ADVERTISEMENT
Jumat, Oktober 2, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

SATP Timika Siapkan Generasi Muda Papua Berdaya Saing Global, Montessori hingga Kurikulum Internasional

Ia menyampaikan apresiasi kepada YPMAK atas dukungan yang diberikan terhadap pendidikan dan kehidupan asrama para siswa selama belajar di sekolah tersebut. 

15 Agustus 2026
0
SATP Timika Siapkan Generasi Muda Papua Berdaya Saing Global, Montessori hingga Kurikulum Internasional

Kepala Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), Sonianto Kuddi. (foto:rill/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Timika, terus memperkuat program pendidikan untuk membentuk anak-anak Papua yang mandiri, berkarakter dan mampu bersaing hingga tingkat global.

Kepala Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), Sonianto Kuddi, mengatakan pendidikan di sekolah tersebut dirancang sejak kelas I dengan pendekatan yang menyesuaikan karakter dan kebutuhan anak-anak Papua.

ADVERTISEMENT

Hal itu disampaikan Sonianto saat diwawancarai wartawan koranpapua.id di ruang kerjanya, Sabtu 15 Agustus 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurutnya, salah satu program unggulan di kelas I adalah Montessori, yakni metode pembelajaran yang mendorong anak belajar sambil melakukan melalui berbagai aparatus atau alat pembelajaran.

Baca Juga

Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

Dapur MBG di Mimika Disuspensi 8 Bulan, Sebelumnya Layani Lima Sekolah

“Anak-anak belajar sambil melakukan. Jadi mereka tidak hanya duduk diam mendengarkan ceramah. Motoriknya aktif dan mereka justru merasa betah di kelas,” jelas Sonianto.

Program tersebut dinilai sangat sesuai karena sebagian besar siswa Taruna Papua berasal dari wilayah pesisir dan pegunungan yang banyak tidak melalui pendidikan taman kanak-kanak (TK). 

Karena itu, pendekatan Montessori digunakan untuk membantu mereka beradaptasi sekaligus membangun kemandirian sejak dini.

“Sekarang anak-anak kelas I malah kadang tidak mau istirahat. Mereka maunya belajar terus. Ini menunjukkan programnya cocok dengan karakter anak,” ujarnya.

Memasuki jenjang berikutnya, Taruna Papua juga mulai menerapkan kurikulum internasional yang disandingkan dengan Kurikulum Merdeka. Program tersebut mulai dijalankan sejak Juli 2026.

Dengan kombinasi tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran sesuai kurikulum nasional, tetapi juga dipersiapkan memiliki kemampuan untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah bertaraf internasional, baik di dalam maupun luar negeri.

“Visi kami adalah anak-anak ini mampu bersaing dan berkompetisi secara global,” tegasnya.

Selain akademik, Sonianto menekankan bahwa pembentukan karakter menjadi fondasi utama pendidikan di Taruna Papua. 

Kehidupan asrama menjadi bagian dari proses tersebut, mulai dari bangun pagi, merapikan tempat tidur, mengikuti aturan hingga kembali beraktivitas di sekolah.

Menurutnya, kedisiplinan menjadi tantangan tersendiri dalam sistem sekolah berasrama. Namun, siswa terus dibimbing agar mampu beradaptasi dengan kehidupan bersama dan aturan yang berlaku.

Dalam penerapan program baru, pihak sekolah juga tidak ingin terburu-buru. Guru dipersiapkan jauh sebelum program dijalankan, sementara siswa diberikan kelas persiapan untuk meningkatkan kemampuan, termasuk bahasa Inggris.

“Guru-guru sudah kami persiapkan satu tahun sebelum program dimulai. Anak-anak juga diberikan kelas bayangan agar mereka siap menerima program baru,” katanya.

Dibiayai YPMAK, Prestasi Alumni Menembus Luar Negeri

Sonianto menjelaskan, siswa yang belajar di Taruna Papua merupakan anak-anak yang direkomendasikan melalui YPMAK, lembaga pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI). 

Ia menyampaikan apresiasi kepada YPMAK atas dukungan yang diberikan terhadap pendidikan dan kehidupan asrama para siswa selama belajar di sekolah tersebut.

Dukungan tersebut juga mulai terlihat dari capaian para alumni. Dalam dua tahun terakhir, sejumlah lulusan Taruna Papua berhasil melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Pada 2025, dua lulusan melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Sementara pada 2026, tiga lulusan kembali mendapat kesempatan melanjutkan studi ke Amerika Serikat.

Bagi Sonianto, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini memberikan hasil.

“Kami sangat bangga. Kami bekerja keras, khususnya di asrama yang membutuhkan pendampingan 24 jam,” ungkapnya. 

Menurutnya, ketika anak-anak berprestasi secara akademik, olahraga, maupun bisa melanjutkan pendidikan ke luar negeri, itu menjadi feedback bahwa kerja pihak sekolah tidak sia-sia. 

Ia berharap berbagai program yang terus dikembangkan Taruna Papua dapat semakin membuka kesempatan bagi anak-anak Papua untuk memperoleh pendidikan berkualitas. 

Dengan demikian maka anak-anak Papua pada akhirnya mampu berdiri sejajar serta bersaing dengan generasi muda dari berbagai negara. (*) 

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

2 Oktober 2026
Dapur MBG di Mimika Disuspensi 8 Bulan, Sebelumnya Layani Lima Sekolah

Dapur MBG di Mimika Disuspensi 8 Bulan, Sebelumnya Layani Lima Sekolah

2 Oktober 2026
PT Freeport Dorong Mama-Mama SP 9 dan SP 12 Olah Pangan Lokal

PT Freeport Dorong Mama-Mama SP 9 dan SP 12 Olah Pangan Lokal

2 Oktober 2026
KPPG Papua Dorong SPPG Libatkan Pelaku Usaha Lokal

KPPG Papua Dorong SPPG Libatkan Pelaku Usaha Lokal

2 Oktober 2026
M3 Salon Hadir di Timika, Tawarkan Layanan Hair Style hingga Hair Treatment

M3 Salon Hadir di Timika, Tawarkan Layanan Hair Style hingga Hair Treatment

2 Oktober 2026
Dua SPPG Beroperasi di Mimika, BGN Ingatkan Pengawasan Dapur

Dua SPPG Beroperasi di Mimika, BGN Ingatkan Pengawasan Dapur

2 Oktober 2026

POPULER

  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    579 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Maikel Edwar Tewas, Irvan Patah Tangan dalam Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Kapal LCT Cahaya Permata Hati Tenggelam di Puriri, 8 Orang Dicari Tim SAR

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
Next Post
KNPB Kepung DPRK Mimika, Tuntut Papua Jadi Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan, Aspirasi Akhirnya Diterima

KNPB Kepung DPRK Mimika, Tuntut Papua Jadi Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan, Aspirasi Akhirnya Diterima

Buntut Kasus Pembunuhan di Kilometer 10, Keluarga Korban Palang Jalan Budi Utomo Timika

Buntut Kasus Pembunuhan di Kilometer 10, Keluarga Korban Palang Jalan Budi Utomo Timika

Soekarno Cup 2026: Banteng Papua Tengah Berhasil Taklukan Sulawesi Selatan 2-0

Apresiasi Jadikan Kopi Program Unggulan di Wilayah Pegunungan, Pemprov Papua Tengah Siap Kolaborasi dengan YPMAK 

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id