TIMIKA, Koranpapua.id – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jeremias Rontini, S.I.K., menggagas kerja sama pendidikan hukum dengan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Mimika untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan profesionalisme anggota Polri.
Melalui kerja sama tersebut, Kapolda ingin membuka kesempatan lebih luas bagi personel kepolisian untuk menempuh pendidikan hukum tanpa harus meninggalkan Papua Tengah.
Jeremias menyampaikan gagasan itu saat menjadi pembicara dalam kegiatan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) dan Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasus) bersama masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak swasta di STIH Mimika, Kamis (29/10/2026).
Dalam pembahasan Raperdasi Papua Tengah tentang Tugas Kepolisian, Jeremias menilai keberadaan perguruan tinggi hukum di Mimika menjadi peluang strategis untuk memperkuat kompetensi akademik anggota Polri.
“Kalau ada sekolah hukum di Papua Tengah, untuk apa kita kirim orang keluar untuk sekolah hukum,” tegas Jeremias.
Kapolda Papua Tengah Dorong Pendidikan Hukum bagi Anggota Polri
Menurut Jeremias, setiap anggota kepolisian harus memiliki pemahaman hukum yang kuat agar mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
Sebab, setiap tindakan kepolisian membutuhkan dasar hukum yang jelas serta harus menghormati hak-hak masyarakat.
Oleh karena itu, Kapolda memandang pendidikan formal dan pengembangan kemampuan akademik sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.
Melalui pendidikan hukum, personel Polri dapat memperdalam pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan, meningkatkan kemampuan menangani perkara, serta memperkuat fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, pendidikan yang memadai akan membantu anggota kepolisian menghadapi berbagai persoalan hukum yang semakin kompleks.
Minta STIH Mimika Segera Siapkan Draf MoU
Kapolda Papua Tengah tidak ingin gagasan kerja sama tersebut berhenti sebatas wacana.
Karena itu, Jeremias langsung meminta Ketua STIH Mimika menyiapkan draf nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah awal membangun kerja sama kedua institusi.
Selanjutnya, kedua pihak dapat membahas ruang lingkup, bentuk kegiatan, serta mekanisme pelaksanaan program pendidikan hukum bagi anggota kepolisian.
Rencana tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Kapolda untuk memperkuat hubungan antara institusi Polri dan perguruan tinggi lokal.
Dengan memanfaatkan fasilitas pendidikan yang tersedia di Mimika, anggota kepolisian berpeluang meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus selalu mengikuti pendidikan di luar daerah.
STIH Mimika Berpeluang Berkontribusi Membangun SDM Polri
Di sisi lain, rencana kerja sama Polda Papua Tengah dengan STIH Mimika membuka peluang bagi perguruan tinggi lokal untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan SDM daerah.
STIH Mimika tidak hanya berperan mencetak lulusan sarjana hukum, tetapi juga berpeluang mendukung peningkatan kompetensi aparatur negara, khususnya anggota kepolisian.
Kolaborasi antara dunia pendidikan dan institusi kepolisian tersebut diharapkan mampu menghasilkan personel Polri yang memiliki wawasan hukum luas, integritas, serta kemampuan profesional dalam menjalankan tugas.
Lebih jauh, kerja sama ini juga dapat memperkuat posisi perguruan tinggi lokal sebagai mitra strategis pemerintah dan lembaga negara dalam pengembangan kualitas SDM Papua Tengah.
Melalui langkah tersebut, Kapolda Papua Tengah berharap potensi pendidikan yang tersedia di daerah dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan profesionalisme anggota Polri.
Meski demikian, realisasi kerja sama masih menunggu penyusunan dan pembahasan draf MoU antara Polda Papua Tengah dan STIH Mimika.
Jika terealisasi, kerja sama ini dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun kepolisian yang semakin profesional, memahami hukum, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Papua Tengah.
Penulis: Ril Minggu
Editor : Gregorio Crisantus Putra Djoudi Moru







