TIMIKA, Koranpapua.id- Berdasarkan pemetahan terhadap lokasi, laporan lapangan dan analisis koronlogis, disimpulkan bahwa rangkaian gangguan tembakan pada tiga titik di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, diduga dilakukan kelompok bersenjata pimpinan Peles Tigau.
Kepala Penerangan (Kapen) Komando Operasi (Koops) TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan, rangkaian penembakan itu, termasuk yang terjadi di wilayah TK J2, Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Kamis 2 Juli 2026.
Dalam keterangannya, Sabtu 4 Juli 2026, Wirya juga mengatakan, tembakan pertama terjadi sekitar pukul 18.45 WIT dari arah Kampung Wandoga.
Dia menyebut bahwa dalam selang lima menit kemudian kembali terdengar tembakan dari titik berbeda di kawasan perbukitan depan Koramil Sugapa.
Dan sekitar pukul 19.00 WIT, kelompok tersebut kembali melepaskan tembakan sebelum melarikan diri ke arah sungai..
Selama rangkaian tembakan tersebut, personel Satgas TNI tidak melakukan tembakan balasan.
Wirya mengungkap kondisi hujan, kabut tebal, dan jarak pandang yang sangat terbatas membuat personel memilih bertahan pada posisi perlindungan, sambil memantau perkembangan situasi.
“Langkah tersebut diambil untuk menghindari risiko terhadap masyarakat sipil yang berada di sekitar lokasi,” tegasnya.
Pihak TNI telah melakukan analisis spasial yang menunjukkana ketiga sumber tembakan berada pada titik yang berbeda dengan jarak sekitar 900 hingga 1.500 meter.
Sementara itu, Wirya mengungkap lokasi korban berada sekitar 321 meter dari titik gangguan tembakan pertama dan berjarak lebih jauh dari posisi personel Satgas TNI.
“Temuan ini menjadi salah satu dasar dalam proses analisis yang masih terus dilakukan bersama bukti-bukti lapangan lainnya,” terangnya.
Wirya menyebut aktivitas kelompok bersenjata di sekitar kawasan permukiman tidak hanya mengancam aparat keamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan masyarakat sipil yang tidak terlibat dalam konflik.
“Karena itu, setiap tindakan personel Koops TNI Habema selalu dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan mengutamakan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Wirya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Serta memberikan kepercayaan kepada proses penyelidikan yang dilakukan secara objektif berdasarkan fakta lapangan dan bukti teknis.
“Transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan masyarakat akan terus menjadi komitmen Koops TNI Habema,” jelasnya. (Redaksi)










