ADVERTISEMENT
Minggu, Agustus 23, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Ketua SKP Keuskupan Timika: Anggaran Menjadi Kendala Tindaklanjut Dugaan Pelanggaran HAM di Papua

Karena tanpa investigasi yang independen dan menyeluruh, keadilan bagi para korban akan semakin sulit terwujud, sementara peristiwa kekerasan terus berulang.

6 Juli 2026
0
Ketua SKP Keuskupan Timika: Anggaran Menjadi Kendala Tindaklanjut Dugaan Pelanggaran HAM di Papua

Saul Wanimbo, Ketua Sekretariat Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral (SKP) Keuskupan Timika. (foto:Ril/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Keterbatasan anggaran untuk melakukan investigasi langsung ke lapangan, menjadi salah satu kendala lambannya penanganan berbagai dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Tanah Papua.

Hal tersebut disampaikan Saul Wanimbo, Ketua Sekretariat Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral (SKP) Keuskupan Timika dalam konferensi pers yang berlangsung di Kantor Keuskupan Timika, Senin 6 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

Menurut Saul, setiap kali pihak gereja maupun masyarakat mempertanyakan kapan Komnas HAM turun ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan, jawaban yang diterima hampir selalu sama, yakni belum tersedianya anggaran.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Beberapa kali kami bertanya kapan Komnas HAM akan turun. Jawaban yang selalu kami terima adalah anggarannya belum ada,” ujarnya Saul.

Baca Juga

Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil 33 Minggu dari Sinak Menuju RSUD Mimika 

Peringati Empat Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Minta Hukuman Pelaku Tak Dikurangi

“Mereka menyampaikan bahwa biaya untuk datang ke Papua sangat besar sehingga proses tindak lanjut sering tertunda,” lanjutnya.

Ia menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena Komnas HAM merupakan lembaga negara yang memiliki kewenangan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM, termasuk dugaan pelanggaran HAM berat.

Dikatakan, di republik ini, lembaga yang memiliki kewenangan menyatakan suatu peristiwa sebagai dugaan pelanggaran HAM adalah Komnas HAM.

Namun kalau investigasinya tidak pernah dilakukan karena alasan anggaran, maka berbagai laporan yang masuk akan terus menggantung tanpa kejelasan.

Saul mengungkapkan bahwa berbagai laporan dugaan kekerasan terhadap warga sipil di Papua telah berulang kali disampaikan kepada lembaga terkait.

Namun hingga kini, menurutnya, masyarakat belum melihat adanya tindak lanjut yang signifikan.

Ia menyinggung sejumlah peristiwa kekerasan yang pernah terjadi di Papua, termasuk kasus pembunuhan warga sipil dan berbagai insiden lain yang telah dilaporkan kepada Komnas HAM.

“Kami berharap setiap laporan yang masuk benar-benar ditindaklanjuti. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan karena laporan hanya diterima tetapi tidak pernah ada perkembangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Saul menilai penyelesaian konflik di Papua tidak boleh hanya mengedepankan pendekatan keamanan.

Menurutnya, berbagai kebijakan yang diambil pemerintah harus mengutamakan perlindungan terhadap masyarakat sipil dan penghormatan terhadap HAM.

“Jangan setiap terjadi perlawanan kemudian pendekatan yang digunakan hanya pendekatan keamanan. Yang menjadi korban justru masyarakat sipil,” pungkasnya.

Menurutnya, peristiwa seperti ini terus berulang dan belum ada penyelesaian yang menyentuh akar persoalan.

Ia berharap pemerintah pusat memberikan dukungan anggaran yang memadai kepada Komnas HAM agar lembaga tersebut dapat menjalankan mandatnya secara maksimal, khususnya dalam mengusut berbagai dugaan pelanggaran HAM di Papua.

“Bila kendalanya memang anggaran, maka negara harus memastikan kebutuhan itu dipenuhi,” usulnya.

Karena tanpa investigasi yang independen dan menyeluruh, keadilan bagi para korban akan semakin sulit terwujud, sementara peristiwa kekerasan terus berulang. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil 33 Minggu dari Sinak Menuju RSUD Mimika 

Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil 33 Minggu dari Sinak Menuju RSUD Mimika 

22 Agustus 2026
Peringati Empat Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Minta Hukuman Pelaku Tak Dikurangi

Peringati Empat Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Minta Hukuman Pelaku Tak Dikurangi

22 Agustus 2026
Pasutri asal China Dideportasi dari Indonesia, Diduga Lakukan Pemburuan Hewan Dilindungi di Papua 

Pasutri asal China Dideportasi dari Indonesia, Diduga Lakukan Pemburuan Hewan Dilindungi di Papua 

22 Agustus 2026
60 Ribu Masker Disiapkan Antisipasi Melonjaknya Kasus ISPA di Papua Tengah

60 Ribu Masker Disiapkan Antisipasi Melonjaknya Kasus ISPA di Papua Tengah

22 Agustus 2026
Kabupaten di Papua Tengah Wajib Usulkan 10 Program Prioritas untuk Program 2027

Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan: Pemprov Kerahkan Armada Gabungan, Kabut Asap Terlihat Nyata di Nabire

22 Agustus 2026
23 Bandara Tersebar di Papua Tengah: Terbanyak di Indonesia, Mozes Kilangin yang Terbesar

23 Bandara Tersebar di Papua Tengah: Terbanyak di Indonesia, Mozes Kilangin yang Terbesar

22 Agustus 2026

POPULER

  • Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    725 shares
    Bagikan 290 Tweet 181
  • Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

    612 shares
    Bagikan 245 Tweet 153
  • Sembilan Perempuan di Jila Mimika Dikabarkan Disandera, Seorang Ibu Dilaporkan Tewas

    608 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • Kontraktor OAP Palang Kantor BPBJ Mimika, Desak Bupati Turun Tangan

    588 shares
    Bagikan 235 Tweet 147
  • Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Pelarian Berakhir, Terduga Pelaku Pembunuhan di KM 10 Mimika Ditangkap Polisi di Makassar

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Polres Mimika Minta Bantuan Brimob

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
Next Post
Deretan Dugaan Pelanggaran HAM di Intan Jaya Diungkap, Komnas HAM Diminta Turun Tangan

Deretan Dugaan Pelanggaran HAM di Intan Jaya Diungkap, Komnas HAM Diminta Turun Tangan

TNI Perketat Keamanan Bandara Perintis Usai OPM Bakar Pesawat dan Tewaskan Pilot di Yahukimo

TNI Perketat Keamanan Bandara Perintis Usai OPM Bakar Pesawat dan Tewaskan Pilot di Yahukimo

TNI Perketat Keamanan Bandara Perintis Usai OPM Bakar Pesawat dan Tewaskan Pilot di Yahukimo

Hasil Operasi Enam Bulan Kogabwilhan III: 47 Senpi dan 3.000 Batang Ganja Disita di Papua–Maluku

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id