Timika, Koranpapua.id – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat strategi percepatan penurunan stunting dengan menjadikan remaja sebagai sasaran utama pencegahan.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Kampanye Aksi Bergizi Tahun 2026 bertema “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045: Remaja Sehat, Berakhlak, Berprestasi” yang digelar di SMP Negeri Satu Atap Poumako, Kamis (30/7/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, menegaskan bahwa upaya mencegah stunting harus dimulai sejak usia remaja, bukan hanya ketika seorang perempuan memasuki masa kehamilan.
Menurutnya, kesehatan remaja akan sangat menentukan kualitas generasi mendatang karena mereka adalah calon orang tua yang akan melahirkan dan membesarkan anak-anak di masa depan.
“Anak-anak yang sehat adalah investasi terbesar Kabupaten Mimika. Karena itu, pola hidup sehat harus dibangun sejak dini melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik, menjaga kebersihan diri, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” ujarnya.
Godfried mengatakan keberhasilan mewujudkan Generasi Emas 2045 membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, puskesmas, tenaga kesehatan, hingga unsur TNI.
Ia mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang telah mendukung pelaksanaan Kampanye Aksi Bergizi 2026 sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat di kalangan pelajar.
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda, terutama dalam mencegah anemia yang merupakan salah satu faktor risiko terjadinya stunting.
“Stunting tidak dimulai saat seorang perempuan hamil. Pencegahannya harus dilakukan jauh sebelumnya, ketika mereka masih remaja, agar kelak menjadi ibu yang sehat dan mampu melahirkan generasi yang cerdas serta produktif,” tegasnya.
Ia juga mengajak para pelajar membiasakan sarapan sebelum berangkat ke sekolah, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, rutin berolahraga, serta disiplin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri sesuai jadwal.
Sementara itu, Pabandiater Kogabwilhan III Letkol Laut Arif mengatakan keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut tidak hanya mendukung pelayanan kesehatan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda melalui penanaman disiplin dan semangat belajar.
“Kami ingin menumbuhkan semangat, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap kesehatan sejak dini. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus tumbuh sehat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” katanya.
Melalui Kampanye Aksi Bergizi 2026, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap lahir budaya hidup sehat di kalangan remaja sehingga angka anemia dapat ditekan, prevalensi stunting terus menurun, dan kualitas sumber daya manusia Papua Tengah semakin meningkat.
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru








