TIMIKA, Koranpapua.id – Pelatihan public speaking di Kabupaten Mimika menjadi sorotan setelah uang transportasi peserta belum dibayarkan dan muncul keluhan mengenai makanan yang disajikan pada hari terakhir kegiatan.
Menanggapi polemik tersebut, Owner Jhoel Event Organizer (EO), Melda Pentury, menyatakan pembayaran transportasi dan penyediaan konsumsi ditangani oleh pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Mimika.
Melda menjelaskan, uang transportasi peserta belum dibayarkan karena dana kegiatan belum dicairkan oleh pihak dinas.
Menurut dia, Disnakertrans Mimika telah meminta nomor rekening peserta dengan ketentuan menggunakan rekening Bank Papua.
Pembayaran tersebut, lanjut Melda, direncanakan dilakukan langsung oleh pihak dinas kepada masing-masing peserta.
“Bahkan sampai saat ini, anggaran tersebut belum dicairkan oleh pihak dinas,” kata Melda, merujuk pada anggaran pelatihan public speaking sebesar Rp150 juta yang ditangani Jhoel EO.
Belum dibayarkannya uang transportasi itu membuat kepastian waktu pembayaran menjadi salah satu persoalan yang perlu dijelaskan lebih lanjut, terutama oleh pihak dinas yang disebut menangani pencairan dan pembayaran dana tersebut.
Selain persoalan transportasi, pelatihan yang berlangsung selama lima hari sejak 5 Oktober 2026 itu juga mendapat sorotan setelah muncul keluhan mengenai konsumsi peserta.
Keluhan tersebut beredar melalui unggahan di grup peserta yang memperlihatkan kotak makanan dengan benda menyerupai ulat di dalamnya pada hari terakhir pelatihan.
Melda mengatakan, penyediaan konsumsi bukan menjadi tanggung jawab Jhoel EO karena penyedianya ditunjuk oleh pihak dinas. Ia mengaku langsung menghubungi pihak terkait untuk meminta penjelasan setelah mengetahui keluhan tersebut.
Namun, menurut dia, respons yang diterima saat itu belum cukup cepat sehingga persoalan tersebut berkembang menjadi perbincangan di media sosial.
Terkait pelaksanaan kegiatan, Melda menyatakan durasi pelatihan selama lima hari telah disesuaikan dengan kesepakatan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), nilai Surat Perintah Kerja (SPK), serta kebutuhan materi yang diberikan kepada peserta.
Ia juga membantah tudingan bahwa Jhoel EO mengelola anggaran hingga Rp12 miliar. Melda menegaskan, nilai anggaran kegiatan yang menjadi tanggung jawab perusahaannya sebesar Rp150 juta.
Di tengah polemik tersebut, Melda mengaku persoalan yang berkembang di media sosial turut berdampak pada usahanya. Ia menyebut kehilangan pesanan dekorasi pernikahan senilai lebih dari Rp50 juta setelah klien membatalkan transaksi karena menilai perusahaannya sedang bermasalah.
Atas persoalan yang berkembang itu, Melda melaporkan akun Facebook milik Mingo Agimukinaming ke Polres Mimika pada Kamis 22 Oktober 2026 atas dugaan pencemaran nama baik.
Ia berharap persoalan tersebut dapat diperiksa secara objektif dan setiap pihak diberi ruang untuk menjelaskan tanggung jawabnya.
Di sisi lain, penjelasan dari Disnakertrans Mimika masih diperlukan untuk memastikan status pencairan dana, jadwal pembayaran uang transportasi peserta, serta mekanisme penyediaan konsumsi dalam kegiatan tersebut. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







