ADVERTISEMENT
Kamis, Agustus 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Percepat Pembangunan Papua, Kementerian Transmigrasi Terjunkan 1.200 Patriot ke Kawasan Transmigrasi 

Pembangunan di Papua harus disesuaikan dengan karakteristik setiap wilayah. Kondisi lahan, cuaca, medan, komoditas unggulan, serta karakter sosial dan budaya masyarakat.  

13 Agustus 2026
0
Percepat Pembangunan Papua, Kementerian Transmigrasi Terjunkan 1.200 Patriot ke Kawasan Transmigrasi 

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam konferensi pers di Auditorium Bakom RI, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu 12 Agustus 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id– Pemerinyah pusat melalui Kementerian Transmigrasi terus berupoya mempercepat pembangunan di Tanah Papua. 

Salah satu gebrakan yang dilakukan saat ini yakni menerjunkan 1.200 peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 di sejumlah kawasan transmigrasi yang ada di Papua.

ADVERTISEMENT

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, mereka yang diterjunkan ke Papua terdiri  atas akademikus, peneliti, dan tenaga ahli dari berbagai perguruan tinggi. 

Advertisement. Scroll to continue reading.

Selama berada di Papua, mereka tidak hanya ditugasi melakukan riset dan pemetaan, tapi juga membantu masyarakat meningkatkan produktivitas dan pendapatan, mengembangkan usaha lokal, membuka akses pasar dan investasi, serta menciptakan lapangan kerja.

Baca Juga

Semester I Tahun 2026 Terjadi 1.755 Gangguan Kamtibmas di Papua Tengah, Mimika Tertinggi dengan 1.010 Kasus

Pastikan Prosedur Pemeriksaan Sesuai Standar, Puslabfor Polri Perkuat Akurasi Pembuktian Forensik di Papua

“Yang paling penting adalah seberapa besar dampak yang dihasilkan. Ukurannya bukan berapa banyak peserta yang kami kirim, melainkan perubahan nyata yang kami tinggalkan bagi masyarakat,” ujar Iftitah kepada awak media di Auditorium Bakom RI, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu 12 Agustus 2026.

Dari total 1.476 peserta TEP 2026, sekitar 1.200 orang yang tergabung dalam lebih-kurang 200 tim ditempatkan di Papua. 

Menurut Iftitah, penempatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia timur.

Iftitah mengatakan keberadaan para Patriot harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. 

Karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari kegiatan riset, tetapi juga dari persoalan yang bisa diselesaikan. 

Termasuk teknologi yang dapat diterapkan, peningkatan produktivitas dan pendapatan, serta tumbuhnya usaha dan lapangan kerja.

Menurut Iftitah, pembangunan di Papua harus disesuaikan dengan karakteristik setiap wilayah. Kondisi lahan, cuaca, medan, komoditas unggulan, serta karakter sosial dan budaya masyarakat menjadi pertimbangan dalam menentukan program yang akan dijalankan. 

“Tidak ada pembangunan di tanah air ini yang one size fits all. Sistemnya harus tailor-made. Setiap wilayah memiliki potensi dan persoalan yang berbeda. Karena itu, pendekatannya tidak boleh dipukul rata,” ujarnya.

Pendekatan tersebut, diharapkan membuat pembangunan lebih tepat sasaran. Di wilayah dengan potensi pertanian, misalnya, para Patriot dapat membantu meningkatkan produksi, pengolahan pascapanen, hingga membuka akses pemasaran. 

Sementara itu, di kawasan dengan produk unggulan lokal, pendampingan diarahkan pada peningkatan kualitas, kemasan, kapasitas produksi, dan nilai jual.

Para Patriot ditempatkan di sejumlah kawasan transmigrasi di Papua, antara lain Lereh di Jayapura, Senggi di Keerom, Salor dan Muting di Merauke, Prafi di Manokwari, Momiwaren di Manokwari Selatan. 

Termasuk Werianggi-Werabur di Teluk Wondama, Bomberay-Tomage dan Weri-Saharey di Fakfak, serta Klamono-Segun di Sorong.

Penugasan tersebut melibatkan 10 perguruan tinggi mitra, yakni Institut Teknologi Bandung, Universitas Diponegoro, IPB University dan Universitas Gadjah Mada. 

Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Brawijaya. (Redaksi) 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pastikan Prosedur Pemeriksaan Sesuai Standar, Puslabfor Polri Perkuat Akurasi Pembuktian Forensik di Papua

Pastikan Prosedur Pemeriksaan Sesuai Standar, Puslabfor Polri Perkuat Akurasi Pembuktian Forensik di Papua

13 Agustus 2026
Percepat Pembangunan Papua, Kementerian Transmigrasi Terjunkan 1.200 Patriot ke Kawasan Transmigrasi 

Percepat Pembangunan Papua, Kementerian Transmigrasi Terjunkan 1.200 Patriot ke Kawasan Transmigrasi 

13 Agustus 2026
Yosua Douw Terbitkan Buku Papua dari Hati ke Hati,  Persembahan Istimewa untuk Gerakan Literasi 

Yosua Douw Terbitkan Buku Papua dari Hati ke Hati,  Persembahan Istimewa untuk Gerakan Literasi 

13 Agustus 2026
TPS Liar Dirubah Menjadi Jadi Taman Bunga, RT 04 Wanagon Sulap Titik Kumuh Jadi Ruang Cantik 

Warga RT 04 Wanagon Kompak Hijaukan Lingkungan, Libatkan Siswa Sekolah Rakyat

13 Agustus 2026
TPS Liar Dirubah Menjadi Jadi Taman Bunga, RT 04 Wanagon Sulap Titik Kumuh Jadi Ruang Cantik 

Satgas Pasgat Gagalkan Penyelundupan 3,7 Kilogram Ganja di Badara Sentani, Pelaku Dijanjikan Upah Rp20 Juta

13 Agustus 2026
TPS Liar Dirubah Menjadi Jadi Taman Bunga, RT 04 Wanagon Sulap Titik Kumuh Jadi Ruang Cantik 

TPS Liar Dirubah Menjadi Jadi Taman Bunga, RT 04 Wanagon Sulap Titik Kumuh Jadi Ruang Cantik 

13 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    847 shares
    Bagikan 339 Tweet 212
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    656 shares
    Bagikan 262 Tweet 164
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    585 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Sekda Mimika Ingatkan Kepala Kampung: Dana Desa Bukan untuk Kepentingan Pribadi

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Palang Jalan Cenderawasih SP2-Timika Dibuka, Sengketa Tanah Diserahkan ke Lemasa

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
Next Post
Pastikan Prosedur Pemeriksaan Sesuai Standar, Puslabfor Polri Perkuat Akurasi Pembuktian Forensik di Papua

Pastikan Prosedur Pemeriksaan Sesuai Standar, Puslabfor Polri Perkuat Akurasi Pembuktian Forensik di Papua

Semester I Tahun 2026 Terjadi 1.755 Gangguan Kamtibmas di Papua Tengah, Mimika Tertinggi dengan 1.010 Kasus

Semester I Tahun 2026 Terjadi 1.755 Gangguan Kamtibmas di Papua Tengah, Mimika Tertinggi dengan 1.010 Kasus

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id