TIMIKA, Koranpapua.id– Pos Satgas aparat keamanan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, diganggu rentetan tembakan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata, Senin 17 Agustus 2026 pagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 08.14 WIT. Rentetan tembakan diarahkan ke pos hingga memicu kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok penyerang.
Dalam kejadian itu, dua personel keamanan dilaporkan mengalami luka tembak. Upaya evakuasi kedua korban untuk mendapatkan penanganan medis melalui jalur udara tengah diupayakan.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan, situasi di Distrik Jila masih mencekam. Personel Koramil dan Polsek Jila disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan susulan.
“Informasi yang saya dapat dari personel dan Kapolsek, situasinya masih mencekam. Tapi kejadiannya bukan di Polsek, memang berdekatan dengan Polsek,” kata Alredo.
pengibaran Sang Merah Putih dipercayakan kepada tiga anggota Paskibraka. Yakni Lalu Hafliqais Diningrat dari SMAN 1 Mimika, Sosmus Warai dari SMAN 5 Mimika, dan Jeverson Fransiskus Luiskambu dari SMAN 1 Mimika.
“Untuk informasi lain-lain, seperti korban dan segalanya, saya kurang bisa memastikan. Karena itu dari pihak TNI yang mungkin lebih jelas,” ujarnya.
Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan penjagaan di wilayah Jila untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan susulan dan perkembangan situasi di lapangan. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










