TIMIKA, Koranpapua.id – Ratusan simpatisan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Timika, Kabupaten Mimika, menggelar aksi unjuk rasa, Sabtu 15 Agustus 2026.
Dalam aksi tersebut, massa membawa isu “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan” serta menyuarakan tuntutan referendum.
Aksi dimulai dari dua titik, yakni Bundaran SP2 dan Bundaran Petrosea, sebelum massa bergerak dengan berjalan kaki menuju Kantor DPRK Mimika di Jalan Cenderawasih, SP2.
Dalam aksi tersebut, massa membawa salib berwarna merah dan sejumlah spanduk yang memuat tuntutan penetapan Papua sebagai zona darurat militer dan kemanusiaan serta seruan referendum.
Peserta aksi terdiri dari orang dewasa hingga anak-anak. Sebagian mengenakan pakaian tradisional Papua, kaus bergambar Bintang Kejora, serta atribut KNPB.
Selama dalam perjalanan menuju gedung rakyat, massa meneriakkan sejumlah seruan politik, termasuk “Papua Merdeka”.
Mereka juga mengajak masyarakat yang berada di sepanjang jalan untuk ikut menyuarakan aspirasi.
Situasi aksi mendapat pengawalan ketat aparat keamanan. Personel disiagakan di sepanjang jalur yang dilalui massa, termasuk sejumlah titik yang dinilai strategis seperti Bundaran Petrosea.
Aksi tersebut kembali menyoroti isu keamanan dan kemanusiaan di Tanah Papua yang menjadi perhatian kelompok-kelompok pro-kemerdekaan.
Massa berharap aspirasi yang mereka bawa dapat disampaikan dan mendapat perhatian dari pemerintah.
Hingga berita ini ditulis, massa masih berada di sekitar Kantor DPRK Mimika untuk menyampaikan tuntutan mereka. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru









