ADVERTISEMENT
Selasa, Oktober 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Cuaca

Air Bersih Macet, Warga Manoware Mimika Kembali Berburu Mata Air

Menurut Amandus, fasilitas tersebut juga belum diserahkan secara resmi kepada pemerintah kampung sehingga pengelolaannya masih menjadi tanggung jawab dinas terkait.

24 Agustus 2026
0
Air Bersih Macet, Warga Manoware Mimika Kembali Berburu Mata Air

Warga Kampung Manoware, Distrik Amar, Kabupaten Mimika, kembali mengandalkan mata air di luar kampung. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Warga Kampung Manoware, Distrik Amar, Kabupaten Mimika, kembali mengandalkan mata air di luar kampung setelah fasilitas pengolahan air minum yang dibangun pemerintah tak lagi berfungsi optimal.

Satu mesin dilaporkan rusak, sementara mesin lainnya bekerja lambat hingga membutuhkan empat sampai lima hari untuk mengisi tangki.

Kepala Kampung Manoware, Amandus Timakupe, mengatakan kondisi fasilitas tersebut mulai bermasalah sejak Desember 2025 dan semakin parah sejak Januari 2026.

“Panel sero itu satunya mati, sementara yang berfungsi hanya satu saja. Jadi, pengisian di tangki ini tidak bisa penuh satu hari, jadi empat atau lima hari baru bisa penuh,” kata Amandus kepada koranpapua.id, Senin, 24 Agustus 2026.

Baca Juga

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Kondisi itu membuat warga tak bisa mengandalkan fasilitas air minum di kampung. Mereka terpaksa mencari sumber air di Kepala Air Ore dan Kepala Air Iqua.

Untuk mencapai lokasi tersebut, warga menggunakan perahu bermesin Johnson. Perjalanan pulang-pergi memakan waktu sekitar satu jam dan membutuhkan sedikitnya 20 liter bahan bakar.

“Masalah kondisi masyarakat di sini susah air minum. Akhirnya kembali ke awal lagi mereka timba, cari minyak sekitar 20 liter, baru pergi timba air di kali, di kepala air sana,” ujarnya.

Amandus mengatakan persoalan tersebut bukan hanya menyangkut kerusakan mesin. Fasilitas air minum juga tidak mendapat pemeliharaan yang berjalan secara rutin dan belum memiliki operator khusus.

Selama ini, pemerintah kampung hanya membantu pemeliharaan secara sukarela. Menurut Amandus, fasilitas tersebut juga belum diserahkan secara resmi kepada pemerintah kampung sehingga pengelolaannya masih menjadi tanggung jawab dinas terkait.

Karena itu, Ia meminta pemerintah daerah turun langsung ke Manoware untuk memeriksa kondisi fasilitas, memperbaiki mesin yang rusak, serta memastikan sistem pemeliharaan berjalan.

“Yang kami mau, agar pemerintah terkait datang kontrol lagi supaya aktifkan mesin air minum ini dengan kekurangannya. Datang lihat supaya bisa diaktifkan dan air normal kembali, masyarakat bisa timba minum di situ lagi,” katanya.

Amandus juga meminta pemerintah melibatkan warga lokal sebagai operator sekaligus memberikan pelatihan pemeliharaan. Dengan begitu, fasilitas dapat dirawat secara rutin dan tidak kembali terbengkalai ketika mengalami kerusakan.

“Dari kampung mau itu supaya dinas datang langsung, datang ambil data di masyarakat supaya kepala kampung kasih masuk anak-anak lokal, anak-anak di situ, supaya mereka bisa jaga,” ujarnya.

Kesulitan air di Manoware terjadi ketika Indonesia menghadapi periode El Niño. Berdasarkan perkiraan BMKG, fenomena El Nino tahun ini diprediksi berlangsung sejak pertengahan 2026 hingga awal kuartal pertama 2027. Puncak intensitasnya diperkirakan terjadi pada akhir 2026.

Dampak kering di Indonesia diproyeksikan mulai mereda saat memasuki masa transisi menuju musim hujan pada Oktober 2026. Namun bagi warga Manoware, persoalan air bersih sudah terasa sekarang.

Ketika fasilitas air minum tak mampu bekerja normal, warga kembali mengeluarkan biaya dan menempuh perjalanan dengan perahu hanya untuk mengambil air dari mata air di luar kampung. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

13 Oktober 2026
Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

13 Oktober 2026
Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

13 Oktober 2026
Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

13 Oktober 2026
Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

13 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    796 shares
    Bagikan 318 Tweet 199
  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    514 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
  • Dolfin Beanal Kecam Pelayanan Festival Budaya Mimika: Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

    513 shares
    Bagikan 205 Tweet 128
Next Post
Papua Tengah Rasakan Dampak El Nino, BMKG: Indeks 3.4 Berdasarkan Pemutakhiran Dasarian I Agustus 2026

Papua Tengah Rasakan Dampak El Nino, BMKG: Indeks 3.4 Berdasarkan Pemutakhiran Dasarian I Agustus 2026

Tingkatkan Retribusi Daerah, Pemprov Papua Optimalkan Aset Daerah

Tingkatkan Retribusi Daerah, Pemprov Papua Optimalkan Aset Daerah

Ketua Komisi II DPRK Mimika Minta Pemkab Perkuat Anggaran Aparat untuk Jaga Kamtibmas

Ketua Komisi II DPRK Mimika Minta Pemkab Perkuat Anggaran Aparat untuk Jaga Kamtibmas

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id