JAKARTA, Koranpapua.id– Dua pelajar asal Provinsi Papua Pegunungan tampil sebagai pengibar Bendera Pusaka di Istana Merdeka, Jakarta bertepatan dengan upacara puncak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin 17 Agustus 2026.
Dua pelajar tersebut adalah Julia Maharani Dabi dari SMAN 1 Wamena dan Michael Marchel Winka Fakdawer.
Gubernur Papua Pegunungan Dr. John Tabo menyampaikan apresiasi atas dan bangga atas terpilihnya dua pelajar asal Papua Pegunungan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional.
Gubernur berpesan untuk tetap menjaga disipilin dan menjaga kehormatan Merah Putih.
“Kalian adalah wajah Papua Pegunungan di tingkat nasional. Kibarkan dengan hati, bukan hanya dengan tangan,” pesan Gubernur Tabo di Wamena, Minggu 16 Agustus 2026.
Untuk diketahui, Julia Maharani Dabi merupakan siswi yatim piatu yang mewujudkan mimpinya sejak kecil.
Julia mengaku selalu antusias menyaksikan upacara 17 Agustus melalui layar kaca, namun kali ini Ia terlibat langsung dalam Paskibraka Nasional.
“Setiap 17 Agustus saya nonton. Mereka langkahnya tegap, saya berpikir pasti saya bisa. Saya percaya diri kalau saya akan mengibarkan bendera,” ujar Julia dalam keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Mimpi itu dirintis saat ia masuk SMAN 1 Wamena. Kakak kelasnya menawarkan Julia untuk bergabung latihan Paskibraka karena posturnya yang tinggi dan tegap.
Prosesnya tidak mudah. Jarak rumah ke sekolah sekitar 30 menit dengan sepeda motor. Saat tidak memiliki uang bensin, Julia berjalan kaki demi latihan baris-berbaris pukul 14.00 – 17.00 WIT.
Seleksi berjenjang dilaluinya. Dari lima siswa SMAN 1 Wamena yang lolos ke tingkat provinsi, hanya Julia dan rekannya Michael Marchel Winka Fakdawer yang lolos verifikasi pusat di Jakarta.
Di Jakarta, ia menghadapi kendala ekonomi. Ia tidak memiliki sepatu pantofel sehingga harus meminjam dari tetangga dengan ukuran yang kekecilan.
“Tapi saya tetap semangat. Bagaimanapun caranya, ada tantangan walaupun sakit, saya tetap latihan,” kata Julia seperti dikutip, Senin 17 Agustus 2026.
“Saya akan menunjukkan kepada seluruh masyarakat di Indonesia dan tanah Papua, bahwa saya dari Papua Pegunungan bisa mengibarkan bendera pusaka di istana dengan baik,” tegasnya. (Redaksi)










