ADVERTISEMENT
Selasa, September 15, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

SATP Timika Siapkan Generasi Muda Papua Berdaya Saing Global, Montessori hingga Kurikulum Internasional

Ia menyampaikan apresiasi kepada YPMAK atas dukungan yang diberikan terhadap pendidikan dan kehidupan asrama para siswa selama belajar di sekolah tersebut. 

15 Agustus 2026
0
SATP Timika Siapkan Generasi Muda Papua Berdaya Saing Global, Montessori hingga Kurikulum Internasional

Kepala Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), Sonianto Kuddi. (foto:rill/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Timika, terus memperkuat program pendidikan untuk membentuk anak-anak Papua yang mandiri, berkarakter dan mampu bersaing hingga tingkat global.

Kepala Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), Sonianto Kuddi, mengatakan pendidikan di sekolah tersebut dirancang sejak kelas I dengan pendekatan yang menyesuaikan karakter dan kebutuhan anak-anak Papua.

ADVERTISEMENT

Hal itu disampaikan Sonianto saat diwawancarai wartawan koranpapua.id di ruang kerjanya, Sabtu 15 Agustus 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurutnya, salah satu program unggulan di kelas I adalah Montessori, yakni metode pembelajaran yang mendorong anak belajar sambil melakukan melalui berbagai aparatus atau alat pembelajaran.

Baca Juga

Debu dan Asap Meningkat, Amungsa Faudesen Bagikan Masker ke Warga Mimika

20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penyanderaan Jila Akhirnya Dievakuasi ke Timika

“Anak-anak belajar sambil melakukan. Jadi mereka tidak hanya duduk diam mendengarkan ceramah. Motoriknya aktif dan mereka justru merasa betah di kelas,” jelas Sonianto.

Program tersebut dinilai sangat sesuai karena sebagian besar siswa Taruna Papua berasal dari wilayah pesisir dan pegunungan yang banyak tidak melalui pendidikan taman kanak-kanak (TK). 

Karena itu, pendekatan Montessori digunakan untuk membantu mereka beradaptasi sekaligus membangun kemandirian sejak dini.

“Sekarang anak-anak kelas I malah kadang tidak mau istirahat. Mereka maunya belajar terus. Ini menunjukkan programnya cocok dengan karakter anak,” ujarnya.

Memasuki jenjang berikutnya, Taruna Papua juga mulai menerapkan kurikulum internasional yang disandingkan dengan Kurikulum Merdeka. Program tersebut mulai dijalankan sejak Juli 2026.

Dengan kombinasi tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran sesuai kurikulum nasional, tetapi juga dipersiapkan memiliki kemampuan untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah bertaraf internasional, baik di dalam maupun luar negeri.

“Visi kami adalah anak-anak ini mampu bersaing dan berkompetisi secara global,” tegasnya.

Selain akademik, Sonianto menekankan bahwa pembentukan karakter menjadi fondasi utama pendidikan di Taruna Papua. 

Kehidupan asrama menjadi bagian dari proses tersebut, mulai dari bangun pagi, merapikan tempat tidur, mengikuti aturan hingga kembali beraktivitas di sekolah.

Menurutnya, kedisiplinan menjadi tantangan tersendiri dalam sistem sekolah berasrama. Namun, siswa terus dibimbing agar mampu beradaptasi dengan kehidupan bersama dan aturan yang berlaku.

Dalam penerapan program baru, pihak sekolah juga tidak ingin terburu-buru. Guru dipersiapkan jauh sebelum program dijalankan, sementara siswa diberikan kelas persiapan untuk meningkatkan kemampuan, termasuk bahasa Inggris.

“Guru-guru sudah kami persiapkan satu tahun sebelum program dimulai. Anak-anak juga diberikan kelas bayangan agar mereka siap menerima program baru,” katanya.

Dibiayai YPMAK, Prestasi Alumni Menembus Luar Negeri

Sonianto menjelaskan, siswa yang belajar di Taruna Papua merupakan anak-anak yang direkomendasikan melalui YPMAK, lembaga pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI). 

Ia menyampaikan apresiasi kepada YPMAK atas dukungan yang diberikan terhadap pendidikan dan kehidupan asrama para siswa selama belajar di sekolah tersebut.

Dukungan tersebut juga mulai terlihat dari capaian para alumni. Dalam dua tahun terakhir, sejumlah lulusan Taruna Papua berhasil melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Pada 2025, dua lulusan melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Sementara pada 2026, tiga lulusan kembali mendapat kesempatan melanjutkan studi ke Amerika Serikat.

Bagi Sonianto, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini memberikan hasil.

“Kami sangat bangga. Kami bekerja keras, khususnya di asrama yang membutuhkan pendampingan 24 jam,” ungkapnya. 

Menurutnya, ketika anak-anak berprestasi secara akademik, olahraga, maupun bisa melanjutkan pendidikan ke luar negeri, itu menjadi feedback bahwa kerja pihak sekolah tidak sia-sia. 

Ia berharap berbagai program yang terus dikembangkan Taruna Papua dapat semakin membuka kesempatan bagi anak-anak Papua untuk memperoleh pendidikan berkualitas. 

Dengan demikian maka anak-anak Papua pada akhirnya mampu berdiri sejajar serta bersaing dengan generasi muda dari berbagai negara. (*) 

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Debu dan Asap Meningkat, Amungsa Faudesen Bagikan Masker ke Warga Mimika

Debu dan Asap Meningkat, Amungsa Faudesen Bagikan Masker ke Warga Mimika

14 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penyanderaan Jila Akhirnya Dievakuasi ke Timika

20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penyanderaan Jila Akhirnya Dievakuasi ke Timika

14 September 2026
Pemkab Mimika Desak OPD Tuntaskan Penyaluran Dana Otsus DTI 2026

Pemkab Mimika Desak OPD Tuntaskan Penyaluran Dana Otsus DTI 2026

14 September 2026
Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

Pemkab Mimika Kembali Optimalkan 500 Hektare Sawah Lama, Genjot Produksi Padi

14 September 2026
Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

14 September 2026
Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

14 September 2026

POPULER

  • Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    617 shares
    Bagikan 247 Tweet 154
  • Bermodal Nomor Togel, 3 Pelaku Hipnotis Korban dan Kuras Uang di Sentani

    604 shares
    Bagikan 242 Tweet 151
  • Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

    572 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Penikaman di KM 10 Mimika Diduga Dipicu Rokok, Polisi Buru Pelaku

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
KNPB Kepung DPRK Mimika, Tuntut Papua Jadi Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan, Aspirasi Akhirnya Diterima

KNPB Kepung DPRK Mimika, Tuntut Papua Jadi Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan, Aspirasi Akhirnya Diterima

Buntut Kasus Pembunuhan di Kilometer 10, Keluarga Korban Palang Jalan Budi Utomo Timika

Buntut Kasus Pembunuhan di Kilometer 10, Keluarga Korban Palang Jalan Budi Utomo Timika

Soekarno Cup 2026: Banteng Papua Tengah Berhasil Taklukan Sulawesi Selatan 2-0

Apresiasi Jadikan Kopi Program Unggulan di Wilayah Pegunungan, Pemprov Papua Tengah Siap Kolaborasi dengan YPMAK 

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id