
Selain kreativitas, panitia menekankan ketepatan informasi dalam setiap karya. Peserta wajib menyertakan fakta kesehatan yang benar dan terverifikasi agar pesan kampanye membantu masyarakat memahami HIV/AIDS.
Amungsa Cares Papua berharap lomba ini mendorong sekolah memperkuat edukasi, mengikis pandangan keliru, dan menumbuhkan kepedulian terhadap ODHIV.
Yayasan tersebut juga ingin mengajak generasi muda dan tenaga pendidik menyuarakan pentingnya akses informasi, pelayanan, serta perlakuan yang manusiawi bagi setiap orang. Melalui karya kreatif, peserta dapat ikut membangun lingkungan sosial yang bebas dari stigma dan diskriminasi.
Penulis: Ril Minggu
Editor : Marthen L L Moru







